Strategi Memulai Talent Management Sukses 2022

Meidiana Aprilliani
Meidiana Aprilliani
August 8, 2022
Talent Management yang Sukses

Ekonomi global yang fluktuatif mendorong perusahaan untuk memulai talent management yang lebih strategis. Ada kebutuhan talenta kompeten yang kian tinggi sehingga mendorong proses rekrutmen yang lebih selektif. Di satu sisi, ada karyawan potensial dan kompeten yang juga harus selalu termotivasi agar memberikan kinerja terbaik untuk perusahaan dalam jangka waktu lama. 

Menurut survey McKinsey, ada korelasi erat antara talent management dengan performa bisnis perusahaan. Di mana, 99% responden dengan talent management yang efektif di perusahaannya mengatakan mereka berhasil mengungguli kompetitor dari segi bisnis. 

Untuk mengenal talent management lebih luas, simak ulasan yang telah Glints for Employers rangkum berikut ini. 

Talent Management yang Sukses

Apa Itu Talent Management?

Melansir Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD), talent management adalah proses sistematis untuk menciptakan attraction (daya tarik), identification (identifikasi), development (pengembangan), engagement (keterlibatan), retention (retensi), dan deployment (penyebaran) talenta-talenta yang memiliki nilai untuk perusahaan. 

Dalam talent management, mengelola sumber daya manusia (SDM) bukan hanya tentang bagaimana perusahaan berhasil merekrut talenta kompeten. Lebih dari itu, fokus istilah ini berfokus pada bagaimana perusahaan berhasil mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan talenta sebagai bagian dari strategi jangka panjang. 

Baca juga: Inilah Alasan Perusahaan Perlu Jasa Talent Management Selama Ekspansi

Lalu, Mengapa Talent Management Penting?

“Perusahaan yang mengimplementasikan talent management memiliki employee turnover 40% lebih rendah dan employee engagement 38% lebih tinggi.”

Deloitte

Secara sederhana, melakukan manajemen talenta artinya berinvestasi pada “modal utama” perusahaan–sumber daya manusia. Ketika diimplementasikan secara strategis, talent management dapat membantu meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan dan memastikannya tetap kompetitif. Selain itu, berikut adalah manfaat manajemen talenta lainnya yang bisa Anda rasakan:

1. Menciptakan peluang pertumbuhan karier yang berarti bagi karyawan

2. Membangun tempat kerja berkinerja tinggi.

3. Berkontribusi pada inklusi dan keragaman lingkungan kerja

4. Mendorong budaya belajar

5. Meningkatkan nilai Employee Value Proposition

6. Adanya data analitis setiap individu untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik

7. Meningkatkan produktivitas


Mengenal 6 Proses dalam Talent Management

Melansir Business Jargons, proses dalam talent management terdiri dari beberapa tahapan:

1. Perencanaan (Planning)

Merupakan langkah inisiasi dalam manajemen talenta, perencanaan meliputi beberapa cakupan aktivitas. Mulai dari mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja, mengembangkan deskripsi pekerjaan dan peran kunci, dan mengajukan workforce plan untuk kebutuhan rekrutmen. 

2. Menciptakan Daya Tarik (Attracting)

Tahapan ini akan memutuskan apakah kandidat untuk kebutuhan rekrutmen harus berasal dari internal atau eksternal. Tahapan ini juga meliputi pencarian talenta yang ideal untuk mengisi posisi yang kosong melalui beberapa media. Mulai dari portal karier, jejaring sosial profesional, hingga referal.

3. Memilih (Selecting)

Merujuk pada proses rekrutmen, tahapan ini akan mencakup aktivitas seperti: 

– Menjadwalkan tes tulis dan wawancara

– Mengkurasi kandidat yang paling ideal untuk peran yang terbuka

4. Mengembangkan (Developing)

Pada tahap ini, kandidat yang terpilih akan masuk ke tahap persiapan untuk lebih mengenal peran dan budaya perusahaan. Aktivitas pada tahapan ini meliputi:

– Pelaksanaan program orientasi

– Meningkatkan keterampilan karyawan baru agar sesuai dengan peran mereka

– Penyuluhan, pengajaran,  pendampingan, dan rotasi pekerjaan

5. Mempertahankan (Retaining)

Retensi karyawan sangat penting untuk eksistensi dan kelangsungan organisasi. Karena itu, Anda dapat melakukan hal ini untuk mengontrol angka retensi perusahaan. 

– Adanya promosi dan kenaikan kompensasi

– Memberikan kesempatan untuk berkembang melalui proyek-proyek khusus

– Peluang pengambilan keputusan partisipatif

– Mengajarkan keterampilan kerja baru

– Mengidentifikasi kontribusi dan upaya yang dikerahkan tiap individu

6. Mentransisi (Transitioning)

Talent management bertujuan pada transformasi karyawan secara kolektif untuk mencapai visi perusahaan melalui pertumbuhan individual mereka. Artinya, Anda harus membuat karyawan merasa mereka adalah bagian dari tumbuh, kembang, dan suksesnya perusahaan.  Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencapai level keterikatan ini adalah:

– Memberikan tunjangan pensiun bagi karyawan

– Mengadakan exit interview

– Merencanakan promosi internal

Baca juga: Mengenal Blended Workforce dalam Talent Management

3 Pilar Untuk Manajemen Talenta yang Sukses

Talent Management yang Sukses

Dari banyaknya faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen talenta, laporan terbaru McKinsey mencatat ada 3 faktor dengan persentase terbesar. Faktor-faktor ini ialah alokasi talenta yang cepat, employee experience yang positif, dan HR yang strategis. Pada akhirnya, korelasi antara tiga faktor tercatat memiliki dampak paling kuat pada performa finansial perusahaan dan kekuatan perusahaan untuk mengungguli kompetitor. 


Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!
Mulailah perjalanan perekrutan Anda bersama kami hari ini dengan konsultasi gratis. Cukup isi formulir dan tim Glints akan segera menghubungi Anda.