10 Cara Menentukan Gaji Karyawan untuk Usaha Kecil
Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil mungkin menjadi tantangan terbesar bagi beberapa perusahaan.
Pasalnya, Anda harus memberikan jumlah sesuai dengan performa mereka. Di sisi lain, Anda masih perlu modal dalam menjalankan usaha kecil.
Sekarang, Anda tak perlu khawatir karena ada sejumlah cara membayar gaji pekerja usaha kecil yang dapat diterapkan.
Yuk, mari kita simak bersama artikel berikut ini!
Isi Artikel
ToggleDefinisi usaha kecil diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan UU tersebut, usaha kecil adalah usaha produktif yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha yang memenuhi kriteria tertentu. Misalnya, aset dan omset.
Berikut syarat aset dan omset yang dimiliki oleh UMKM:
Maka pada umumnya, ciri khas usaha kecil adalah:
Kondisi UMKM berbeda dengan perusahaan besar pada umumnya. Maka itu, pemerintah Indonesia memberikan kelonggaran khusus bagi UMKM dalam menentukan besaran gaji karyawan.
Adapun aturan hukum yang mengatur gaji karyawan UMKM tercantum pada PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021.
Peraturan ini memberikan pengecualian bagi UMKM dalam penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Meskipun diberikan kelonggaran, cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil tetap harus memenuhi persyaratan minimal, yaitu:
Selain memenuhi persyaratan minimal tersebut, penetapan gaji karyawan UMKM juga harus didasarkan pada kesepakatan bersama antara pengusaha dan pekerja/buruh.
Kesepakatan tersebut dapat dituangkan dalam perjanjian kerja individu atau perjanjian kerja bersama.
Menentukan jenis upah yang tepat penting untuk memastikan keadilan dan kepatuhan terhadap regulasi. Berikut jenis-jenisnya yang umum:
Upah satuan waktu adalah upah yang dibayarkan sesuai dengan waktu kerja karyawan, yakni per jam, hari, atau bulan. upah ini sangat umum diterapkan di Indonesia.
Sebagai contoh, upah karyawan paruh waktu yang dibayar per jam, kuli panggul yang upahnya dibayar per hari, serta karyawan tetap perusahaan yang mendapat upah bulanan.
Jenis upah karyawan berikutnya adalah berdasarkan satuan hasil. Sesuai namanya, upah ini diberikan sesuai capaian hasil atau produksi yang dilakukan karyawan.
Misalnya, upah penulis pekerja lepas yang mendapat upah berdasarkan jumlah artikel yang berhasil diselesaikan.
Upah borongan dibayarkan sesuai hasil, volume, atau jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan.
Anda dan pekerja dapat menyepakati berapa jumlah upah yang dapat dibayarkan. Pembayaran borongan cocok untuk untuk pekerjaan proyek atau target tertentu.
Contohnya seperti Anda merekrut freelance social media specialist untuk mengatur media sosial dan membayarnya di akhir proyek.
Jenis upah ini dibayarkan oleh perusahaan berdasarkan skala atau hasil keuntungan.
Dengan kata lain, karyawan akan mendapat kenaikan gaji apabila perusahaan untung, serta mengalami kemunduran gaji apabila perusahaan sedang merugi.
Upah bonus diberikan kepada karyawan di luar gaji pokok pada waktu-waktu tertentu.
Contohnya, saat karyawan berhasil mencapai target, bekerja di atas standar, atau menjadi karyawan dengan kinerja terbaik.
Berikut adalah beberapa komponen utama gaji karyawan yang umum diterapkan oleh perusahaan, termasuk untuk usaha kecil:
Gaji pokok adalah komponen utama dalam struktur gaji karyawan yang diberikan sesuai perjanjian kerja atau kesepakatan.
Besarannya biasanya ditentukan berdasarkan jabatan, tanggung jawab, dan tingkat keahlian karyawan.
Contoh, jika UMP wilayah Anda adalah Rp4.500.000, gaji pokok biasanya tidak boleh lebih rendah dari angka ini.
Tunjangan tetap adalah tambahan gaji yang dibayarkan secara rutin setiap bulan, tidak bergantung pada kehadiran atau kinerja karyawan.
Tunjangan keluarga, transportasi, dan perumahan, misalnya. Anda memberikan tunjangan transportasi kepada karyawan sebesar Rp500.000 per bulan.
Berbeda dengan tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap hanya diberikan jika karyawan memenuhi kriteria tertentu, seperti kehadiran terpenuhi atau pencapaian target kerja.
Anda memberikan tunjangan kehadiran sebesar Rp100.000 per hari apabila karyawan hadir penuh.
Upah lembur dapat diberikan kepada karyawan dengan jam kerja yang melebihi ketentuan jam kerja normal (8 jam per hari atau 40 jam per minggu).
Perhitungan upah lembur sendiri diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 dan PP No. 35 Tahun 2021.
Hitungan lembur bagi karyawan yang bekerja 2 jam lembur dengan tarif 1,5 kali upah per jam akan dihitung sesuai dengan gaji pokok dan jumlah jam.
Bonus atau insentif merupakan penghargaan atas capaian karyawan yang bekerja melebihi target atau mendapat hasil kerja tertentu. Bonus bisa berupa uang tunai, voucher, atau hadiah lain.
Potongan wajib meliputi iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Besarannya diatur undang-undang, seperti UU No. 24 Tahun 2011:
Selain komponen finansial, pemberi kerja juga dapat memberikan fasilitas tambahan seperti asuransi kesehatan, akses kendaraan operasional, atau subsidi pendidikan.
Meski tidak selalu berupa uang, fasilitas ini dihitung sebagai bagian dari total penghasilan karyawan.
Jika sudah mengetahui dan menetapkan sistem upah yang akan diterapkan pada usaha kecil, sekarang saatnya menentukan gaji karyawan Anda.
Berikut cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil:
Penting bagi pemberi usaha mempelajari UMP atau UMK yang berlaku di wilayah Anda. Langkah ini dapat menjadi acuan utama dalam menentukan gaji dasar.
Memahami besaran gaji untuk posisi dan pengalaman yang sama di usaha sejenis, atau di wilayah yang sama sangat penting dalam cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil.
Tujuannya adalah untuk membantu Anda menentukan gaji yang kompetitif namun tetap realistis. Dengan begitu, gaji karyawan tidak terlalu tinggi ataupun terlalu kecil.
Selanjutnya, tentukan anggaran yang dapat dialokasikan untuk menggaji karyawan. Ingat, jangan sampai membebani keuangan usaha Anda, ya.
Setiap posisi memiliki nilai yang berbeda bagi perusahaan. Semakin strategis dan kompleks suatu pekerjaan, semakin tinggi pula gaji karyawan yang pantas diberikan.
Untuk itu, Anda bisa membuat daftar posisi dan jabatan terlebih dahulu. Kemudian, tetapkan rentang gaji untuk masing-masing posisi tersebut.
Coba perhitungkan tunjangan (kesehatan, transportasi, atau hari raya) untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan karyawan. Dengan begitu, perusahaan Anda akan tampak menarik di mata karyawannya.
Selain nilai pekerjaan, pertimbangkan juga kontribusi individu karyawan terhadap keberhasilan perusahaan.
Karyawan yang memberikan kontribusi lebih besar berhak mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi.
Kaitkan pula kenaikan gaji dengan kinerja karyawan. Hal ini dapat memotivasi karyawan untuk terus meningkatkan produktivitasnya.
Cara menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil berikutnya adalah membuat struktur gaji yang jelas.
Struktur gaji yang jelas dapat membantu karyawan memahami sistem penggajian dan memberikan rasa keadilan.
Pastikan gaji yang Anda tentukan sudah memperhitungkan potongan pajak dan iuran BPJS sesuai dengan peraturan.
Gaji yang Anda berikan kepada karyawan haruslah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Misalnya, berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), serta PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021.
Kondisi pasar tenaga kerja dan ekonomi selalu berubah. Oleh karena itu, tinjau kembali struktur gaji karyawan Anda secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan usaha dan inflasi.

Untuk cara menghitung gaji karyawan usaha kecil, berikut adalah contoh panduan yang bisa Anda terapkan:
Ani adalah seorang karyawan administratif penuh waktu di sebuah usaha kecil di kawasan Jakarta dengan gaji pokok setiap bulan adalah Rp4.901.798.
Ani juga mendapatkan tunjangan transportasi sebesar Rp500.000 dan tunjangan makan Rp300.000.
Maka, gaji bersih yang diterima Ani adalah:
Gaji pokok + tunjangan transportasi + tunjangan makanan
Jadi, Rp4.901.798 + Rp500.000 + Rp300.000 = Rp5.701.798.
Menurut Kemenetrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 berikut adalah perhitungan gaji per jam adalah:
1/173 x gaji sebulan = gaji per jam
Contohnya, Adi bekerja paruh waktu di sebuah usaha kecil. Ia mendapat gaji pokok sebesar Rp2.000.000. Pada bulan Desember, Adi bekerja selama 5 hari selama 12 jam setiap harinya.
Maka, gaji per jam Adi adalah:
1/173 x Rp2.000.000 = Rp11.560.
Lalu, gaji per bulan yang diterima Adi adalah:
Rp11.560 x 5 hari x 12 jam = Rp693.600.
Perhitungan gaji bulanan berdasarkan jumlah hari kerja karyawan menggunakan rumus berikut:
Jumlah hari kerja karyawan : jumlah hari kerja 1 bulan x gaji sebulan
Sebagai contoh, seorang karyawan tetap bekerja pada sebuah usaha kecil. Gaji pokok yang ia dapat sebesar Rp3.500.000. Jika ia bekerja selama 5 hari, maka gaji yang didapatkan karyawan tersebut adalah:
15/21 x Rp3.500.000 = Rp2.499.000.
Demikian informasi seputar cara menghitung gaji karyawan untuk usaha kecil.
Menentukan gaji karyawan untuk usaha kecil memang membutuhkan pemahaman yang baik tentang aturan pemerintah, kebutuhan bisnis, dan pasar kerja.
Dengan begitu, Anda dapat menyusun struktur gaji yang adil, kompetitif, dan sesuai dengan kemampuan usaha kecil.
Pastikan juga Anda selalu memperbarui informasi terkait regulasi yang berlaku untuk menjaga kepatuhan dan kelangsungan usaha.
Jika sedang merekrut karyawan baru untuk usaha kecil Anda, coba pasang lowongan kerja di Glints, sekarang!