2,153 views

Coaching: Artinya, Jenis, Tujuan, Cara Menerapkan

Avinash Singh
Avinash Singh
24 March 2024
Coaching adalah

Coaching adalah hal yang memberi manfaat baik bagi karyawan maupun perusahaan.

Bagi karyawan, coaching merupakan panduan strategis untuk mencapai potensi penuh mereka, meningkatkan kepercayaan diri, membangun relasi kerja yang lebih baik, serta mengasah kemampuan berkomunikasi.

Sementara bagi perusahaan, coaching dipercaya mampu meningkatkan engagement, retensi, dan produktivitas karyawan, yang pada gilirannya mempercepat return of investment (ROI).

Berikut ulasan seputar apa itu coaching, manfaatnya, dan perbedaannya dengan mentoring atau pelatihan.

Arti Coaching

Coaching karyawan merupakan metode pelatihan yang melibatkan seorang pelatih yang berpengalaman memberikan bimbingan kepada karyawan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan, kinerja, dan karier mereka.

Coaching tidak hanya terbatas pada pelatihan manajemen, tetapi juga mencakup pengembangan keseluruhan karyawan, membantu mereka menyesuaikan dengan situasi saat ini dan tumbuh serta berkembang.

Jenis-Jenis Coaching

Ada berbagai jenis coaching, termasuk Executive Coaching, Team Coaching, Directive Coaching, Laissez Faire Coaching, Non Directive Coaching, dan Situational Coaching.

Setiap jenis memiliki pendekatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan khusus dalam perusahaan. ​

Executive coaching

Executive Coaching adalah hubungan pembinaan antara pelatih dan karyawan yang memiliki wewenang serta tanggung jawab manajerial dalam suatu organisasi.

Tujuannya untuk membantu integrasi ke dalam peran baru, konsultasi mengenai strategi atau masalah kinerja. Cocok untuk tingkat manajerial dan eksekutif.

Team coaching

Team Coaching melibatkan seluruh tim untuk membantu anggota dalam mengkoordinasikan tim dan menggunakan sumber daya secara efektif.

Fokusnya adalah pada peningkatan kerjasama dan efektivitas tim.

Directive coaching

Directive Coaching berarti seorang manajer berpengalaman memberitahu karyawannya yang lebih muda tentang apa yang harus dilakukan.

Pendekatan ini cocok untuk situasi di mana transfer pengetahuan dan pengalaman spesifik diperlukan.

Laissez Faire coaching

Laissez Faire Coaching melibatkan karyawan dalam menjalankan pekerjaan mereka dengan sedikit campur tangan.

Gaya ini efektif ketika anggota tim sudah sangat efisien dan mandiri.

Non-directive coaching

Non Directive Coaching menggali wawasan, kebijaksanaan, dan kreativitas dari karyawan melalui mendengarkan, bertanya, serta menilai.

Ini lebih cocok untuk membangun pemikiran kreatif dan solusi inovatif dari karyawan.

Situational coaching

Situational Coaching adalah penyeimbangan antara pendekatan directive dan non directive, bergantung pada konteksnya. Pendekatan ini fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik situasi atau individu.

Tujuan Coaching

Coaching karyawan memiliki beberapa tujuan penting. Seperti contohnya adalah sebagai berikut.

Meningkatkan keterampilan dan produktivitas

Tujuan utama coaching adalah untuk meningkatkan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam pekerjaan.

Ini dapat mencakup pengembangan keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, manajemen waktu, dan aspek-aspek penting lainnya dari pekerjaan.

Peningkatan keterampilan ini berujung pada peningkatan produktivitas secara keseluruhan.

Pengembangan profesional dan pertumbuhan karier

Coaching membantu karyawan dalam mengidentifikasi dan mencapai tujuan karier jangka panjang mereka.

Melalui proses ini, karyawan dapat mengembangkan rencana untuk mencapai promosi, perubahan peran, atau peningkatan tanggung jawab dalam perusahaan mereka.

Meningkatkan kepemimpinan dan keterampilan manajerial

Khusus untuk karyawan dalam peran manajerial atau mereka yang sedang bersiap untuk peran kepemimpinan, coaching dapat fokus pada pengembangan keterampilan kepemimpinan, seperti mengelola tim, strategi bisnis, dan pengambilan keputusan.

Meningkatkan keterlibatan dan kepuasan kerja

Coaching membantu karyawan merasa lebih terlibat dan puas dengan pekerjaannya, yang secara langsung mempengaruhi retensi karyawan. Karyawan yang puas dengan pekerjaannya cenderung lebih loyal dan berkomitmen terhadap perusahaan.

Data dari LinkedIn mengungkapkan bahwa 93% perusahaan mengkhawatirkan tingkat retensi karyawan.

Hal ini mencerminkan kesadaran yang semakin tinggi akan pentingnya mempertahankan talenta terbaik dalam sebuah perusahaan.

Penanganan perubahan dan transisi

Di lingkungan kerja yang dinamis, coaching juga berguna dalam membantu karyawan menyesuaikan diri dengan perubahan dan transisi, baik itu perubahan dalam peran pekerjaan, struktur perusahaan, atau teknologi.

Mengatasi tantangan spesifik

Coaching juga seringkali ditujukan untuk membantu karyawan dalam mengatasi tantangan spesifik di tempat kerja, seperti konflik interpersonal, masalah pengelolaan stres, atau mengatasi hambatan kinerja tertentu.

Meningkatkan komunikasi dan kerja tim

Coaching dapat berfokus pada peningkatan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, yang penting untuk kerja tim yang efektif. Hal ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.

Manfaat Coaching

Coaching di tempat kerja menawarkan berbagai manfaat baik bagi karyawan maupun perusahaan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari coaching:

  1. Peningkatan Kinerja dan Produktivitas: Karyawan menjadi lebih efisien dan efektif dalam pekerjaan mereka.
  2. Pengembangan Profesional: Karyawan mengasah keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan dan tujuan karier mereka.
  3. Kesejahteraan Emosional: Karyawan merasa lebih puas dan terlibat dengan pekerjaan mereka, yang berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik.
  4. Keterampilan Kepemimpinan yang Lebih Baik: Bagi manajer dan leader, coaching meningkatkan kemampuan dalam memimpin dan mengelola tim.
  5. Kolaborasi dan Komunikasi yang Lebih Efektif: Memperkuat dinamika tim dan keterampilan interpersonal.
  6. Kesiapan Menghadapi Perubahan: Membantu karyawan beradaptasi dengan perubahan di tempat kerja.
  7. Inovasi dan Kreativitas: Mendorong pemikiran kreatif dan solusi inovatif untuk masalah.

Coaching, mentoring, dan pelatihan adalah tiga metode pembelajaran dan pengembangan yang berbeda, masing-masing dengan karakteristik uniknya:

Apa Bedanya Coaching, Mentoring, dan Pelatihan?

Coaching

  • Fokus: Coaching umumnya berfokus pada peningkatan kinerja atau pengembangan keterampilan spesifik dalam jangka pendek.
  • Metode: Proses ini bersifat kolaboratif, dengan pelatih (coach) yang membantu coachee mengidentifikasi tujuan mereka sendiri dan menemukan solusi untuk mencapainya.
  • Durasi: Coaching seringkali berdurasi lebih singkat dan terfokus pada tujuan tertentu.
  • Struktur: Biasanya lebih terstruktur dan sering dilakukan dalam sesi formal.
  • Kepemilikan: Coachee memegang kendali atas proses belajarnya, dengan coach bertindak sebagai fasilitator.

Mentoring

  • Fokus: Mentoring lebih berorientasi pada pengembangan karier dan pertumbuhan pribadi jangka panjang.
  • Metode: Seorang mentor biasanya merupakan individu berpengalaman yang berbagi pengetahuan dan dukungan berdasarkan pengalaman mereka sendiri.
  • Durasi: Biasanya merupakan komitmen jangka panjang.
  • Struktur: Lebih informal dan fleksibel dibanding coaching.
  • Kepemilikan: Hubungan mentoring seringkali lebih bersifat pribadi dan berpusat pada perkembangan mentee secara keseluruhan.

Pelatihan (Training)

  • Fokus: Pelatihan biasanya berfokus pada penguasaan keterampilan atau pengetahuan tertentu.
  • Metode: Ini adalah proses instruksional, sering dalam setting kelompok, dimana trainer menyediakan informasi dan petunjuk.
  • Durasi: Pelatihan seringkali terjadi dalam periode waktu yang lebih singkat, seperti workshop atau kursus intensif.
  • Struktur: Pelatihan seringkali sangat terstruktur dan kurikulum-berbasis.
  • Kepemilikan: Dalam pelatihan, trainer memegang kendali atas apa yang diajarkan dan bagaimana itu disampaikan.

Secara keseluruhan, coaching cenderung lebih fokus pada pengembangan individu dalam konteks pekerjaan mereka saat ini, mentoring lebih berorientasi pada pertumbuhan pribadi dan karir jangka panjang, sementara pelatihan lebih berfokus pada penguasaan keterampilan dan pengetahuan spesifik.

Cara Menerapkan Coaching

Berikut adalah beberapa cara menerapkan coaching mengutip Indeed.

Akui pencapaian dan perkembangan karyawan

Langkah awal yang bisa dilakukan saat menerapkan coaching adalah dengan mengakui pencapaian dan perkembangan karyawan.

Memuji karyawan atas pencapaian dan pengembangan akan membuat mereka lebih menerima feedback konstruktif yang diberikan saat coaching.

Pelajari tantangan yang memengaruhi performa

Ketika memberi coaching, pastikan untuk menjelaskan apa saja potensi tantangan yang dapat dihadapi karyawan di peran yang ia jalani dan bisa berdampak ke performanya.

Hal ini agar karyawan jadi lebih siap dan tahu apa yang perlu dilakukan ketika situasi atau tantangan tersebut muncul dalam pekerjaannya.

Jelaskan pentingnya coaching yang diberikan

Hal lain yang penting dilakukan saat memberi coaching adalah dengan menjelaskan kenapa hal tersebut penting didapatkan karyawan.

Anda bisa menjelaskan beberapa hal seperti dampak pengembangannya bagi diri sendiri, tim, dan perusahaan hingga potensi imbalan yang bisa didapatkannya.

Minta sudut pandang karyawan

Pastikan untuk meminta sudut pandang karyawan dengan meminta mereka menjelaskan apa saja tantangan yang ia hadapi sehingga memengaruhi performanya ketika bekerja.

Hal ini membuat sesi coaching lebih diterima karyawan dan membantu Anda mencari tahu apa saja hal yang bisa diperbaiki yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

Cari tahu tantangan dalam coaching

Pada umumnya terdapat 4 tantangan yang bisa menghambat proses coaching karyawan yang di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Waktu: Diskusikan dengan karyawan apakah mereka bisa mendedikasikan waktu untuk mengembangkan diri.
  • Pelatihan: Tentukan apakah karyawan sudah mendapatakn pelatihan yang cukup dan diskusikan kemungkinan untuk mendapatkan pelatihan tambahan jika dibutuhkan.
  • Tools: Diskusikan apa saja tools yang digunakan karyawan dalam pekerjaannya dan apakah alat tersebut sudah efektif.
  • Kepribadian: Tanyakan kepada karyawan tentang apa yang memotivasi mereka dan bagaimana hal tersebut berdampak pada pekerjaan mereka sehari-hari.

Kolaborasi dengan karyawan untuk mencari solusi

Hal lain yang penting saat melakukan coaching adalah dengan bekerja sama untuk mencari solusi terhadap masalah yang dapat memengaruhi performanya.

Tanyakan apa masalah karyawan yang perlu diselesaikan secepat mungkin dan cari solusi bersama-sama. Hal ini membuat karyawan bisa menerima materi coaching dengan lebih mudah.

Buat dengan metode SMART

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menerapkan coaching yang efektif yaitu dengan menerapkan metode SMART. Berikut penjelasannya.

  • Specific: Jelaskan apa tantangan yang ingin diselesaikan karyawan dan sertakan langkah-langkah yang akan diambil.
  • Measurable: Cari tahu KPI yang bisa Anda dan karyawan gunakan untuk mengukur progres dari tantangan yang ingin dilewati.
  • Achievable: Pastikan ekspektasi yang ditentukan memiliki jangka waktu yang masuk akal.
  • Relevant: Pastikan karyawan paham bagaimana langkah-langkah coaching bisa membantunya untuk berkembang dan sukses.
  • Time-based: Tentukan deadline untuk setiap KPI yang dijadikan sebagai tolok ukur coaching. Diskusikan dengan karyawan bagaimana deadline yang ditentukan realistis.

Tulis dan simpan action plan

Pastikan setiap rencana, langkah, dan tujuan coaching ditulis dan disimpan dalam sebuah dokumen supaya prosesnya bisa berjalan lancar.

Adanya dokumen resmi yang berisi informasi coaching juga dapat membantu karyawan untuk fokus menjalaninya.

Tentukan waktu untuk follow-up

Selalu tentukan tanggal untuk me-review kembali action plan dan tujuan dari coaching ketika karyawan sudah mencapai tenggat waktu yang ditentukan atau ketika tujuannya tercapai.

Melakukan follow-up dengan karyawan memungkinkan Anda untuk berdiskusi beberapa hal seputar coaching, seperti:

  • apa yang berhasil dan tidak berhasil
  • apa yang telah dicapai karyawan
  • apa yang masih perlu dikerjakan karyawan

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.