8,744 views

Cara Menghitung Gaji Karyawan Bulanan dan Harian

Linggar
Linggar
May 11, 2023
contoh menghitung gaji karyawan

Perhitungan gaji karyawan melibatkan banyak faktor. Bukan hanya dari sisi perusahaan namun juga dari kualififikasi karyawan itu sendiri. 

Bagi perusahaan, perhitungan gaji karyawan juga erat kaitannya dengan memastikan karyawan memberikan kontribusi yang setara. 

Selain itu, gaji juga dapat menjadi salah satu strategi untuk perusahaan menarik kandidat terbaik yang ada di pasaran dan juga mempertahankan karyawan terbaik yang ada saat ini. 

“46% karyawan menyebut gaji atau bonus menjadi motivasi terbesar mereka untuk bertahan tetap berada di perusahaan.” – Lever

Di luar terkait kinerja, gaji juga harus mengikuti ketentuan dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Hal ini karena untuk penggajian, pemerintah sudah mengatur mulai dari komponennya, tunjangan hingga kewajiban yang dibebankan atas gaji seperti pajak dan iuran jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan

Artikel akan menjelaskan secara menyeluruh perhitungan gaji karyawan, mulai dari komponen, ketentuan hingga cara menghitungnya. 

Cara menghitung gaji pokok

“Gaji pokok yang 10% lebih tinggi akan meningkatkan 1,5% kemungkinan karyawan untuk bertahan di perusahaan.”HBR

Gaji memegang peran yang sangat krusial untuk keputusan karyawan memilih tempat kerja baru atau bertahan. 

Di tengah kesulitan untuk mempertahankan karyawan atau retensi, mengeksplorasi strategi kompensasi dan benefits dapat menjadi salah satu alternatif. 

Salah satu komponen dalam penggajian yang paling utama adalah gaji pokok. Gaji pokok adalah upah dsar yang diberikan kepada pekerja berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaannya. 

Besar gaji pokok sudah diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan. Beberapa ketentuan penting dalam perhitungan gaji pokok karyawan adalah:

  • Gaji pokok tidak boleh kurang dari 75% dari dari total yang diterima karyawan, jika terdapat komponen tunjangan tetap dalam gajinya
  • Gaji tidak dapat diturunkan di luar perjanjian kerja yang telah disepakati di awal bersama antara karyawan dan perusahaan. 

Mungkin bagi Anda sebagai HR atau founder juga bertanya-tanya apakah gaji pokok yang dibayarkan harus di atas upah minimum provinsi atau kabupaten/kota? Apa perbedaan UMP dan gaji pokok?

Gaji pokok bisa jadi salah satu komponen gaji. Sementara UMP adalah gaji bersih atau THP yang diperoleh karyawan yang bisa terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. 

Misal ada seorang karyawan bernama Budi yang bekerja di DKI Jakarta, komponen gajinya hanya terdiri dari gaji pokok saja. Jika perusahaan ingin memberikan gaji sesuai UMP 2023, maka Budi menerima gaji sebesar Rp4.901.798. 

Di perusahaan lain di DKI Jakarta, ada seorang karyawan yang bernama Saka. Perusahaan tempat Saka bekerja menggunakan komponen gaji pokok dan tunjangan tetap. Saka juga menerima gaji bersih setara UMP DKI Jakarta 2023, maka berapa gaji pokok Saka?

Sesuai ketentuan di atas, gaji pokok sedikitnya senilai 75% dari total gaji. Maka gaji pokok Saka adalah Rp3.676.348. 

Nilai gaji pokok diatur sesuai dengan golongan jabatan dari yang terendah hingga tertinggi. 

Cara menentukan gaji karyawan

Menentukan gaji karyawan perlu mempertimbangan baik faktor internal maupun eksternal di perusahaan. Beberapa faktor penting untuk dikaji sebelum menentukan dan menawarkan gaji kepada kandidat antara lain:

Tren posisi di pasar

Seperti yang mungkin sudah sering Anda dengar, beberapa posisi kerja belakangan ini mengalami kenaikan gaji yang lebih tinggi dibandingkan dengan posisi lain. 

Hal ini salah satunya karena ada beberapa posisi yang mengalami kenaikan permintaan yang tidak diimbangi dengan kenaikan ketersediaan kandidat. Tren semacam ini perlu Anda perhatikan ketika menyiapkan penawaran gaji. 

Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan domisili perusahaan karena Indonesia saat ini memberlakukan upah minimum provinsi atau kota/kabupaten. 

Baca tren gaji terbaru

Kesesuaian dengan skala upah

Selain melihat faktor-faktor eksternal seperti ketentuan pemerinta dan tren di pasar tenaga kerja, perhitungan gaji karyawan juga penting untuk mempertimbangkangka faktor internal perusahaan. 

Melakukan perhitungan dan menerapkan skala upah yang berlaku di perusahaan penting untuk menentukan kemampuan perusahaan dalam menggaji karyawannya. 

Bukan hanya untuk membayar gaji pokok, alangkah baiknya pertimbangkan juga biaya lain yang mengikuti ketika merekrut karyawan baru seperti pembayaran bonus, tunjangan, dan juga uang lembur.

Perhitungkan kontribusinya untuk perusahaan

Memperhitungkan kontribusi sesuah posisi untuk perusahaan artinya Anda memahami prioritas dan arah bisnis perusahaan. 

Apabila sebuah posisi memiliki potensi untuk memberikan dampak yang besar bagi bisnis maka Anda dapat menawarkan gaji yang lebih tinggi. Hal ini tentu perlu dievaluasi melalui penilaian kinerja yang minim bias. 

Penilaian kinerja yang rutin dilakukan dapat menjadi kesempatan yang adil untuk semua karyawan dievaluasi kontribusinya untuk perusahaan. 

Cara menghitung gaji bulanan 

Membicarakan perhitungan gaji karyawan bulanan artinya kita perlu menghitung gaji bersih atau THP yang diperoleh karyawan. 

Take home pay mencakup total pendapatan yang diperoleh karyawan setelah dikurangi oleh semua beban dan potongan yang melekat pada gaji. 

Rumus menghitung THP mengikuti aturan dan pengertian upah dalam UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (30): 

Upah merupakan hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada pekerja yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kontrak kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja serta keluarganya atas suatu pekerjaan yang dilakukan. 

Rumus perhitungan THP atau gaji bulanan karyawan:

THP = (gaji pokok + tunjangan + pendapatan lain) – (potongan BPJS + PPh 21 + potongan lainnya)

Untuk memudahkan Anda memahami rumus di atas, kita akan menggunakan studi kasus berikut ini.

Sara memiliki gaji pokok sebesar RpRp6.000.000. Perusahaan Sara memberikan beberapa tunjangan yang diterima dalam bentuk tunai untuk Sara yaitu tunjangan paket data, tunjangan laptop dan juga tunjangan transportasi yang besarnya akan menyesuaikan dengan kehadiran Sara di kantor. 

Masing-masing tunjangan tersebut memiliki besar yang berbeda. Untuk tunjangan paket data, Sara mendapatkan Rp200.000. Sementara itu, tunjangan laptop sebanyak Rp450.000 dan tunjangan transportasi Rp1.300.000 dengan kedatangan penuh. 

Untuk potongan, Sara dikenakan potongan Rp75.000 sebagai iuran BPJS Kesehatan, Rp150.000 Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun Rp75.000. Selain itu, pendapatan Sara juga dipotong otomatis untuk pembayaran PPh 21 sebesar Rp140.000. 

Dengan semua informasi ini, kita dapat menghitung besar THP yang didapatkan oleh Sara. 

THP = (gaji pokok + tunjangan + pendapatan lain) – (potongan BPJS + PPh 21 + potongan lainnya)

THP = (Rp6.000.000 + Rp200.000 + Rp450.000 + Rp1.300.000) – (Rp75.000 + Rp150.000 + Rp75.000 + Rp140.000)

THP = Rp7.950.000 – Rp440.000

Take home pay atau THP yang diterima Sara adalah Rp7.510.000.

Selain pembayaran yang dibayarkan secara tunai, Sara juga mendapatkan benefit non-tunai seperti pembayaran iuran Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua. Pembayaran ini ditujukan langsung kepada penyedia layanan yaitu BPJS Ketenagakerjaan sehingga Sara tidak mendapatkannya secara tunai. 

Namun demikian, Sara tetap mendapatkan manfaat perlindungan dari iuran yang dibayarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja tersebut.

Cara menghitung gaji harian

Untuk pekerja harian, kita juga dapat melakukan perhitungan sesuai dengan aturan PP No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan tepatnya Pasal 17. 

Dalam hal upah ditetap secara harian, perhitungan upah sehari sebagai berikut:

  1. Bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 (enam) hari dalam seminggu, Upah sebulan dibagi 25 (dua puluh lima); atau 
  2. Bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 (lima) hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 21 (dua puluh satu).

Tambahan dari Pasal 23 ayat (3), upah sebulan yang dijadikan acuan untuk membayar harian tidak boleh lebih rendah dari upah minimum.

Cara menghitung gaji prorata karyawan baru

Dalam beberapa kasus, karyawan masuk di tengah periode penggajian. Hal ini menyebabkan ia tidak berhak atas gaji selama sebulan penuh. 

Misalnya ada seorang karyawan baru bernama Dara, ia masuk di 1 Mei 2023. Namun, perusahaannya memberlakukan cut-off penggajian pada 22 April 2023. 

Untuk menghitung gaji Dara kita perlu menggunakan perhitungan gaji prorata. Berikut adalah langkah yang dapat digunakan untuk menghitung gaji prorata.

Sebagai landasan hukum untuk perhitungan gaji prorata menggunakan Keputusan Menteri Nomor Kep.102/MEN/VI/2004. 

Menurut kepmen ini, langkah menghitung upah prorata dimulai dari menghitung upah per jam lalu dikalikan dengan jam kerja yang dilakukan hingga kemudian dapat menghitung gaji prorata yang diterima. 

Rumus menghitung upah per jam

Upah per jam = 1/173 x upah sebulan

Jika kita ingin menghitung upah per jam untuk karyawan dengan gaji UMP DKI Jakarta 2023, Rp4.901.789

1/173 x Rp4.901.789 = Rp28.334

Kembali ke kasus Dara, perusahaannya menerapkan jam kerja 40 jam per minggu. Hari efektif Dara bekerja adalah 16 hari kerja. Maka perhitungan prorata untuk Dara adalah

16 hari x 8 jam kerja x Rp28.334 = Rp3.626.752


Itu dia ulasan lengkap mengenai perhitungan gaji karyawan dalam beberapa kasus yang berbeda. Contoh yang kami sediakan semoga membantu Anda untuk menghitung gaji karyawan. 

Salah satu yang berkaitan dengan penggajian adalah perhitungan pajaknya, temukan contoh perhitungan pajak penghasilan dan ulasan lengkapnya di bawah ini. 

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.