Skorsing adalah suatu tindakan penjatuhan sanksi berupa penghentian sementara hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan.
Penghentian ini merupakan bentuk hukuman atas pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan terhadap peraturan perusahaan atau perjanjian kerja.
Saat masa skorsing, baik karyawan dan perusahaan harus menaati hak dan kewajiban tertentu yang sudah diatur pemerintah.
Yuk, simak bersama penjelasan mengenai apa itu skorsing, penyebab karyawan bisa terkena skorsing, hak serta kewajiban karyawan dan perusahaan di masa skorsing, hingga contoh surat skorsing karyawan!
Isi Artikel
ToggleSkorsing adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawan yang melakukan pelanggaran.
Umumnya, skorsing diterapkan untuk memberi efek jera kepada karyawan yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama.
Skorsing karyawan juga dapat memberikan waktu bagi perusahaan untuk mengevaluasi tindakan yang dilakukan oleh karyawan dan mengambil keputusan lebih lanjut.
Misalnya, pemberian peringatan atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Maka dari itu, bisa dikatakan skorsing adalah bagian dari PHK.
Di masa skorsing, perusahaan akan meminta karyawan untuk tidak datang ke kantor hingga waktu yang ditentukan.
Tujuannya adalah agar karyawan tersebut tidak mengganggu proses kerja, atau rekan kerja lainnya.
Tergantung pada tingkat pelanggaran dan aturan perusahaan yang berlaku, skorsing karyawan dapat berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu lamanya.
Perusahaan dapat memberikan skorsing kepada karyawan karena berbagai macam alasan.
Misalnya, karena kehadiran tidak teratur tanpa izin atau sering datang terlambat secara berulang.
Melakukan pelanggaran etika, tindakan tidak disiplin atau tidak profesional saat bekerja, perilaku tidak pantas di lingkungan kerja, hingga tindakan yang merugikan perusahaan juga bisa menyebabkan karyawan menerima skorsing.
Lebih lengkapnya menurut UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 158, berbagai macam penyebab karyawan bisa kena skorsing adalah sebagai berikut:
Berbagai kesalahan tersebut perlu didukung oleh bukti kuat.
Sebagai contoh, karyawan tertangkap langsung melakukan pelanggaran, saksi dari karyawan bersangkutan, atau bukti lain berupa laporan kejadian dari rekan kerja lainnya.
Skorsing adalah tindakan disipliner ketika perusahaan meminta karyawan untuk tidak datang ke kantor dalam waktu tertentu.
Meski begitu, hubungan kerja Anda dan karyawan tetap masih berlanjut. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah RI No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, hak pekerja akan hilang apabila hubungan kerja berakhir.
Dengan demikian, karyawan masih harus melakukan kewajiban kerja dan mendapatkan hak kerjanya.
Berikut hak karyawan di masa skorsing:
Sementara itu, kewajiban karyawan di masa skorsing yakni sebagai berikut:
Bagi perusahaan, beberapa hak yang perlu diterapkan kepada karyawan yang terkena skorsing adalah sebagai berikut:
Di masa ini, terdapat kewajiban yang perlu dipenuhi perusahaan saat karyawan terkena skorsing, yaitu:

Di Indonesia, aturan hukum yang mengatur skorsing adalah terdapat dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Pada pasal 155 ayat (2) disebutkan bahwa jika karyawan melakukan pelanggaran aturan, maka perusahaan dapat memberikan tindakan skorsing kepada pekerja atau buruh.
Apabila lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial belum menetapkan putusan, baik perusahaan maupun pekerja atau buruh harus tetap melaksanakan seluruh kewajibannya.
Jika masa skorsing sudah diberlakukan dan pekerja atau buruh sedang dalam proses PHK, Anda wajib membayar gaji dan hak-hak lain yang sebelumnya sudah diterima mereka.
Hak dan kewajiban perusahaan terhadap karyawan yang kena skorsing akan hilang apabila perjanjian kerja dinyatakan sudah berakhir.
Hal tersebut tertuang pada Peraturan Pemerintah RI No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.
Tidak hanya dari aturan perundang-undangan, dasar hukum mengenai skorsing juga dapat berasal dari kebijakan internal perusahaan yang berlaku.
Pemberian skorsing karyawan dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan, di antaranya:
Skorsing memungkinkan perusahaan melakukan investigasi tanpa gangguan dari karyawan yang terlibat.
Langkah ini memastikan proses investigasi berjalan lebih objektif, terstruktur, dan bebas dari potensi tekanan atau pengaruh negatif yang dapat muncul jika karyawan tetap datang ke kantor untuk bekerja.
Karyawan yang terkena skorsing diminta untuk tidak datang ke kantor sementara waktu sampai waktu tertentu.
Dengan menjauhkan karyawan yang bermasalah, perusahaan dapat menjaga suasana kerja tetap kondusif dan aman.
Hal ini penting untuk menghindari konflik, keresahan, atau dampak negatif terhadap rekan kerja lainnya.
Skorsing adalah langkah nyata yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat terhadap penegakan aturan dan kedisiplinan.
Dengan kata lain, perusahaan dapat memberikan pesan yang jelas kepada semua karyawan tentang pentingnya mematuhi kebijakan dan kode etik perusahaan.
Pada kasus pelanggaran serius, seperti dugaan fraud atau tindakan yang merugikan perusahaan, skorsing dapat meminimalkan dampak negatif yang lebih besar, baik secara operasional maupun finansial.
Tentu saja langkah ini juga mencegah potensi pelanggaran lebih lanjut.
Pemberian skorsing karyawan dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan, di antaranya:
Jika skorsing tidak dilakukan secara adil atau tanpa dasar yang kuat, perusahaan dapat menghadapi tuntutan hukum dari karyawan yang merasa dirugikan.
Risiko skorsing berikutnya adalah dapat menciptakan ketakutan atau kecemasan di antara karyawan lainnya, sehingga berujung pada penurunan semangat kerja.
Apabila informasi mengenai skorsing karyawan tersebar luas, baik secara internal maupun eksternal. Risiko ini dapat merusak reputasi perusahaan.
Risiko perusahaan memberlakukan skorsing karyawan berikutnya adalah produktivitas tim yang terganggu.
Ya, absennya mereka bisa saja mengganggu operasional dan produktivitas tim secara keseluruhan.
Terlebih, bila karyawan yang terkena skorsing memiliki peran penting dalam sebuah tim.
Anda mungkin harus mengalokasikan sumber daya tambahan untuk proses investigasi (termasuk bila melibatkan konsultan hukum), atau pembayaran gaji selama masa skorsing.
Bahkan, bukan tidak mungkin Anda harus melakukan proses perekrutan sementara untuk menggantikan posisi yang kosong.
Penerapan skorsing perlu dilakukan hati-hati dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Maka itu, skorsing karyawan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Pastikan juga Anda menerapkan kebijakan skorsing secara konsisten tanpa memandang status atau posisi karyawan.
Adapun ragam cara, etika, dan tips memberlakukan skorsing adalah sebagai berikut:
Pastikan pelanggaran yang dilakukan karyawan memiliki dasar yang jelas.
Entah karena pelanggaran kode etik, peraturan perusahaan, atau hukum yang berlaku.
Dokumentasikan segala hal mengenai bukti pelanggaran. Ini baik berupa dokumen, foto, video, laporan saksi, rekaman CCTV, atau bukti fisik lainnya, yang dapat mendukung keputusan skorsing karyawan.
Lakukan evaluasi terhadap bukti yang telah dikumpulkan untuk memastikan bahwa bukti tersebut cukup kuat untuk menjadi dasar penerapan skorsing.
Informasi tentang bukti pelanggaran hingga skorsing karyawan hanya boleh diketahui oleh pihak-pihak yang relevan.
Anda dapat melakukan pertemuan awal dengan karyawan yang bersangkutan guna memberikan kesempatan menjelaskan situasi sebelum keputusan diambil.
Bersikaplah tegas tetapi tetap sopan dalam berkomunikasi dengan karyawan yang dikenakan skorsing.
Meski merupakan tindakan disipliner, skorsing adalah proses yang harus dilakukan dengan cara humanis dan tidak merendahkan martabat karyawan.
Dokumentasikan setiap langkah yang diambil, termasuk hasil diskusi dengan karyawan, untuk menghindari potensi sengketa di kemudian hari.
Hal yang tak kalah penting, perusahaan juga harus transparan dalam memberikan informasi mengenai alasan skorsing dan prosedur yang dilakukan.
Pada kasus yang kompleks, seperti dugaan pelanggaran serius, tak ada salahnya melibatkan mediator atau konsultan eksternal.
Pastikan semua tindakan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan dan hukum yang berlaku, ya.
Jika perusahaan hendak menjatuhkan sanksi pada karyawan, Anda perlu memberikan surat skorsing resmi kepada karyawan yang bersangkutan.
Proses pemberian surat skorsing karyawan harus dilakukan secara privat. Artinya, tidak diumumkan di depan rekan kerja atau pihak lain.
Namun, perusahaan perlu menginformasikan keputusan skorsing kepada departemen atau divisi terkait.
Ini termasuk departemen atau divisi HRD, serta departemen atau divisi yang bersangkutan dengan pekerjaan karyawan.
Penting untuk diingat bahwa setiap kasus skorsing memiliki karakteristik yang berbeda.
Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan penilaian secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan untuk memberikan sanksi skorsing.
Jika ini adalah kali pertama Anda akan menghentikan perjanjian kerja dengan karyawan secara sementara, berikut kami berikan contoh surat skorsing karyawan.
Surat skorsing harus mencantumkan nama dan jabatan karyawan, alasan skorsing, durasi, serta tanggal mulai dan berakhirnya skorsing. Di akhir surat, sertakan pula dengan tanda tangan pejabat yang berwenang.
Nah, contoh di bawah ini tergolong sederhana, Anda dapat mengubahnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
[Email/telepon Perusahaan]
[Tanggal surat dibuat]
Surat Skorsing Karyawan
Kepada Yth,
[Nama Karyawan]
Dengan hormat,
Sehubungan dengan pelanggaran yang Anda lakukan pada [tanggal pelanggaran], mengenai [jelaskan alasan pelanggaran], maka perusahaan memutuskan untuk memberikan skorsing kepada:
Nama: [nama karyawan]
Posisi: [posisi karyawan]
NIK: [nomor induk kepegawaian karyawan]
terhitung mulai tanggal [tanggal mulai skorsing] hingga [tanggal berakhir skorsing].
Selama masa skorsing, Anda tetap berhak atas [penjelasan hak].
Kami harap Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk mengintrospeksi diri, sekaligus menaati perusahaan dengan memberikan klarifikasi lebih lanjut jika diperlukan.
Demikian surat ini dibuat agar dapat Anda perhatikan dan patuhi dengan baik.
Hormat kami,
[Nama HRD]
Itulah informasi seputar skorsing karyawan, aturan hukum yang melandasi, cara memberlakukan skorsing, hingga contoh surat resminya.
Skorsing adalah tindakan penting yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Dengan memahami aturan, hak, kewajiban, dan langkah-langkah pemberian skorsing, perusahaan dapat menjaga keharmonisan antara kepentingan perusahaan dan hak-hak karyawan.
Pemahaman ini sangat penting untuk menghindari konflik dan memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
Cari tahu layanan lengkap Glints untuk mulai membangun tim terbaik Anda yang berkualitas. Dapatkan akses ke jutaan kandidat berkualitas di Glints yang tepat sesuai dengan posisi yang Anda butuhkan. Gratis!