4 Template Jobdesk Account Receivable, Plus Tugas dan Skillnya
Jobdesk seorang account receivable adalah mengelola piutang. Mereka akan memastikan perusahaan menerima pembayaran dari klien atau pelanggan secara tepat waktu.
Account receivable bertugas membuat dan mengirimkan invoice pada klien, lalu memproses pembayaran yang masuk sesuai dengan kebijakan dan prosedur keuangan.
Simak artikel ini untuk mengetahui serba-serbi posisi ini dan cara membuat job description account receivable yang menarik!
Isi Artikel
ToggleAccount receivable berperan penting dalam kesehatan keuangan perusahaan karena mereka bertanggung jawab mengelola pembayaran masuk dan memastikan klien memenuhi kewajiban pembayaran tepat waktu.
Jobdesk account receivable antara lain mencatat semua invoice, menangani pertanyaan klien seputar penagihan, dan secara proaktif berinteraksi dengan klien untuk menyelesaikan masalah atau keterlambatan pembayaran.
Tujuan account receivable adalah menjaga agar piutang tidak mengganggu cash flow perusahaan.
Seorang account receivable menjadi salah satu faktor terpenting dalam kesuksesan bisnis. Bila Anda sedang merekrut kandidat untuk mengisi posisi ini, pahami terlebih dahulu jobdesk account receivable di bawah ini:
Account receivable bertanggung jawab untuk membuat dan mengirim invoice ke klien atau pelanggan.
Mereka harus mengecek keakuratan data di EIPP (electronic invoicing system presentment and payment), baik secara jumlah, tenggat waktu, dan persyaratan lainnya.
Account receivable juga berkomunikasi secara efektif dengan klien mengenai pengiriman invoice, mengingatkan pembayaran, dan menyelesaikan masalah apa pun yang terkait dengan pembayaran.
Jobdesk account receivable selanjutnya adalah melakukan pencatatan secara akurat dan terus ter-update.
Tugas ini meliputi pencatatan seluruh transaksi yang dilakukan, interaksi dengan klien, serta pencatatan janji pembayaran dan tanggal pembayaran.
Pencatatan penting untuk memastikan klien patuh terhadap kebijakan perusahaan dan peraturan keuangan yang berlaku, serta membantu transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan.
Account receivable harus mengecek piutang yang sudah jatuh tempo, lalu aktif menagihnya ke klien melalui telepon, email, atau surat.
Agar komunikasi dengan klien berjalan mulus, account receivable harus memiliki hubungan yang baik dengan klien.
Mereka juga biasa berkolaborasi dengan tim sales dan customer service untuk menyelesaikan masalah seputar proses pembayaran.
HighRadius menjelaskan bahwa jobdesk account receivable juga termasuk menilai kelayakan kredit klien atau pelanggan.
Seorang account receivable akan mengevaluasi stabilitas keuangan pelanggan dan menetapkan batas kredit yang sesuai berdasarkan kebijakan perusahaan.
Selain itu, mereka secara berkala meninjau dan menyesuaikan syarat dan ketentuan kredit untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku pembayaran pelanggan atau situasi keuangan pelanggan.
Account receivable akan fokus pada peningkatan efektivitas keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Mereka bertugas untuk membuat laporan dan menganalisis data untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
Saat ini, sudah banyak account receivable yang menggunakan software akuntansi piutang untuk mengurangi pekerjaan manual dan membuat proses pengumpulan data jadi lebih efisien.
Tak hanya tanggung jawab, Anda juga harus mengetahui skill dan kualifikasi yang dibutuhkan seorang account receivable agar bisa memilih kandidat dengan lebih cermat.
Berdasarkan penjelasan dari Teal Labs, literasi keuangan dan prinsip akuntansi sangat penting untuk dimiliki oleh account receivable.
Skill ini mencakup pemahaman konsep keuangan dasar seperti pajak, laba rugi, pricing, dan mengidentifikasi potensi risiko atau kerugian akibat kesalahan atau ketidaksesuaian dalam pembukuan.
Literasi keuangan juga termasuk pengetahuan mengenai proses penagihan dan pemahaman tentang laporan keuangan.
Keahlian ini akan menjamin jobdesk account receivable berjalan dengan efektif dan akurat.
Account receivable harus memiliki ketelitian yang tinggi. Ketelitian akan membantu memastikan keakuratan invoice, meminimalisir kesalahan dalam pencatatan di sistem, menyadari ketidaksesuaian dalam pembukuan, dan mendeteksi kesalahan apa pun di proses keuangan.
Keahlian ini sangat penting dalam menjaga keakuratan laporan keuangan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Dengan teknologi akuntansi yang semakin berkembang, seorang account receivable tidak boleh gaptek terhadap kemajuan tersebut.
Mereka harus cepat beradaptasi dalam menggunakan software akuntansi agar tetap produktif dan efisien dalam bekerja.
Dalam menjalani jobdesk penagihan piutang ke klien atau pelanggan, account receivable memerlukan soft skill komunikasi.
Mereka harus bisa mengomunikasikan persyaratan pembayaran dengan jelas, menjawab pertanyaan, dan bernegosiasi dengan pelanggan yang pembayarannya sudah jatuh tempo.
Kemampuan pemecahan masalah adalah kunci dalam menangani pembayaran telat, kesalahan data, dan perselisihan dengan pelanggan.
Account receivable harus mahir dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi, dan memberikan solusi yang memuaskan perusahaan dan pelanggan.
Account receivable juga perlu memiliki keahlian analisis karena mereka harus memahami pola pembayaran dan perilaku keuangan pelanggan.
Pemahaman ini dapat membantu mereka dalam mengelola risiko kredit dan meningkatkan strategi cash flow, yang pada akhirnya berdampak pada pemasukan perusahaan.
Minimal pendidikan bagi account receivable adalah D3 atau S1 jurusan akuntansi, manajemen keuangan, manajemen bisnis, atau ilmu ekonomi.
Mereka juga bisa menambah skill dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesional di bidang account receivable.
Butuh referensi dalam membuat job description posisi account receivable dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris? Simak contohnya di sini sebelum Anda mengiklankan lowongan pekerjaan!
Tanggung Jawab:
Kualifikasi:
Tanggung Jawab:
Kualifikasi:
Responsibilities:
Requirements:
Responsibilities:
Requirements:
Selain contohnya, pelajari juga cara membuat job description account receivable yang baik supaya banyak kandidat yang melamar!
Pastikan Anda menjelaskan tanggung jawab dan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh account receivable dengan jelas dan detail.
Letakkan jobdesk utama account receivable di posisi paling atas, lalu lanjutkan dengan tugas-tugas lain di urutan berikutnya.
Posisi account receivable membutuhkan hard skill dan soft skill yang cukup spesifik untuk menjamin mereka bisa melakukan pekerjaan dengan optimal.
Tulis seluruh hard dan soft skill yang diperlukan, mulai dari kemampuan menggunakan software akuntansi dan MS Excel, sampai keahlian analisis dan ketelitian.
Proses rekrutmen bisa memakan waktu yang panjang, oleh sebab itu, perbarui job description Anda secara berkala untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan masih relevan dan akurat.
Pelamar mungkin tidak akan tertarik melamar ke lowongan yang sudah tidak diperbarui berbulan-bulan, padahal Anda masih memerlukan kandidat di posisi tersebut.
Agar lebih mudah dan cepat mencari talenta account receivable, Anda bisa mengiklankan lowongan pekerjaan gratis di Glints.
Dengan bantuan Glints, Anda akan mendapatkan akses ke jutaan talenta berbakat, sehingga akan mempercepat proses rekrutmen. Tunggu apalagi, pasang lowongan pekerjaan sekarang juga!
Semoga artikel tentang jobdesk account receivable ini dapat membantu Anda menemukan kandidat yang tepat, ya!