Tenaga kerja menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam dunia kerja, tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih.
Di artikel ini, Glints akan membahas mengenai apa itu tenaga kerja terdidik dan terlatih, contoh profesi, serta keuntungan dan kekurangan merekrut kedua jenis tenaga kerja ini.
Agar Anda dapat merekrut talenta sesuai dengan jenis pekerjaan yang tepat, simak dulu pengertian tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih berikut ini:
Menurut Gramedia, tenaga kerja terdidik adalah orang yang menempuh pendidikan formal seperti sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga akademik lainnya, untuk mencapai keahlian tertentu.
Pekerja terdidik biasanya menguasai bidang tertentu berdasarkan tingkat pendidikan dan spesialisasi yang ditempuhnya. Karena menempuh tingkat pendidikan tertentu, tenaga kerja terdidik memiliki gelar akademik seperti diploma, sarjana, atau pascasarjana.
Mereka juga berperan dalam pekerjaan yang membutuhkan penalaran tinggi. Contohnya, dalam bidang teknologi, hukum, atau kedokteran.
Tenaga kerja terlatih adalah orang yang memiliki keterampilan praktis tertentu yang diperoleh melalui pelatihan keterampilan, les atau kursus, hingga pengalaman kerja.
Berkat keterampilan yang dilatih secara terus-menerus, seseorang mampu menguasai suatu pekerjaan tertentu.
Keterampilan praktis yang dimiliki oleh tenaga kerja ini memungkinkan mereka untuk langsung terjun ke lapangan melakukan pekerjaan dengan tingkat efisiensi dan keahlian tertentu, tanpa memerlukan pendidikan formal yang tinggi.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian melalui pendidikan formal.
Sementara, tenaga kerja terlatih mendapatkan keterampilan melalui pelatihan atau kursus, serta pengalaman kerja.
Umumnya, pekerja terdidik menggunakan pengetahuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan formal dalam menyelesaikan tugas. Kemudian, tenaga kerja terlatih menggunakan keterampilan praktis untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Berbeda dengan tenaga kerja terdidik yang membutuhkan waktu lebih lama guna mendapatkan gelar pendidikan, tenaga kerja terlatih justru memperoleh keahliannya dalam waktu lebih singkat melalui pelatihan intensif.
Ada sejumlah contoh tenaga kerja terdidik, yaitu:
Dokter adalah tenaga medis yang bertugas mendiagnosis, merawat, dan mengobati penyakit pasien. Seorang dokter harus memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu kedokteran dan kemampuan untuk mengambil keputusan dalam situasi kritis.
Tergantung jenis spesialisasi yang diambil, dokter dapat menempuh pendidikan kurang lebih selama 6-12 tahun lamanya.
Guru adalah tenaga pendidik yang berperan dalam mengajar, membimbing, dan mengembangkan kemampuan siswa. Profesi ini mencakup guru sekolah dasar hingga pengajar di tingkat menengah atau atas.
Pengacara berperan memberikan nasihat hukum dan mendampingi klien dalam kasus perdata maupun pidana. Mereka harus memahami peraturan hukum dan mampu membuat strategi hukum yang efektif.
Sama seperti dokter, sebelum praktek menjadi pengacara, seseorang harus lulus ujian profesi dan menjalani magang terlebih dahulu.
Psikolog adalah ahli yang mempelajari perilaku manusia dan membantu individu mengatasi masalah mental atau emosional.
Setelah lulus menjadi sarjana psikologi, mereka umumnya ada yang melanjutkan pendidikan profesi psikologi selama kurang lebih 2 tahun lamanya.
Selain bekerja di perusahaan, beberapa lulusan psikolog ada yang bekerja di klinik, rumah sakit, ataupun sekolah.
Akuntan adalah tenaga kerja terdidik yang bertanggung jawab atas pencatatan, analisis, dan pelaporan keuangan. Profesi ini sangat penting untuk menjaga transparansi keuangan perusahaan.
Arsitek berperan merancang bangunan yang fungsional, estetis, dan aman. Mereka harus mempertimbangkan faktor lingkungan, budaya, dan kebutuhan klien dalam desain mereka.
Apoteker bertugas meracik obat dan memberikannya pada pasien sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Apoteker juga memberikan edukasi terkait penggunaan obat yang aman.
Peneliti bekerja untuk menemukan pengetahuan baru atau solusi terhadap masalah tertentu di bidang sains, teknologi, atau sosial. Umumnya, peneliti sering bekerja di laboratorium, universitas, atau lembaga penelitian.
Ahli IT merancang, mengembangkan, dan memelihara sistem teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan organisasi atau perusahaan. Profesi ini mencakup pengembang perangkat lunak, spesialis keamanan siber, dan analis data.
Insinyur dapat bekerja di bidang sipil, elektro, mesin, atau kimia. Mereka bertanggung jawab merancang, mengembangkan, dan memelihara sistem atau infrastruktur.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tenaga kerja terlatih adalah orang dengan keterampilan teknis yang diperoleh melalui pelatihan atau pengalaman praktis di lapangan, bukan dari pendidikan formal yang panjang.
Jenis tenaga kerja ini sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, terutama di bidang yang memerlukan keahlian khusus. Berikut adalah beberapa contoh profesinya:
Koki bertanggung jawab untuk menyiapkan, memasak, dan menyajikan makanan dengan standar tinggi. Tak jarang, koki juga diminta untuk menciptakan menu makanan baru.
Barista bertugas meracik dan menyajikan kopi dengan berbagai teknik. Mereka harus memahami karakteristik biji kopi, metode penyeduhan, dan cara menyajikan minuman yang menarik melalui rangkaian pelatihan atau kursus.
Teknisi listrik bertugas merancang, memasang, dan memperbaiki instalasi listrik di rumah, kantor, atau fasilitas industri. Profesi ini membutuhkan keterampilan teknis dan pemahaman mendalam tentang sistem kelistrikan.
Mekanik bertugas memperbaiki, merawat, dan melakukan diagnosis kerusakan pada kendaraan bermotor atau mesin industri. Mekanik yang terampil sangat dibutuhkan di beberapa sektor, seperti transportasi dan manufaktur.
Tukang las bekerja menyambungkan hingga memperbaiki tata letak logam. Profesi ini diperlukan di sektor konstruksi, pembuatan kapal, dan manufaktur.
Operator alat berat bekerja dengan mengoperasikan mesin besar seperti ekskavator, bulldozer, atau crane di proyek konstruksi atau pertambangan. Pekerjaan ini memerlukan pelatihan intensif untuk memastikan keselamatan dan efisiensi.
Sopir mengemudikan kendaraan untuk berbagai kebutuhan seperti transportasi umum, angkutan barang, atau layanan antar-jemput. Sopir harus memiliki keahlian mengemudi yang tinggi dan pengetahuan tentang peraturan lalu lintas.
Penata rambut memberikan layanan seperti potong rambut, styling, pewarnaan, dan perawatan rambut lainnya. Umumnya, mereka bekerja di salon atau membuka usaha sendiri.
Contoh tenaga kerja terlatih lainnya adalah makeup artist (MUA). Profesi ini membutuhkan keterampilan khusus yang diperoleh melalui pelatihan praktis, kursus kecantikan, atau pengalaman kerja langsung.
Meski tidak memerlukan pendidikan formal panjang, seorang MUA harus memahami teknik aplikasi makeup, hingga cara menyesuaikan riasan sesuai kebutuhan klien. Misalnya untuk acara pernikahan, pemotretan, atau tampil di atas panggung.
Teknisi AC bertugas memasang, memperbaiki, dan memelihara sistem pendingin udara di rumah, kantor, atau fasilitas komersial. Pekerjaan ini memerlukan keahlian teknis dan pemahaman sistem mekanis.
Masih bingung merekrut pekerja terdidik atau terlatih untuk perusahaan Anda? Tenang, simak penjelasan mengenai keuntungan dan kekurangan merekrut pekerja terdidik atau terlatih berikut ini:
Ada beberapa keuntungan merekrut tenaga kerja terdidik, yaitu:
Berikut beberapa kerugian yang perlu Anda ketahui dalam merekrut tenaga pekerja terdidik:
Berikut beberapa keuntungan merekrut pekerja terlatih:
Sementara itu, berikut beberapa kekurangan pekerja terlatih:
Demikian penjelasan mengenai apa itu tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih. Perlu diingat bahwa kedua jenis pekerja ini memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberhasilan perusahaan.
Penting pula memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis tenaga kerja, agar perusahaan dapat membangun tim yang solid dan produktif.
Untuk merekrut pekerja terdidik atau terlatih, pastikan Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik posisi yang tersedia.
Sedang cari karyawan tenaga kerja terdidik atau tenaga kerja terlatih untuk perusahaan Anda? Yuk, pasang lowongan kerja gratis di Glints sekarang!
Banyak perusahaan masih terjebak dalam mitos "kandidat sempurna". Mereka yakin dengan menunggu cukup lama, kandidat…
Pada Selasa, 18 Februari 2025 di Jakarta, Glints & vOffice baru saja menandatangani kerja sama.…
Temuan Utama Kandidat paling aktif cari kerja pada 2 minggu sebelum Ramadan. Ini waktu terbaik…
Menyampaikan keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada seorang karyawan, baik melalui surat pemberhentian kerja alias…
Apakah bisnis atau perusahaan Anda sudah memiliki NIB? Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas pelaku…
Human capital atau modal manusia adalah metode untuk menarik dan mempertahankan karyawan terbaik dengan cara…