Mengukur Kinerja Karyawan: Definisi, Metode dan Gratis Template

Linggar
Linggar
September 20, 2022
Mengukur Kinerja Karyawan: Definisi, Metode dan Gratis Template

Mengukur kinerja karyawan menjadi kebutuhan bagi banyak perusahaan. Evaluasi atas kinerja karyawan menjadi dasar kebijakan lain seperti penyesuaian gaji, kebutuhan pelatihan dan pengembangan dan juga terkait produktivitas perusahaan itu sendiri. 

Begitu pentingnya evaluasi kinerja karyawan, umumnya perusahaan melakukan penilaian secara rutin, mungkin setiap tiga bulan, enam bulan atau setahun sekali. 

Data dari Betterworks pada 2020, menyebutkan perusahaan yang memiliki proses evaluasi kinerja yang berkelanjutan 39% lebih baik dalam menarik talenta terbaik dan 44% lebih baik dalam mempertahankan karyawannya. 

Statistik ini tentu menambah level urgensi dari pentingnya menyiapkan sistem untuk mengukur kinerja karyawan yang terstruktur dan minim bias. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas evaluasi kinerja karyawan secara lengkap mulai dari apa itu evaluasi kinerja karyawan, bagaimana cara mengukur kinerja karyawan dan ada juga template gratis untuk Anda yang ingin melakukan evaluasi dengan metode 360 degree

Baca juga: Bagaimana Melakukan Performance Appraisal dengan Efektif

Apa definisi evaluasi kinerja karyawan

Evaluasi kinerja karyawan merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk menilai dan mengevaluasi performa kerja karyawan. 

Dalam proses ini, penilaian umumnya dilakukan berdasarkan target atau key performance indicator yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. Di kesempatan ini, karyawan mendapatkan feedback atas hasil kerjanya dalam periode tertentu. 

Proses penilaian kinerja ini umumnya akan terhubung dengan jenjang karir baik promosi maupun terminasi, kompensasi seperti gaji dan tunjangan dan juga rencana pengembangan karir untuk karyawan. 

Bagaimana cara mengukur kinerja karyawan

Ada banyak pilihan metode penilaian kinerja karyawan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan. Berikut 7 metode mengukur kinerja karyawan:

Traditional assessment

Metode penilaian tradisional menitikberatkan penilaian pada penilaian dari manajer atau atasan langsung saja. Manajer dan karyawan dapat melakukan pertemuan untuk berdiskusi tentang hasil kerja karyawan, tugas dan tanggung jawab yang sudah terlaksana atau ada kendala tertentu termasuk pencapaian target. 

Kelebihan dari metode ini adalah sederhana sehingga umumnya baik karyawan maupun manajer sudah familiar. 

Namun kekurangannya, kemungkinan bias dalam penilaian tinggi karena penilaian hanya dilakukan oleh manajer saja. Selain itu, menurut Impraise, kekurangan dari sistem penilaian tradisional adalah tidak efisien, menurunkan motivasi tim, menghambat kerja sama tim dan tidak adanya fleksibilitas dalam prosesnya.

Management by Objectives (MBO)

Dalam metode ini, penilaian karyawan dilakukan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan dalam periode tertentu. 

Proses MBO sendiri terbagi dalam 3 tahap yaitu, perencanaan, monitoring dan reviewing

Keunggulan dari metode ini adalah komunikasi antara karyawan dan manajer tidak hanya berjalan satu arah. Namun demikian, jika perusahaan ingin menilai culture fit, mungkin metode ini kurang tepat.

360 Degree Feedback

Seperti namanya, metode ini mempertimbangkan penilaian dari semua orang yang bekerja sama dengan karyawan, mulai dari manajer, rekan kerja termasuk diri sendiri. 

Metode ini relatif lebih komprehensif dan dapat mengurangi kemungkinan adanya bias dalam penilaian kinerja. 

Dengan menggunakan metode ini, ada 5 komponen penting yang harus diperhatikan:

  1. Self appraisal. Karyawan menilai kinerjanya sendiri untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam hasil kerjanya sendiri. 
  2. Manager review. Manajer langsung melakukan penilaian atas kinerja dan mungkin juga secara budaya kerja. 
  3. Peer review. Rekan kerja memberikan nilai utamanya terkait budaya kerja dan karakter seperti kemauan bekerja sama, inisiatif dan  kontribusi terhadap tim. 
  4. Subordinate Appraising Manager (SAM). Di tahap ini, manajer penilai bawahan mengevaluasi karyawan berdasarkan laporan langsung. 
  5. Customer/client review. Penilaian ini dilakukan berdasar ulasan dari pelanggan yang berinteraksi dengan karyawan bersangkutan secara teratur. 

Selain dapat meminimalisir bias, metode ini juga dapat meningkatkan kesadarann karaywan akan perannya di dalam tim dari berbagai perspektif. 

Assessment Center Method

Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Angkatan Darat Jerman pada tahun 1930 hingga kemudian mengalami penyesuaian untuk penilaian dalam perusahaan. 

Metode mengandaikan bagaimana orang lain melakukan evaluasi kinerja karyawan dan pengaruhnya pada kinerja karyawan. Di dalamnya terdapat metode partisipasi dalam simulasi sosial, diskusi informal, latihan pencarian fakta, pengambilan keputusan dan permainan peran. 

Metode ini memang mampu menilai kinerja individu bahkan hingga memperkirakan kinerjanya di masa depan. Namun, untuk pelaksanaannya membutuhkan waktu dan biaya yang sulit diprediksi.

Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS)

Perusahaan yang mengukur kinerja karyawannya dengan menggunakan metode BARS, akan mendapatkan hasil baik secara kualitatif maupun kuantitatif. 

Hal ini karena BARS membandingkan kinerja karyawan dengan contoh perilaku spesifik yang diberikan rating berupa angka. 

Kelebihan metode ini adalah adanya standar yang jelas dan konkrit namun demikian perusahaan perlu meluangkan waktu lebih untuk mendefinisikan setiap rating penilaian. 

Psychological Appraisals

Penilaian psikologis banyak digunakan untuk mengidentifikasi potensi tersembunyi dalam diri karyawan. Fokus metode ini adalah analisis kinerja karyawan di masa depan. 

Dengan menggunakan metode ini, ada 7 komponen utama kinerja karyawan yang dapat dinilai:

  1. Keterampilan interpersonal
  2. Kemampuan kognitif
  3. Kemampuan intelektual
  4. Kepemimpinan
  5. Karakter kepribadian
  6. Kecerdasan emosional
  7. Keterampilan terkait

Untuk melakukan evaluasi karyawan dengan metode ini, perusahaan perlu bekerja sama dengan psikolog ahli. Hal ini juga yang menjadi kekurangan karena cukup rumit dan membutuhkan waktu yang panjang. 

Human Resource (Cost) Accounting Method

Perusahaan yang memilih menggunakan metode ini akan menilai karyawan melalui manfaat finansial yang berhasil diberikannya untuk perusahaan. Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan biaya mempertahankan karyawan dan kontribusi karyawan yang diperoleh perusahaan. 

Kelebihan menggunakan metode ini adalah dapat mengukur dengan efektif pertukaran nilai oleh karyawan dan perusahaan. 

Gratis template metode 360 degree

Kuarter lalu, Glints merilis ebook Performance Appraisal Toolkit, selain insight dari praktisi dari berbagai startup terkemuka di tanah air seperti Amartha, Flip, GNFI dan Sayurbox, kami juga menyertakan template gratis untuk Anda yang memilih metode 360 degree feedback.

Silakan unduh gratis melalui link di atas.


Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!
Mulailah perjalanan perekrutan Anda bersama kami hari ini dengan konsultasi gratis. Cukup isi formulir dan tim Glints akan segera menghubungi Anda.