1,660 views

Skorsing Karyawan: Arti, Aturan, dan Contoh Suratnya

Annisa Amalia Ikhsania
Annisa Amalia Ikhsania
28 January 2025
Skorsing Karyawan: Arti, Aturan, dan Contoh Suratnya

Skorsing adalah suatu tindakan penjatuhan sanksi berupa penghentian sementara hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan. 

Penghentian ini merupakan bentuk hukuman atas pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan terhadap peraturan perusahaan atau perjanjian kerja. 

Saat masa skorsing, baik karyawan dan perusahaan harus menaati hak dan kewajiban tertentu yang sudah diatur pemerintah.

Yuk, simak bersama penjelasan mengenai apa itu skorsing, penyebab karyawan bisa terkena skorsing, hak serta kewajiban karyawan dan perusahaan di masa skorsing, hingga contoh surat skorsing karyawan!

Apa itu Skorsing?

Skorsing adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawan yang melakukan pelanggaran. 

Umumnya, skorsing diterapkan untuk memberi efek jera kepada karyawan yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Skorsing karyawan juga dapat memberikan waktu bagi perusahaan untuk mengevaluasi tindakan yang dilakukan oleh karyawan dan mengambil keputusan lebih lanjut. 

Misalnya, pemberian peringatan atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Maka dari itu, bisa dikatakan skorsing adalah bagian dari PHK. 

Di masa skorsing, perusahaan akan meminta karyawan untuk tidak datang ke kantor hingga waktu yang ditentukan. 

Tujuannya adalah agar karyawan tersebut tidak mengganggu proses kerja, atau rekan kerja lainnya. 

Tergantung pada tingkat pelanggaran dan aturan perusahaan yang berlaku, skorsing karyawan dapat berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu lamanya.

Penyebab Karyawan Bisa Kena Skorsing

Perusahaan dapat memberikan skorsing kepada karyawan karena berbagai macam alasan. 

Misalnya, karena kehadiran tidak teratur tanpa izin atau sering datang terlambat secara berulang. 

Melakukan pelanggaran etika, tindakan tidak disiplin atau tidak profesional saat bekerja, perilaku tidak pantas di lingkungan kerja, hingga tindakan yang merugikan perusahaan juga bisa menyebabkan karyawan menerima skorsing. 

Lebih lengkapnya menurut UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 158, berbagai macam penyebab karyawan bisa kena skorsing adalah sebagai berikut:

  • Melakukan tindakan pencurian, penipuan, bahkan penggelapan barang dan atau uang milik perusahaan. 
  • Memberi keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga dapat merugikan perusahaan. 
  • Minum minuman keras yang memabukkan. 
  • Memakai dan atau mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan kerja. 
  • Melakukan tindakan asusila atau perjudian di lingkungan kerja. 
  • Melakukan penyerangan, penganiayaan, ancaman, atau mengintimidasi rekan kerja atau pengusaha di lingkungan kerja.
  • Menghasut rekan kerja atau pengusaha untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan undang-undang atau dasar hukum aturan perusahaan. 
  • Sengaja merusak atau membiarkan dalam kondisi bahaya barang milik perusahaan sehingga dapat menimbulkan kerugian perusahaan. 
  • Sengaja membiarkan rekan kerja atau pengusaha dalam situasi bahaya di lingkungan kerja. 
  • Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasiakan untuk kepentingan negara. 
  • Melakukan tindakan lainnya di lingkungan perusahaan sehingga dapat diancam pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. 

Berbagai kesalahan tersebut perlu didukung oleh bukti kuat. 

Sebagai contoh, karyawan tertangkap langsung melakukan pelanggaran, saksi dari karyawan bersangkutan, atau bukti lain berupa laporan kejadian dari rekan kerja lainnya.

Hak dan Kewajiban Karyawan di Masa Skorsing

Skorsing adalah tindakan disipliner ketika perusahaan meminta karyawan untuk tidak datang ke kantor dalam waktu tertentu. 

Meski begitu, hubungan kerja Anda dan karyawan tetap masih berlanjut. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah RI No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, hak pekerja akan hilang apabila hubungan kerja berakhir.  

Dengan demikian, karyawan masih harus melakukan kewajiban kerja dan mendapatkan hak kerjanya. 

Berikut hak karyawan di masa skorsing: 

  • Menerima gaji atau upah per bulan. 
  • Mendapatkan hak-hak sesuai yang tertulis pada perjanjian kerja.
  • Mendapatkan tunjangan yang sebelumnya diterima. 
  • Menerima THR di tengah proses skorsing.

Sementara itu, kewajiban karyawan di masa skorsing yakni sebagai berikut:

  • Tidak masuk kerja selama masa skorsing. 
  • Tidak melakukan tindakan lebih lanjut yang merugikan perusahaan. 
  • Dapat bersikap kooperatif bila diminta memberikan keterangan informasi selama proses investigasi.  

Hak dan Kewajiban Perusahaan di Masa Skorsing

Bagi perusahaan, beberapa hak yang perlu diterapkan kepada karyawan yang terkena skorsing adalah sebagai berikut:

  • Memberikan tindakan skorsing sesuai dengan aturan dan kebijakan perusahaan. 
  • Meminta karyawan memberikan informasi dan klarifikasi atas pelanggaran yang dilakukan. 
  • Menjaga kerahasiaan informasi selama proses investigasi berlangsung. 
  • Melindungi kepentingan perusahaan dari kerugian yang ditimbulkan oleh tindakan karyawan.

Di masa ini, terdapat kewajiban yang perlu dipenuhi perusahaan saat karyawan terkena skorsing, yaitu: 

  • Melakukan proses skorsing karyawan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  • Memberikan perlakuan yang adil dan transparan kepada karyawan yang dikenai skorsing.
  • Menjaga kerahasiaan informasi pribadi karyawan.
  • Tetap memberikan hak dan kewajiban karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk seputar gaji
  • Selama masa skorsing, perusahaan perlu memantau aktivitas karyawan untuk memastikan bahwa karyawan tidak melakukan tindakan yang merugikan perusahaan.

Aturan Hukum yang Mengatur Skorsing Karyawan 

penyebab karyawan terkena skorsing

Di Indonesia, aturan hukum yang mengatur skorsing adalah terdapat dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pada pasal 155 ayat (2) disebutkan bahwa jika karyawan melakukan pelanggaran aturan, maka perusahaan dapat memberikan tindakan skorsing kepada pekerja atau buruh. 

Apabila lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial belum menetapkan putusan, baik perusahaan maupun pekerja atau buruh harus tetap melaksanakan seluruh kewajibannya. 

Jika masa skorsing sudah diberlakukan dan pekerja atau buruh sedang dalam proses PHK, Anda wajib membayar gaji dan hak-hak lain yang sebelumnya sudah diterima mereka.

Hak dan kewajiban perusahaan terhadap karyawan yang kena skorsing akan hilang apabila perjanjian kerja dinyatakan sudah berakhir. 

Hal tersebut tertuang pada Peraturan Pemerintah RI No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Tidak hanya dari aturan perundang-undangan, dasar hukum mengenai skorsing juga dapat berasal dari kebijakan internal perusahaan yang berlaku. 

Keuntungan Perusahaan Memberlakukan Skorsing Karyawan 

Pemberian skorsing karyawan dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan, di antaranya: 

1.  Memberikan waktu untuk investigasi tanpa gangguan

Skorsing memungkinkan perusahaan melakukan investigasi tanpa gangguan dari karyawan yang terlibat. 

Langkah ini memastikan proses investigasi berjalan lebih objektif, terstruktur, dan bebas dari potensi tekanan atau pengaruh negatif yang dapat muncul jika karyawan tetap datang ke kantor untuk bekerja.

2. Mencegah potensi konflik dengan karyawan

Karyawan yang terkena skorsing diminta untuk tidak datang ke kantor sementara waktu sampai waktu tertentu. 

Dengan menjauhkan karyawan yang bermasalah, perusahaan dapat menjaga suasana kerja tetap kondusif dan aman. 

Hal ini penting untuk menghindari konflik, keresahan, atau dampak negatif terhadap rekan kerja lainnya.

3. Memberikan sinyal disiplin yang tegas

Skorsing adalah langkah nyata yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat terhadap penegakan aturan dan kedisiplinan. 

Dengan kata lain, perusahaan dapat memberikan pesan yang jelas kepada semua karyawan tentang pentingnya mematuhi kebijakan dan kode etik perusahaan.

4. Mengurangi risiko kerugian yang lebih besar

Pada kasus pelanggaran serius, seperti dugaan fraud atau tindakan yang merugikan perusahaan, skorsing dapat meminimalkan dampak negatif yang lebih besar, baik secara operasional maupun finansial. 

Tentu saja langkah ini juga mencegah potensi pelanggaran lebih lanjut.

Risiko Perusahaan Memberlakukan Skorsing Karyawan 

Pemberian skorsing karyawan dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan, di antaranya: 

1. Potensi tuntutan hukum

Jika skorsing tidak dilakukan secara adil atau tanpa dasar yang kuat, perusahaan dapat menghadapi tuntutan hukum dari karyawan yang merasa dirugikan.

2. Menurunkan semangat kerja karyawan lain

Risiko skorsing berikutnya adalah dapat menciptakan ketakutan atau kecemasan di antara karyawan lainnya, sehingga berujung pada penurunan semangat kerja.

3. Memengaruhi citra perusahaan

Apabila informasi mengenai skorsing karyawan tersebar luas, baik secara internal maupun eksternal. Risiko ini dapat merusak reputasi perusahaan.

4. Produktivitas tim terganggu

Risiko perusahaan memberlakukan skorsing karyawan berikutnya adalah produktivitas tim yang terganggu. 

Ya, absennya mereka bisa saja mengganggu operasional dan produktivitas tim secara keseluruhan. 

Terlebih, bila karyawan yang terkena skorsing memiliki peran penting dalam sebuah tim. 

5. Terdapat biaya tambahan

Anda mungkin harus mengalokasikan sumber daya tambahan untuk proses investigasi (termasuk bila melibatkan konsultan hukum), atau pembayaran gaji selama masa skorsing.  

Bahkan, bukan tidak mungkin Anda harus melakukan proses perekrutan sementara untuk menggantikan posisi yang kosong.

Cara, Etika, dan Tips Memberlakukan Skorsing

Penerapan skorsing perlu dilakukan hati-hati dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Maka itu, skorsing karyawan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Pastikan juga Anda menerapkan kebijakan skorsing secara konsisten tanpa memandang status atau posisi karyawan.

Adapun ragam cara, etika, dan tips memberlakukan skorsing adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi pelanggaran

Pastikan pelanggaran yang dilakukan karyawan memiliki dasar yang jelas. 

Entah karena pelanggaran kode etik, peraturan perusahaan, atau hukum yang berlaku.

2. Kumpulkan bukti

Dokumentasikan segala hal mengenai bukti pelanggaran. Ini baik berupa dokumen, foto, video, laporan saksi, rekaman CCTV, atau bukti fisik lainnya, yang dapat mendukung keputusan skorsing karyawan.  

Lakukan evaluasi terhadap bukti yang telah dikumpulkan untuk memastikan bahwa bukti tersebut cukup kuat untuk menjadi dasar penerapan skorsing.

Informasi tentang bukti pelanggaran hingga skorsing karyawan hanya boleh diketahui oleh pihak-pihak yang relevan.

3. Lakukan diskusi 

Anda dapat melakukan pertemuan awal dengan karyawan yang bersangkutan guna memberikan kesempatan menjelaskan situasi sebelum keputusan diambil.

Bersikaplah tegas tetapi tetap sopan dalam berkomunikasi dengan karyawan yang dikenakan skorsing.

Meski merupakan tindakan disipliner, skorsing adalah proses yang harus dilakukan dengan cara humanis dan tidak merendahkan martabat karyawan.

Dokumentasikan setiap langkah yang diambil, termasuk hasil diskusi dengan karyawan, untuk menghindari potensi sengketa di kemudian hari.

Hal yang tak kalah penting, perusahaan juga harus transparan dalam memberikan informasi mengenai alasan skorsing dan prosedur yang dilakukan.

4. Libatkan mediator, bila perlu

Pada kasus yang kompleks, seperti dugaan pelanggaran serius, tak ada salahnya melibatkan mediator atau konsultan eksternal.

Pastikan semua tindakan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan hukum yang berlaku, ya. 

5. Berikan surat skorsing resmi

Jika perusahaan hendak menjatuhkan sanksi pada karyawan, Anda perlu memberikan surat skorsing resmi kepada karyawan yang bersangkutan. 

Proses pemberian surat skorsing karyawan harus dilakukan secara privat. Artinya, tidak diumumkan di depan rekan kerja atau pihak lain. 

Namun, perusahaan perlu menginformasikan keputusan skorsing kepada departemen atau divisi terkait.

Ini termasuk departemen atau divisi HRD, serta departemen atau divisi yang bersangkutan dengan pekerjaan karyawan.

Penting untuk diingat bahwa setiap kasus skorsing memiliki karakteristik yang berbeda. 

Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan penilaian secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan untuk memberikan sanksi skorsing.

Contoh Surat Skorsing Karyawan

Jika ini adalah kali pertama Anda akan menghentikan perjanjian kerja dengan karyawan secara sementara, berikut kami berikan contoh surat skorsing karyawan.

Surat skorsing harus mencantumkan nama dan jabatan karyawan, alasan skorsing, durasi, serta tanggal mulai dan berakhirnya skorsing. Di akhir surat, sertakan pula dengan tanda tangan pejabat yang berwenang.

Nah, contoh di bawah ini tergolong sederhana, Anda dapat mengubahnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

[Nama Perusahaan]

[Alamat Perusahaan]

[Email/telepon Perusahaan]


[Tanggal surat dibuat]

Surat Skorsing Karyawan

Kepada Yth,

[Nama Karyawan]

Dengan hormat,

Sehubungan dengan pelanggaran yang Anda lakukan pada [tanggal pelanggaran], mengenai [jelaskan alasan pelanggaran], maka perusahaan memutuskan untuk memberikan skorsing kepada:

Nama: [nama karyawan]

Posisi: [posisi karyawan]

NIK: [nomor induk kepegawaian karyawan]

terhitung mulai tanggal [tanggal mulai skorsing] hingga [tanggal berakhir skorsing].

Selama masa skorsing, Anda tetap berhak atas [penjelasan hak]. 

Kami harap Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk mengintrospeksi diri, sekaligus menaati perusahaan dengan memberikan klarifikasi lebih lanjut jika diperlukan.

Demikian surat ini dibuat agar dapat Anda perhatikan dan patuhi dengan baik.

Hormat kami,

[Nama HRD]

Itulah informasi seputar skorsing karyawan, aturan hukum yang melandasi, cara memberlakukan skorsing, hingga contoh surat resminya. 

Skorsing adalah tindakan penting yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. 

Dengan memahami aturan, hak, kewajiban, dan langkah-langkah pemberian skorsing, perusahaan dapat menjaga keharmonisan antara kepentingan perusahaan dan hak-hak karyawan. 

Pemahaman ini sangat penting untuk menghindari konflik dan memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.

Cari tahu layanan lengkap Glints untuk mulai membangun tim terbaik Anda yang berkualitas. Dapatkan akses ke jutaan kandidat berkualitas di Glints yang tepat sesuai dengan posisi yang Anda butuhkan. Gratis!

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.