616 views

10 Cara Menentukan Gaji Karyawan untuk Usaha Kecil

Annisa Amalia Ikhsania
Annisa Amalia Ikhsania
31 December 2024
seseorang sedang menghitung gaji

Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil mungkin menjadi tantangan terbesar bagi beberapa perusahaan. 

Pasalnya, Anda harus memberikan jumlah sesuai dengan performa mereka. Di sisi lain, Anda masih perlu modal dalam menjalankan usaha kecil.

Sekarang, Anda tak perlu khawatir karena ada sejumlah cara membayar gaji pekerja usaha kecil yang dapat diterapkan. 

Yuk, mari kita simak bersama artikel berikut ini!

Apa itu Usaha Kecil?

Definisi usaha kecil diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Berdasarkan UU tersebut, usaha kecil adalah usaha produktif yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha yang memenuhi kriteria tertentu. Misalnya, aset dan omset.

Berikut syarat aset dan omset yang dimiliki oleh UMKM:

  • Aset bersih: di atas Rp50 juta hingga Rp500 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha).
  • Omset tahunan: di atas Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.

Maka pada umumnya, ciri khas usaha kecil adalah:

  • memiliki jumlah karyawan yang relatif sedikit
  • struktur organisasi sederhana
  • sumber daya terbatas

Aturan Hukum yang Mengatur Gaji Karyawan UMKM

Kondisi UMKM berbeda dengan perusahaan besar pada umumnya. Maka itu, pemerintah Indonesia memberikan kelonggaran khusus bagi UMKM dalam menentukan besaran gaji karyawan. 

Adapun aturan hukum yang mengatur gaji karyawan UMKM tercantum pada PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021.

Peraturan ini memberikan pengecualian bagi UMKM dalam penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Meskipun diberikan kelonggaran, cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil tetap harus memenuhi persyaratan minimal, yaitu:

  • Minimal 50% dari rata-rata tingkat konsumsi masyarakat di tingkat provinsi. Artinya, gaji yang diberikan harus cukup memenuhi kebutuhan hidup dasar karyawan sesuai standar hidup di wilayah tersebut.
  • Minimal 25% di atas garis kemiskinan tingkat provinsi. Gaji yang ditetapkan harus lebih tinggi dari batas kemiskinan di wilayah tersebut, sehingga karyawan dapat hidup di atas garis kemiskinan.

Selain memenuhi persyaratan minimal tersebut, penetapan gaji karyawan UMKM juga harus didasarkan pada kesepakatan bersama antara pengusaha dan pekerja/buruh. 

Kesepakatan tersebut dapat dituangkan dalam perjanjian kerja individu atau perjanjian kerja bersama.

Jenis Upah Karyawan

Menentukan jenis upah yang tepat penting untuk memastikan keadilan dan kepatuhan terhadap regulasi. Berikut jenis-jenisnya yang umum:

1. Upah satuan waktu

Upah satuan waktu adalah upah yang dibayarkan sesuai dengan waktu kerja karyawan, yakni per jam, hari, atau bulan. upah ini sangat umum diterapkan di Indonesia. 

Sebagai contoh, upah karyawan paruh waktu yang dibayar per jam, kuli panggul yang upahnya dibayar per hari, serta karyawan tetap perusahaan yang mendapat upah bulanan.

2. Upah satuan hasil

Jenis upah karyawan berikutnya adalah berdasarkan satuan hasil. Sesuai namanya, upah ini diberikan sesuai capaian hasil atau produksi yang dilakukan karyawan. 

Misalnya, upah penulis pekerja lepas yang mendapat upah berdasarkan jumlah artikel yang berhasil diselesaikan. 

3. Upah borongan

Upah borongan dibayarkan sesuai hasil, volume, atau jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan. 

Anda dan pekerja dapat menyepakati berapa jumlah upah yang dapat dibayarkan. Pembayaran borongan cocok untuk untuk pekerjaan proyek atau target tertentu. 

Contohnya seperti Anda merekrut freelance social media specialist untuk mengatur media sosial dan membayarnya di akhir proyek. 

4. Upah berdasarkan skala

Jenis upah ini dibayarkan oleh perusahaan berdasarkan skala atau hasil keuntungan.

Dengan kata lain, karyawan akan mendapat kenaikan gaji apabila perusahaan untung, serta mengalami kemunduran gaji apabila perusahaan sedang merugi.

5. Upah bonus

Upah bonus diberikan kepada karyawan di luar gaji pokok pada waktu-waktu tertentu. 

Contohnya, saat karyawan berhasil mencapai target, bekerja di atas standar, atau menjadi karyawan dengan kinerja terbaik. 

Komponen Gaji Karyawan

Berikut adalah beberapa komponen utama gaji karyawan yang umum diterapkan oleh perusahaan, termasuk untuk usaha kecil:

1. Gaji pokok

Gaji pokok adalah komponen utama dalam struktur gaji karyawan yang diberikan sesuai perjanjian kerja atau kesepakatan. 

Besarannya biasanya ditentukan berdasarkan jabatan, tanggung jawab, dan tingkat keahlian karyawan.

Contoh, jika UMP wilayah Anda adalah Rp4.500.000, gaji pokok biasanya tidak boleh lebih rendah dari angka ini.

2. Tunjangan tetap

Tunjangan tetap adalah tambahan gaji yang dibayarkan secara rutin setiap bulan, tidak bergantung pada kehadiran atau kinerja karyawan. 

Tunjangan keluarga, transportasi, dan perumahan, misalnya. Anda memberikan tunjangan transportasi kepada karyawan sebesar Rp500.000 per bulan.

3. Tunjangan tidak tetap

Berbeda dengan tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap hanya diberikan jika karyawan memenuhi kriteria tertentu, seperti kehadiran terpenuhi atau pencapaian target kerja.

Anda memberikan tunjangan kehadiran sebesar Rp100.000 per hari apabila karyawan hadir penuh.

4. Upah lembur

Upah lembur dapat diberikan kepada karyawan dengan jam kerja yang melebihi ketentuan jam kerja normal (8 jam per hari atau 40 jam per minggu). 

Perhitungan upah lembur sendiri diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 dan PP No. 35 Tahun 2021.

Hitungan lembur bagi karyawan yang bekerja 2 jam lembur dengan tarif 1,5 kali upah per jam akan dihitung sesuai dengan gaji pokok dan jumlah jam.

5. Bonus

Bonus atau insentif merupakan penghargaan atas capaian karyawan yang bekerja melebihi target atau mendapat hasil kerja tertentu. Bonus bisa berupa uang tunai, voucher, atau hadiah lain.

6. Potongan wajib

Potongan wajib meliputi iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Besarannya diatur undang-undang, seperti UU No. 24 Tahun 2011:

  • BPJS Kesehatan: 1% dari gaji (karyawan) dan 4% (pemberi kerja).
  • BPJS Ketenagakerjaan: 2% dari gaji (karyawan) dan 3.7% (pemberi kerja).

7. Fasilitas atau tunjangan non-finansial

Selain komponen finansial, pemberi kerja juga dapat memberikan fasilitas tambahan seperti asuransi kesehatan, akses kendaraan operasional, atau subsidi pendidikan.

Meski tidak selalu berupa uang, fasilitas ini dihitung sebagai bagian dari total penghasilan karyawan.

Cara Menentukan Gaji Karyawan untuk Usaha Kecil

Jika sudah mengetahui dan menetapkan sistem upah yang akan diterapkan pada usaha kecil, sekarang saatnya menentukan gaji karyawan Anda. 

Berikut cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil: 

1. Pahami aturan upah minimum

Penting bagi pemberi usaha mempelajari UMP atau UMK yang berlaku di wilayah Anda. Langkah ini dapat menjadi acuan utama dalam menentukan gaji dasar.

2. Lakukan riset upah pasar

Memahami besaran gaji untuk posisi dan pengalaman yang sama di usaha sejenis, atau di wilayah yang sama sangat penting dalam cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil. 

Tujuannya adalah untuk membantu Anda menentukan gaji yang kompetitif namun tetap realistis. Dengan begitu, gaji karyawan tidak terlalu tinggi ataupun terlalu kecil. 

3. Analis keuangan usaha

Selanjutnya, tentukan anggaran yang dapat dialokasikan untuk menggaji karyawan. Ingat, jangan sampai membebani keuangan usaha Anda, ya.

4. Sesuaikan gaji dengan nilai pekerjaan

Setiap posisi memiliki nilai yang berbeda bagi perusahaan. Semakin strategis dan kompleks suatu pekerjaan, semakin tinggi pula gaji karyawan yang pantas diberikan.

Untuk itu, Anda bisa membuat daftar posisi dan jabatan terlebih dahulu. Kemudian, tetapkan rentang gaji untuk masing-masing posisi tersebut.

5. Perhitungkan insentif dan tunjangan 

Coba perhitungkan tunjangan (kesehatan, transportasi, atau hari raya) untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan karyawan. Dengan begitu, perusahaan Anda akan tampak menarik di mata karyawannya. 

6. Pertimbangkan kontribusi karyawan

Selain nilai pekerjaan, pertimbangkan juga kontribusi individu karyawan terhadap keberhasilan perusahaan. 

Karyawan yang memberikan kontribusi lebih besar berhak mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi.

Kaitkan pula kenaikan gaji dengan kinerja karyawan. Hal ini dapat memotivasi karyawan untuk terus meningkatkan produktivitasnya.

7. Buat struktur gaji yang jelas

Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil berikutnya adalah membuat struktur gaji yang jelas. 

Struktur gaji yang jelas dapat membantu karyawan memahami sistem penggajian dan memberikan rasa keadilan.

8. Hitung beban pajak dan BPJS

Pastikan gaji yang Anda tentukan sudah memperhitungkan potongan pajak dan iuran BPJS sesuai dengan peraturan.

9. Sesuaikan dengan aturan yang berlaku

Gaji yang Anda berikan kepada karyawan haruslah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Misalnya, berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021.

10. Tinjau ulang secara berkala

Kondisi pasar tenaga kerja dan ekonomi selalu berubah. Oleh karena itu, tinjau kembali struktur gaji karyawan Anda secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan usaha dan inflasi.

Cara Menghitung Gaji Karyawan untuk Usaha Kecil

perhitungan upah per jam

Untuk cara menghitung gaji karyawan usaha kecil, berikut adalah contoh panduan yang bisa Anda terapkan:

1. Contoh perhitungan gaji pokok bulanan ditambah tunjangan

Ani adalah seorang karyawan administratif penuh waktu di sebuah usaha kecil di kawasan Jakarta dengan gaji pokok setiap bulan adalah Rp4.901.798.

Ani juga mendapatkan tunjangan transportasi sebesar Rp500.000 dan tunjangan makan Rp300.000.

Maka, gaji bersih yang diterima Ani adalah:

Gaji pokok + tunjangan transportasi + tunjangan makanan

Jadi, Rp4.901.798 + Rp500.000 + Rp300.000 = Rp5.701.798.

2. Contoh perhitungan gaji per jam

Menurut Kemenetrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 berikut adalah perhitungan gaji per jam adalah:

1/173 x gaji sebulan = gaji per jam

Contohnya, Adi bekerja paruh waktu di sebuah usaha kecil. Ia mendapat gaji pokok sebesar Rp2.000.000. Pada bulan Desember, Adi bekerja selama 5 hari selama 12 jam setiap harinya. 

Maka, gaji per jam Adi adalah: 

1/173 x Rp2.000.000 = Rp11.560.

Lalu, gaji per bulan yang diterima Adi adalah:

Rp11.560 x 5 hari x 12 jam = Rp693.600.

3. Contoh perhitungan gaji per hari

Perhitungan gaji bulanan berdasarkan jumlah hari kerja karyawan menggunakan rumus berikut:

Jumlah hari kerja karyawan : jumlah hari kerja 1 bulan x gaji sebulan

Sebagai contoh, seorang karyawan tetap bekerja pada sebuah usaha kecil. Gaji pokok yang ia dapat sebesar Rp3.500.000. Jika ia bekerja selama 5 hari, maka gaji yang didapatkan karyawan tersebut adalah:

15/21 x Rp3.500.000 = Rp2.499.000.

Demikian informasi seputar cara menghitung gaji karyawan untuk usaha kecil.

Menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil memang membutuhkan pemahaman yang baik tentang aturan pemerintah, kebutuhan bisnis, dan pasar kerja. 

Dengan begitu, Anda dapat menyusun struktur gaji yang adil, kompetitif, dan sesuai dengan kemampuan usaha kecil. 

Pastikan juga Anda selalu memperbarui informasi terkait regulasi yang berlaku untuk menjaga kepatuhan dan kelangsungan usaha.

Jika sedang merekrut karyawan baru untuk usaha kecil Anda, coba pasang lowongan kerja di Glints, sekarang!

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.