Pengertian, Jenis-jenis, dan Regulasi Shift Kerja

Vania
Vania
August 12, 2021

Waktu kerja karyawan pada umumnya dimulai dari jam 9 hingga jam 5 pada hari Senin sampai Jumat.

Namun, ada beberapa sektor pekerjaan yang menggunakan sistem shift kerja.

Sistem shift kerja digunakan untuk mengoptimalkan produksi dan layanan yang disediakan perusahaan. Biasanya sistem shift kerja diterapkan sesuai dengan jenis dan skala pekerjaan.

Pekerjaan seperti layanan masyarakat (keamanan dan medis), manufaktur, hingga logistik memerlukan sistem shift kerja.

Shift kerja merupakan suatu penetapan atau pergeseran jam kerja dari jam pada umumnya, yang terjadi satu kali dalam 24 jam.

Selama satu hari kerja, karyawan yang bekerja dengan sistem shift memiliki kewajiban untuk bekerja pada waktu yang telah ditentukan, misalnya shift pagi, shift malam, atau shift bergilir.

Regulasi Shift Kerja

Di Indonesia sendiri, sistem shift kerja memiliki payung hukum, sebagaimana diatur dalam pasal 77 sampai pasal 85 Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pasal tersebut berbunyi seperti berikut ini:

Pekerjaan di bidang pelayanan jasa kesehatan, pelayanan transportasi, usaha pariwisata, jasa pos dan telekomunikasi,

penyediaan tenaga listrik, jaringan pelayanan air bersih, dan penyedia bahan bakar minyak dan gas bumi,

usaha swalayan, media massa, pengamanan, konservasi, dan pekerjaan yang apabila berhenti dapat mengganggu proses produksi

dapat dipekerjakan pada hari libur resmi sesuai dengan kesepakatan antara pekerja dan pengusaha.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut, jika sebuah perusahaan menerapkan 3 shift per hari dengan waktu kerja maksimal 8 jam per shift, maka jam kerja kumulatif tiap karyawan tidak boleh melebihi 40 jam per minggu.

Karyawan akan terhitung kerja lembur jika bekerja melebihi waktu tersebut.

Dalam Undang-Undang, perusahaan juga diwajibkan untuk menyertakan shift kerja yang telah disetujui bersama dalam perjanjian tertulis.

Perjanjian tertulis dapat berupa surat perjanjian kerja (PK), peraturan perusahaan (PP), atau peraturan kerja bersama (PKB) untuk didiskusikan dan disetujui oleh karyawan.

Tidak hanya jam kerja, jam istirahat juga diatur dalam Pasal 79 Ayat 2 (b) yang berbunyi:

bahwa sekurang-kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja.”

Regulasi Shift Kerja bagi Perempuan

Pemerintah Indonesia juga memiliki aturan khusus terkait shift kerja bagi perempuan.

Menurut Pasal 76 Undang-Undang No. 13 tahun 2003, pekerja perempuan yang berumur kurang dari 18 tahun dan sedang dalam keadaan hamil dilarang dipekerjakan antara pukul 11 malam hingga pukul 7 pagi.

Pasal 76 juga mengatur bahwa perusahaan harus memberikan asupan bergizi, menjaga kesusilaan, dan keamanan selama di tempat kerja.

Perusahaan juga wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja atau buruh perempuan yang berangkat dan pulang kerja antara pukul 11 malam hingga 5 pagi.

Jenis-jenis Shift Kerja

Berdasarkan waktu kerjanya, sistem kerja shift dibagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut.

  • Shift pagi-siang

Shift ini merupakan jenis shift kerja yang paling normal, biasa dimulai pukul 8 pagi hingga 3 sore. Waktu kerja dapat berlaku selama seminggu penuh, atau hanya pada hari Senin hingga Jumat.

  • Shift malam

Shift malam diberlakukan bagi perusahaan yang memiliki layanan 24 jam. Sistem shift ini biasanya berlaku pada pukul 8 malam hingga 3 pagi atau 11 malam hingga 7 pagi.

Contoh perusahaan yang menerapkan shift malam adalah rumah sakit, media massa, kepolisian, call center, dan pemadam kebakaran.

Di beberapa perusahaan besar, shift malam bersifat rotating shift, atau tidak permanen.

Pekerja yang mendapatkan shift malam akan mendapat kesempatan untuk bekerja pada shift siang selama periode waktu tertentu.

Tidak jarang ada beberapa perusahaan yang bersedia memberikan hari libur pada sebelum dan sesudah shift malam.

Selain untuk kepentingan perusahaan, shift malam biasanya akan bermanfaat bagi pekerja yang memiliki aktivitas lain pada siang hari, misalnya usaha pribadi atau melakukan studi.

Meski demikian, shift malam juga dapat menyebabkan masalah kesehatan pada pekerja. Menurut Sleep Foundation, sebanyak 25-30% pekerja shift malam menderita gangguan tidur, hingga kelelahan fisik dan mental.

  • Shift panjang

Berbeda dengan lembur, shift panjang (long shift) adalah penambahan waktu dari shift biasa, umumnya diambil untuk mengejar target jangka panjang.

Long shift dapat diterapkan dengan menambahkan 2 jam kerja tiap shift, sehingga jam kerja dalam satu hari menjadi 10 jam. Perhitungan upah long shift disamakan dengan perhitungan upah lembur.

  • Shift fleksibel (flexitime)

Shift fleksibel memperbolehkan karyawan untuk mengatur jam kerjanya sendiri. Sistem ini banyak digunakan di perusahaan modern seperti startup.

Jika jam kerja pada umumnya dimulai dari pukul 9 pagi, karyawan memiliki hak untuk mulai kerja lebih cepat atau lambat, misal pada pukul 8 pagi atau 10 pagi.

Umumnya, ada syarat jumlah jam kerja per hari atau per minggu yang harus dipenuhi karyawan.

Namun ada juga bebeberapa perusahaan yang memberi kebebasan karyawan untuk pulang apabila telah menyelesaikan pekerjaan, tanpa ada syarat jumlah jam kerja per hari.

Remote working dan work from home

Salah satu bentuk lain dari shift fleksibel adalah sistem remote working atau work from home (WFH) yang semakin populer semenjak pandemi melanda.

Menurut survey dari Investors In People (IIP), sebanyak 31% pekerja lebih menikmati bekerja dengan sistem flexible time.

Beberapa alasan shift flexible lebih dipilih oleh karyawan adalah kebebasan untuk dapat mengatur waktu bekerja yang tidak mengganggu aktivitas lain yang ingin dilakukan di luar jam kerja, seperti mengasuh anak atau menjalankan hobi.

Selain dapat bermanfaat bagi karyawan, sistem waktu kerja fleksibel juga dapat bermanfaat bagi perusahaan.

Karyawan dapat memiliki performa yang lebih baik lantaran mereka dapat memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan istirahat.

Selain itu, waktu fleksibel memungkinkan karyawan memilih waktu kerja pada golden hour mereka.

Golden hour merupakan rentang waktu dimana karyawan merasa lebih fokus dalam bekerja. Rentang waktu ini bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.

Sehingga, karyawan dapat memberikan potensi maksimalnya sebagai kontribusi terhadap perusahaan.

Setelah mengetahui jenis-jenis shift kerja, Anda dapat memilih sistem shift yang paling cocok dengan jenis dan skala perusahaan Anda.

Sebaiknya, Anda merekrut karyawan yang bersedia bekerja sesuai shift kerja di perusahaan Anda agar pekerjaan dilakukan tanpa paksaan.

Untuk proses rekrutmen yang lebih efektif, serahkan pada Glints TalentHunt.

TalentHunt dilengkapi dengan teknologi berbasis AI, database talent pool yang mencakup 1,5 juta talenta, serta sistem garansi 90 hari jika performa talenta tidak sesuai dengan ekspektasi Anda.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!

Mulailah perjalanan perekrutan Anda bersama kami hari ini dengan konsultasi gratis. Cukup isi formulir dan tim Glints akan segera menghubungi Anda.