Perhitungan Lembur Karyawan 2025: Aturan & Contohnya
Ketika karyawan lembur, perusahaan wajib menghitung dan membayar perhitungan lembur di luar gaji pokok atas bentuk timbal balik kerja ekstra yang dilakukan karyawan tersebut.
Selain untuk menaati peraturan, memberikan upah lembur juga bentuk pemberian penghargaan yang setimpal agar karyawan tidak merasa dirugikan perusahaan. Harapannya, hal ini dapat menjadi insentif sebagai salah satu niat baik perusahaan untuk mempertahankan karyawan.
Berikut adalah penjabaran regulasi yang mengatur perhitungan lembur serta panduan cara menghitung upah lembur.
Isi Artikel
ToggleMengacu pada Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) No. KEP.102 /MEN/VI/2004 Pasal 1, pekerja berhak atas upah lembur jika memenuhi beberapa kriteria, yaitu:
| 1. Bekerja lebih dari 7 jam sehari atau 40 jam seminggu selama 6 hari kerja. |
| 2. Bekerja lebih dari 8 jam sehari atau 40 jam seminggu selama 5 hari kerja. |
| 3. Bekerja pada hari Minggu atau hari libur nasional. |
Ketentuan di atas juga sesuai dengan Peraturan Lembur Depnaker dalam UU No. 13 Tahun 2003, bahwa waktu kerja terdiri dari 7 jam per hari dan 40 jam per minggu (untuk 6 hari kerja), atau 8 jam per hari dan 40 jam perminggu (untuk 5 hari kerja).
Selain ketiga poin di atas, lembur juga hanya bisa dilaksanakan selama ada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan.
Selain aturan terkait rumus perhitungan lembur karyawan, pemerintah juga mengatur regulasi batas waktu kerja lembur maksimum seorang pekerja.
Ketentuan tentang hal ini ada pada Pasal 81 angka 24 Perppu Cipta Kerja, yang berbunyi:
“..waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling lama 4 (empat) jam dalam 1 (satu) hari dan 18 (delapan belas) jam dalam 1 (satu) minggu.”
Berdasarkan jadwal kerja lembur, berikut adalah jenis lembur yang dapat mempengaruhi perhitungan lembur karyawan.
Ini merupakan jenis lembur yang paling umum, di mana karyawan diminta untuk bekerja lebih lama pada hari kerja seperti biasa.
Berdasarkan UU Cipta Kerja Pasal 31, upah lembur dihitung dengan ketentuan berikut:
Rumus upah per jam sendiri adalah: 1/173 x gaji satu bulan
Mengapa 173? Alasannya, angka ini didapat dari total jam kerja karyawan (asumsi 40 jam per minggu) dikalikan dengan 4 minggu (52 minggu dalam satu tahun dibagi 12 bulan):
Sederhananya, Anda dapat gunakan rumus di bawah ini untuk menghitung upah lembur karyawan:
Berbeda dengan lembur pada hari kerja, jika karyawan melakukan kerja lembur pada hari libur seperti pada akhir pekan atau hari libur nasional, perhitungan upahnya menjadi berbeda.
| Perusahaan dengan 5 hari kerja per minggu | 2x upah per jam untuk 8 jam pertama 3x upah per jam untuk jam ke-9 4x upah per jam untuk jam ke-10 dan ke-11 |
| Perusahaan dengan 6 hari kerja per minggu | 2x upah per jam untuk 7 jam pertama 3x upah per jam untuk jam ke-8 4x upah per jam untuk jam ke-9 dan ke-10 |
| Perusahaan yang beroperasi pada hari libur dengan jam kerja singkat | 2x upah per jam untuk 5 jam pertama 3x upah per jam untuk jam ke-6 4x upah per jam untuk jam ke-7 dan ke-8 |
Pada bulan Oktober, Annisa perlu lembur 3 jam per hari pada hari kerja di luar dari jam kerja normal. Gaji serta tunjangan tetap Annisa setiap bulan adalah 10 juta rupiah.
Upah lembur Annisa yang harus dibayarkan perusahaan sebesar:
Uang lembur 1 jam pertama:
1,5 x 1/173 x Rp10 juta
= Rp86.705
Upah lembur 2 jam sisanya:
2 x1/173 x Rp10 juta x 2 jam
= Rp231.213
Total upah lembur = Rp86.705 + Rp231.213 = Rp317.918
Pada bulan Agustus, Annisa kembali diminta untuk masuk kerja pada hari libur nasional 17 Agustus selama 8 jam. Annisa bekerja di perusahaan yang menerapkan jadwal kerja 5 hari per minggu. Upah perbulan Annisa adalah Rp10 juta.
Upah lembur Annisa yang harus dibayarkan perusahaan sebesar: 2x upah per jam untuk 8 jam pertama.
= 2 x 1/173 x Rp10.000.000 x 8 jam
= Rp924.855
Upah lembur yang diterima Annisa adalah Rp924.855.
Demikian pembahasan mengenai aturan perhitungan lembur karyawan dan contohnya.
Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, teknologi kami siap membantu Anda menjangkau talenta yang tepat.
Sedang merekrut karyawan? Yuk, cari tahu berbagai layanan rekrutmen dari Glints yang dapat membantu Anda terhubung dengan kandidat terbaik!