Biaya Tenaga Kerja Langsung: Arti, Manfaat, dan Cara Hitungnya
Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) adalah salah satu komponen biaya terbesar dalam suatu perusahaan, karena berkaitan dengan perhitungan biaya produksi atau penyediaan jasa.
Maka dari itu, penting bagi Anda memahaminya karena berkaitan erat dengan penganggaran hingga efisiensi operasional perusahaan.
Isi Artikel
ToggleMelansir Indeed, biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membayar karyawan yang secara langsung terlibat dalam proses produksi barang atau jasa.
Contoh pekerja langsung di antaranya adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam menghasilkan barang atau jasa perusahaan. Sebagai contoh pekerja pabrik, teknisi mesin, teknisi produksi, dan lainnya.
Dengan kata lain, biaya ini dibayarkan sebagai bentuk pemenuhan hak pekerja karena sudah berkontribusi untuk perusahaan dalam memproduksi suatu barang atau jasa.
Biaya ini dapat diukur secara kuantitatif. Misalnya dalam bentuk jam kerja atau jumlah unit yang dihasilkan.
Adapun komponen atau contoh biaya untuk tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut:
Gaji pokok adalah jumlah upah dasar yang diberikan kepada tenaga kerja langsung sesuai dengan perjanjian atau kontrak kerja.
Komponen ini merupakan bagian utama dari biaya tenaga kerja yang langsung dan biasanya dihitung berdasarkan jam kerja, hari kerja, atau bulanan.
Perusahaan dapat memberikan upah lembur kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal.
Pembayaran ini dihitung sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku, biasanya dengan tarif tambahan per jam.
Bonus adalah insentif yang diberikan kepada pekerja di luar gaji pokok. Biaya ini umum dikeluarkan perusahaan pada momen-momen tertentu.
Sebagai contoh saat karyawan mencapai target tertentu, melakukan pekerjaan di atas standar, menjadi karyawan dengan performa terbaik, atau lainnya.
Tunjangan makan dan transportasi termasuk dalam biaya yang diberikan kepada pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi.
Sesuai namanya, tunjangan diberikan untuk memenuhi kebutuhan makan dan transportasi pekerja selama bekerja.
Jaminan sosial, seperti BPJS Ketenagakerjaan, adalah kontribusi perusahaan dalam melindungi karyawan dari risiko seperti kecelakaan kerja, pensiun, atau kematian. Biaya ini relevan untuk tenaga kerja langsung.
Jaminan kesehatan, seperti asuransi kesehatan swasta dan BPJS Kesehatan, adalah bentuk perlindungan yang disediakan oleh perusahaan untuk tenaga kerja.
Biaya premi asuransi ini dihitung sebagai bagian dari biaya tenaga kerja secara langsung.
Sejumlah perusahaan mungkin mengadakan pelatihan khusus guna meningkatkan keterampilan tenaga kerja langsung.
Pelatihan ini juga biasanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja.
Nah, biaya yang dikeluarkan dalam menyelenggarakan pelatihan ini termasuk biaya pekerja langsung.
Perlengkapan dan fasilitas kerja yang wajib digunakan oleh karyawan selama produksi dihitung sebagai komponen direct cost labor.
Contohnya adalah seragam kerja, ponsel, komputer atau laptop, hingga meja dan kursi.
Biaya yang dikeluarkan untuk merekrut tenaga kerja langsung baru, seperti iklan lowongan, wawancara, hingga penempatan tenaga kerja, juga termasuk dalam direct cost labor.
Namun, hal ini berlaku jika rekrutmen tersebut langsung terkait dengan proses produksi.
Apabila pekerja sudah memasuki usia pensiun, maka perusahaan perlu membayar biaya dana pensiun. Biaya ini termasuk dalam direct labor cost.
Menghitung biaya pekerja langsung secara akurat memiliki berbagai manfaat penting bagi perusahaan, antara lain:
Biaya tenaga kerja langsung adalah salah satu komponen utama dalam menghitung harga pokok produksi.
Melalui perhitungan yang tepat, perusahaan dapat menentukan harga jual yang kompetitif dan tetap menguntungkan.
Dengan mengetahui detail biaya tenaga kerja secara langsung, perusahaan dapat mengevaluasi apakah ada pemborosan dalam proses produksi atau tidak, sekaligus mencari cara untuk meningkatkannya.
Perhitungan biaya tenaga kerja yang terlibat secara langsung dalam proses produksi dapat membantu perusahaan dalam membuat anggaran yang realistis dan mengelola sumber daya secara lebih efektif.
Melalui perhitungan direct cost labor, perusahaan dapat menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.
Perhitungan yang akurat terhadap biaya tenaga kerja ini dapat membantu perusahaan meningkatkan transparansi keuangan, sehingga memudahkan pengambilan keputusan berbasis data.
Melalui data yang jelas mengenai biaya tenaga kerja secara langsung, perusahaan dapat menyesuaikan strategi bisnis.
Misalnya, dengan menentukan area yang perlu dilakukan efisiensi atau peningkatan investasi.

Pada dasarnya, cara menghitung biaya pekerja langsung sangat bergantung pada jenis industri dan sistem akuntansi yang digunakan oleh perusahaan.
Namun secara umum, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
Untuk mengetahui contoh perhitungannya, simak ilustrasi cerita berikut ini:
Sebuah pabrik tekstil memiliki 100 pekerja produksi. Rata-rata upah per pekerja per jam adalah Rp50.000. Dalam satu bulan, setiap pekerja bekerja rata-rata 160 jam.
Nah, contoh cara menghitung biaya tenaga kerja langsung adalah:
Biaya tenaga kerja langsung = upah per jam x lama waktu pekerjaan
Jadi, biaya per pekerja per bulan = Rp50.000/jam * 160 jam = Rp8.000.000.
Maka, total biaya tenaga kerja langsung di bulan tersebut adalah Rp8.000.000.
Guna memastikan biaya pekerja langsung tetap terkendali, perusahaan perlu menerapkan beberapa strategi berikut:
Lakukan analisis mendalam terhadap kebutuhan tenaga kerja untuk setiap proses produksi. Hindari kelebihan atau kekurangan tenaga kerja yang dapat meningkatkan biaya.
Jika ingin cari karyawan tenaga kerja untuk perusahaan Anda? Segera pasang lowongan kerja di Glints, sekarang! Gratis, lho.
Implementasikan jadwal kerja yang fleksibel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan produksi dan meningkatkan produktivitas karyawan.
Minimalkan jumlah lembur dengan perencanaan produksi yang baik dan pemanfaatan waktu kerja secara efektif.
Terapkan sistem upah yang didasarkan pada kinerja individu atau tim untuk memotivasi karyawan mencapai target produksi.
Berikan pula bonus produksi untuk mendorong peningkatan produktivitas.
Melatih karyawan untuk memiliki kemampuan multi-skill sehingga dapat mengisi posisi yang berbeda jika diperlukan.
Investasikan dalam pelatihan juga dapat meningkatkan keterampilan karyawan dan produktivitas mereka.
Tawarkan program pengembangan karir untuk mempertahankan karyawan berbakat dan mengurangi tingkat turnover.
Tingkatkan kesadaran akan keselamatan kerja untuk mengurangi kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan kerugian finansial.
Gunakan teknologi untuk menjalankan tugas-tugas yang berulang dan memakan waktu sehingga dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja.
Implementasikan software manajemen produksi untuk memantau kinerja, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan membuat keputusan yang lebih baik.
Gunakan data untuk mengidentifikasi area-area yang perlu perbaikan dan membuat keputusan yang berbasis data.
Mengelola direct labor cost bukan hanya tentang penghematan biaya, tetapi juga tentang memastikan kelangsungan operasional yang efisien.
Dengan memahami arti, manfaat, dan cara menghitung biaya ini, HRD dan rekruter dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung strategi bisnis perusahaan.
Sedang merekrut tenaga kerja? Yuk, coba pasang lowongan kerja gratis di Glints dan dapatkan akses ke ribuan kandidat berkualitas yang cocok buat Anda!