584 views

Mengenal Assesment: Jenis, Fungsi dan Persiapannya bagi Perusahaan

Avinash Singh
Avinash Singh
March 15, 2024
Assessment test

Assessment adalah — Konsep assessment merujuk pada serangkaian evaluasi yang dirancang untuk mengukur berbagai kemampuan atau karakteristik individu, sangat relevan dalam dunia kerja dan pendidikan.

Misalnya, dalam rekrutmen dan seleksi karyawan, perusahaan kerap mengandalkan assessment test untuk menilai keahlian, kemampuan, serta sejauh mana kandidat cocok dengan posisi yang tersedia.

Tes ini dapat mencakup berbagai jenis evaluasi, mulai dari tes kepribadian, tes keterampilan teknis, hingga simulasi situasi kerja.

Hal ini memungkinkan perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh tentang potensi kandidat dalam menghadapi tantangan dan tanggung jawab pekerjaan tersebut.

Survei Corporate Leadership Council mengungkap, perusahaan yang mengimplementasikan assessment test dalam proses rekrutmen mereka meningkatkan efektivitas seleksi karyawan sebesar 24% dan produktivitas kerja hingga 18%.

Artikel ini akan membahas serba-serbi assessment di dunia kerja, mulai dari definisi, jenis, tujuan dan apa saja yang harus dipersiapkan oleh perusahaan di masa assessment

Definisi Assessment

Assessment atau asesmen menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diartikan sebagai penilaian. Pengertian yang kedua mungkin lebih luas dan dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks, termasuk salah satunya dalam lingkungan kerja. 

Dikutip dari Liputan6, para ahli juga memiliki berbagai pengertian assessment yang berbeda. 

Assessment menurut Eko Putro Widoyoko

Assessment adalah kegiatan yang menafsirkan data yang berupa hasil pengukuran yang berdasarakan kriteria ataupun aturan tertentu. 

Menurut Bomstein & Kazdin

Assessment adalah mengidentifikasi masalah serta menyeleksi target pada intervensi, memilih serta mendesain program dari treatment untuk mengukur dampak dari perlakuan yang sudah diberikan dengan cara terus-menerus. Serta mengevaluasi hasil-hasil yang umum serta ketepatan dari perlakuan yang diberikan. 

Menurut Nana Sudjana

Assessment adalah sebuah proses memberikan serta menentukan nilai kepada berbagai objek tertentu yang berdasarkan suatu kriteria tertentu. 

Menurut Sanders & Worthen

Assessment adalah bentu kegiatan dari mencari sesuatu yang berharga dari suatu aspek atau anggota tim. Termasuk dalam proses pencarian ini, mencari informasi menyeluruh untuk menilai program, prosedur, produk termasuk strategi untuk meningkatkannya demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. 

Jenis Assessment

Dalam dunia HR, terdapat berbagai jenis assessment yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti rekrutmen, pengembangan, dan penilaian karyawan. Berikut adalah beberapa jenis assessment yang umum:

  1. Tes Kepribadian: Mengukur aspek-aspek kepribadian kandidat, seperti ekstrovert/introvert, pemikiran analitis, kecenderungan dalam kerjasama tim, dan lain-lain. Tes ini membantu menentukan seberapa baik kandidat akan cocok dengan budaya perusahaan dan tim kerja.
  2. Tes Kemampuan Kognitif: Evaluasi ini mengukur kemampuan berpikir, seperti pemahaman, penalaran, ingatan, dan kemampuan pemecahan masalah. Tes semacam ini sering dianggap sebagai prediktor yang baik untuk kemampuan seseorang dalam belajar dan beradaptasi dengan peran baru.
  3. Tes Keterampilan Teknis atau Praktis: Spesifik untuk peran atau industri tertentu, tes ini menilai keahlian teknis yang relevan dengan pekerjaan, seperti coding untuk pengembang perangkat lunak, atau kemampuan penjualan untuk peran sales.
  4. Assessment Center: Merupakan serangkaian tes dan kegiatan yang dirancang untuk menilai kompetensi kandidat dalam berbagai situasi. Ini dapat termasuk studi kasus, simulasi, latihan kelompok, dan presentasi.
  5. Wawancara Perilaku: Berfokus pada pengalaman sebelumnya dan bagaimana kandidat menangani situasi tertentu di masa lalu. Ini sering berdasarkan prinsip bahwa perilaku masa lalu adalah prediktor terbaik untuk perilaku masa depan.
  6. Tes Psikometrik: Menggabungkan tes kepribadian dan kognitif untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang potensi kandidat.
  7. 360-Degree Feedback: Digunakan untuk penilaian kinerja karyawan, di mana feedback diperoleh dari berbagai sumber, termasuk atasan, rekan sekerja, dan bawahan langsung.
  8. Survei Kepuasan Karyawan: Mengukur kepuasan dan keterlibatan karyawan, membantu HR dan manajemen memahami area yang perlu ditingkatkan dalam lingkungan kerja.
  9. Career Development Assessments: Bertujuan untuk membantu karyawan mengidentifikasi kekuatan, minat, dan area potensial untuk pengembangan karier.
  10. Emotional Intelligence Assessments: Mengukur kemampuan karyawan dalam mengelola emosi mereka sendiri dan dalam berinteraksi dengan orang lain, penting dalam peran yang memerlukan tingkat tinggi interaksi interpersonal atau kepemimpinan.

Masing-masing jenis assessment ini memiliki tujuan dan aplikasi yang berbeda, dan seringkali beberapa di antaranya digabungkan untuk mendapatkan hasil evaluasi yang lebih komprehensif.

Fungsi assessment adalah alat evaluasi

tujuan asesmen adalah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, assessment adalah salah satu bagian dari proses dalam usaha untuk meningkatkan nilai atau kompetensi proses, produk atau individu. Melalui proses ini, organisasi atau perusahaan dapat menganalisis kelebihan dan kekurangan proses, produk atau individu pelaksananya. 

Secara umum, fungsi assessment di perusahaan terbagi menjadi 2 bagian yaitu fungsi formatif dan fungsi sumatif. Berikut adalah penjelasan keduanya secara lebih detail:

Fungsi formatif

Fungsi formatif assessment adalah fungsi sebagai alat dalam memandang kebutuhan peningkatan usaha untuk mencapai target secara menyeluruh. 


Misalnya, melalui asesmen perusahaan ingin mencapai target di 1 juta penjualan di Q2, namun sekarang penjualan masih stabil di angka 500 ribu, apa saja upaya yang perlu dilakukan untuk mengejar target yang ingin dicapai?


Assessment dalam fungsi ini, Anda akan melihat apa saja upaya yang sudah dilakukan, apa yang berhasil membawakan hasil sesuai target namun juga di sisi lain, akan terlihat apa saja upaya yang belum menghasilkan. 

Evaluasi semacam ini tentu penting untuk kemajuan perusahaan secara berkelanjutan. 

Fungsi sumatif

assessment adalah

Sementara itu, fungsi sumatif merupakan penentu apakah karyawan berhak untuk diterima atau tidak. Atau bisa juga menjadi penentu apakah karyawan sudah siap diangkat menjadi karyawan atau menerima promosi jabatan. 

Fungsi yang hampir sama di dunia pendidikan, melalui fungsi sumatif asesmen diketahui apakah peserta didik lulus atas subjek atau tingkat pendidikan tertentu. 

Mungkin fungsi yang satu ini lebih akrab dengan kesan asesmen yang selama ini kita kenal, menjadi ujian penentuann yang menyimpulkan apakah kompetensi yang kita miliki sudah cukup untuk mengisi posisi tertentu atau belum. 

Fungsi assessment juga dapat terangkum selengkapnya seperti di bawah ini:

  1. Seleksi Kandidat: Assessment membantu menentukan kandidat terbaik untuk suatu posisi dengan mengevaluasi kemampuan, keahlian, dan kecocokan budaya perusahaan. Ini memastikan bahwa karyawan yang dipilih akan berkontribusi secara efektif terhadap tujuan organisasi.
  2. Pemetaan Kompetensi: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan dalam berbagai area kompetensi, membantu dalam pengembangan personal dan profesional mereka.
  3. Pengembangan Karier: Memberikan wawasan kepada karyawan mengenai jalur karier mereka, membantu mereka memahami kompetensi yang perlu dikembangkan untuk mencapai tujuan karier mereka.
  4. Pelatihan dan Pengembangan: Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi karyawan, memungkinkan perusahaan untuk merancang program pelatihan yang efektif sesuai dengan kebutuhan karyawan dan organisasi.
  5. Penilaian Kinerja: Memberikan umpan balik objektif mengenai kinerja karyawan, membantu dalam proses evaluasi kinerja dan pengambilan keputusan terkait promosi, kenaikan gaji, atau pengembangan karier.
  6. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan: Dengan memberikan wawasan kepada karyawan tentang kompetensi dan area pengembangan mereka, assessment dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi karyawan.
  7. Perencanaan Suksesi: Menilai potensi karyawan untuk posisi kepemimpinan di masa depan, memastikan kelangsungan kepemimpinan dan manajemen yang efektif dalam organisasi.
  8. Manajemen Resiko: Mengidentifikasi potensi resiko yang mungkin timbul dari ketidakcocokan karyawan dalam peran atau kekurangan kompetensi kritis, sehingga memungkinkan manajemen untuk mengambil tindakan preventif.
  9. Peningkatan Produktivitas: Dengan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat dan menyediakan pelatihan yang diperlukan, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas keseluruhan.
  10. Pengambilan Keputusan Berbasis Data: Memberikan dasar objektif dalam pengambilan keputusan HR, mengurangi bias dan meningkatkan efektivitas strategi sumber daya manusia.

Secara keseluruhan, assessment merupakan alat vital dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan serta keberlanjutan organisasi.

Jenis assessment yang diselenggarakan di perusahaan

jenis asesmen adalah

Assessment di perusahaan selalu berkaitan erat dengan evaluasi kinerja dan kompetensi untuk berbagai tujuan. Bagi karyawan baru, asesmen dilakukan untuk memverifikasi kompetensi yang dimiliki kandidat apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Namun bukan hanya karyawan baru saja, karyawan yang sudah lama bergabung pun terus melakukan assessment, baik secara rutin untuk melakukan evaluasi kinerjanya. 

Selain itu, assessment juga kerap dilakukan untuk mengevaluasi apakah karyawan sudah siap baik secara personal maupun profesional ketika akan mendapatkan kenaikan jabatan atau promosi. 

Assessment untuk rekrutmen

Assessment di masa rekrutmen menjadi proses yang krusial untuk memastikan perusahaan mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Tidak heran, jika kita melihat rangkaian asesmen untuk rekrutmen relatif panjang dan bertingkat. 

Beberapa asesmen yang digunakan selama proses rekrutmen:

  • Seleksi berkas
  • Tes kemampuan kognitif
  • Tes psikologi
  • Tes kepribadian
  • Tes fisik dan kesehatan
  • Tes simulasi kerja 
  • Tes kompetensi kerja

Assessment dan evaluasi kerja

Bukan hanya karyawan baru, karyawan yang sudah lama bekerja pun perlu terlibat dalam assessment kinerja secara rutin. 

Hal ini dilakukan untuk mengetahui progress dan melakukan evaluasi kinerja karyawan. Selain itu, hasil dari evaluasi kinerja ini menjadi data yang menjadi basis untuk memberikan promosi jabatan atau kenaikan gaji. 

Beberapa assessment yang dapat dilakukan untuk proses ini antara lain:

  • Simulasi peran baru, termasuk masa percobaan untuk menerima beban kerja baru
  • Menguji kemampuan kandidat karyawan untuk menyelesaikan masalah
  • Kemampuan untuk memahami layanan dan produk perusahaan
  • Psikometri untuk menilai kesesuaian kandidat dengan jabatan baru yang akan diemban

Format assessment untuk menilai kinerja karyawan dapat beragam sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku di perusahaan:

  • Tes tertulis, artinya karyawan menjawab sejumlah pertanyaan untuk menggambarkan dan menilai kompetensinya secara tertulis. 
  • Tes lisan, umum dilakukan dalam penilaian kinerja tradisional di mana karyawan dan manajer bertemu tatap muka. Manajer dapat melemparkan pertanyaan secara langsung dan karyawan dapat menjawabnya secara lisan. 
  • Format ujian kinerja atau praktik nyata, untuk menguji ini dapat menggunakan beberapa metode seperti 360o feedback untuk memastikan keterampilan dan kompetensi kandidat promosi. 

Persiapan penyelenggaraan assessment

Sebagai penyelenggara asesmen, beberapa persiapan yang dapat Anda lakukan adalah:

Pahami tujuan yang ingin dicapai

Untuk persiapan asesmen, yang paling utama adalah memastikan proses yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. 

Memahami tujuan yang ingin dicapai akan membantu untuk mengukur kesuksesan program asesmen yang dilakukan.  

Persiapkan tim yang bertanggung jawab untuk proses asesmen

Yang tidak kalah penting dari persiapan asesmen adalah memastikan ada dedicated tim yang menangani.

Hal ini penting karena asesmen adalah proses yang cukup panjang sehingga tim khusus diperlukan untuk memastikan semua tahap dapat berjalan dengan mulus. 

Memastikan metode yang dipilih sesuai

Metode asesmen yang saat ini tersedia sangat beragam. Oleh karena itu, memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan sangat krusial dilakukan. 

Itu dia ulasan lengkap mengenai pengertian, tujuan, fungsi hingga persiapan assessment yang dapat Anda terapkan di perusahaan.


Mulai merekrut dari mana saja bersama Glints

Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.