630 views

Tenaga Kerja Terdidik dan Terlatih: Arti, Contoh, dan Pertimbangan Merekrutnya

Annisa Amalia Ikhsania
Annisa Amalia Ikhsania
20 December 2024
dokter adalah contoh tenaga kerja terdidik

Tenaga kerja menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Dalam dunia kerja, tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih.

Di artikel ini, Glints akan membahas mengenai apa itu tenaga kerja terdidik dan terlatih, contoh profesi, serta keuntungan dan kekurangan merekrut kedua jenis tenaga kerja ini. 

Apa itu Tenaga Kerja Terdidik dan Tenaga Kerja Terlatih?

Agar Anda dapat merekrut talenta sesuai dengan jenis pekerjaan yang tepat, simak dulu pengertian tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih berikut ini:

1. Tenaga kerja terdidik

Menurut Gramedia, tenaga kerja terdidik adalah orang yang menempuh pendidikan formal seperti sekolah, perguruan tinggi, atau lembaga akademik lainnya, untuk mencapai keahlian tertentu.

Pekerja terdidik biasanya menguasai bidang tertentu berdasarkan tingkat pendidikan dan spesialisasi yang ditempuhnya. Karena menempuh tingkat pendidikan tertentu, tenaga kerja terdidik memiliki gelar akademik seperti diploma, sarjana, atau pascasarjana. 

Mereka juga berperan dalam pekerjaan yang membutuhkan penalaran tinggi. Contohnya, dalam bidang teknologi, hukum, atau kedokteran. 

2. Tenaga kerja terlatih

Tenaga kerja terlatih adalah orang yang memiliki keterampilan praktis tertentu yang diperoleh melalui pelatihan keterampilan, les atau kursus, hingga pengalaman kerja. 

Berkat keterampilan yang dilatih secara terus-menerus, seseorang mampu menguasai suatu pekerjaan tertentu. 

Keterampilan praktis yang dimiliki oleh tenaga kerja ini memungkinkan mereka untuk langsung terjun ke lapangan melakukan pekerjaan dengan tingkat efisiensi dan keahlian tertentu, tanpa memerlukan pendidikan formal yang tinggi. 

Beda Tenaga Kerja Terdidik dan Tenaga Kerja Terlatih

tenaga kerja terlatih

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian melalui pendidikan formal.

Sementara, tenaga kerja terlatih mendapatkan keterampilan melalui pelatihan atau kursus, serta pengalaman kerja.

Umumnya, pekerja terdidik menggunakan pengetahuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan formal dalam menyelesaikan tugas. Kemudian, tenaga kerja terlatih menggunakan keterampilan praktis untuk menyelesaikan pekerjaannya. 

Berbeda dengan tenaga kerja terdidik yang membutuhkan waktu lebih lama guna mendapatkan gelar pendidikan, tenaga kerja terlatih justru memperoleh keahliannya dalam waktu lebih singkat melalui pelatihan intensif. 

Contoh Tenaga Kerja Terdidik 

Ada sejumlah contoh tenaga kerja terdidik, yaitu:

1. Dokter

Dokter adalah tenaga medis yang bertugas mendiagnosis, merawat, dan mengobati penyakit pasien. Seorang dokter harus memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu kedokteran dan kemampuan untuk mengambil keputusan dalam situasi kritis.

Tergantung jenis spesialisasi yang diambil, dokter dapat menempuh pendidikan kurang lebih selama 6-12 tahun lamanya. 

2. Guru

Guru adalah tenaga pendidik yang berperan dalam mengajar, membimbing, dan mengembangkan kemampuan siswa. Profesi ini mencakup guru sekolah dasar hingga pengajar di tingkat menengah atau atas.

3. Pengacara

Pengacara berperan memberikan nasihat hukum dan mendampingi klien dalam kasus perdata maupun pidana. Mereka harus memahami peraturan hukum dan mampu membuat strategi hukum yang efektif.

Sama seperti dokter, sebelum praktek menjadi pengacara, seseorang harus lulus ujian profesi dan menjalani magang terlebih dahulu. 

4. Psikolog

Psikolog adalah ahli yang mempelajari perilaku manusia dan membantu individu mengatasi masalah mental atau emosional. 

Setelah lulus menjadi sarjana psikologi, mereka umumnya ada yang melanjutkan pendidikan profesi psikologi selama kurang lebih 2 tahun lamanya. 

Selain bekerja di perusahaan, beberapa lulusan psikolog ada yang bekerja di klinik, rumah sakit, ataupun sekolah. 

5. Akuntan

Akuntan adalah tenaga kerja terdidik yang bertanggung jawab atas pencatatan, analisis, dan pelaporan keuangan. Profesi ini sangat penting untuk menjaga transparansi keuangan perusahaan.

6. Arsitek

Arsitek berperan merancang bangunan yang fungsional, estetis, dan aman. Mereka harus mempertimbangkan faktor lingkungan, budaya, dan kebutuhan klien dalam desain mereka.

7. Apoteker

Apoteker bertugas meracik obat dan memberikannya pada pasien sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Apoteker juga memberikan edukasi terkait penggunaan obat yang aman.

8. Peneliti

Peneliti bekerja untuk menemukan pengetahuan baru atau solusi terhadap masalah tertentu di bidang sains, teknologi, atau sosial. Umumnya, peneliti sering bekerja di laboratorium, universitas, atau lembaga penelitian.

9. Ahli IT

Ahli IT merancang, mengembangkan, dan memelihara sistem teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan organisasi atau perusahaan. Profesi ini mencakup pengembang perangkat lunak, spesialis keamanan siber, dan analis data.

10. Insinyur

Insinyur dapat bekerja di bidang sipil, elektro, mesin, atau kimia. Mereka bertanggung jawab merancang, mengembangkan, dan memelihara sistem atau infrastruktur.

Contoh Tenaga Kerja Terlatih

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tenaga kerja terlatih adalah orang dengan keterampilan teknis yang diperoleh melalui pelatihan atau pengalaman praktis di lapangan, bukan dari pendidikan formal yang panjang. 

Jenis tenaga kerja ini sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, terutama di bidang yang memerlukan keahlian khusus. Berikut adalah beberapa contoh profesinya: 

1. Koki

Koki bertanggung jawab untuk menyiapkan, memasak, dan menyajikan makanan dengan standar tinggi. Tak jarang, koki juga diminta untuk menciptakan menu makanan baru. 

2. Barista

Barista bertugas meracik dan menyajikan kopi dengan berbagai teknik. Mereka harus memahami karakteristik biji kopi, metode penyeduhan, dan cara menyajikan minuman yang menarik melalui rangkaian pelatihan atau kursus. 

3. Teknisi listrik

Teknisi listrik bertugas merancang, memasang, dan memperbaiki instalasi listrik di rumah, kantor, atau fasilitas industri. Profesi ini membutuhkan keterampilan teknis dan pemahaman mendalam tentang sistem kelistrikan.

4. Mekanik

Mekanik bertugas memperbaiki, merawat, dan melakukan diagnosis kerusakan pada kendaraan bermotor atau mesin industri. Mekanik yang terampil sangat dibutuhkan di beberapa sektor, seperti transportasi dan manufaktur.

5. Tukang las

Tukang las bekerja menyambungkan hingga memperbaiki tata letak logam. Profesi ini diperlukan di sektor konstruksi, pembuatan kapal, dan manufaktur.

6. Operator alat berat

Operator alat berat bekerja dengan mengoperasikan mesin besar seperti ekskavator, bulldozer, atau crane di proyek konstruksi atau pertambangan. Pekerjaan ini memerlukan pelatihan intensif untuk memastikan keselamatan dan efisiensi.

7. Sopir

Sopir mengemudikan kendaraan untuk berbagai kebutuhan seperti transportasi umum, angkutan barang, atau layanan antar-jemput. Sopir harus memiliki keahlian mengemudi yang tinggi dan pengetahuan tentang peraturan lalu lintas.

8. Penata rambut

Penata rambut memberikan layanan seperti potong rambut, styling, pewarnaan, dan perawatan rambut lainnya. Umumnya, mereka bekerja di salon atau membuka usaha sendiri.

9. Makeup artist (MUA)

Contoh tenaga kerja terlatih lainnya adalah makeup artist (MUA). Profesi ini membutuhkan keterampilan khusus yang diperoleh melalui pelatihan praktis, kursus kecantikan, atau pengalaman kerja langsung. 

Meski tidak memerlukan pendidikan formal panjang, seorang MUA harus memahami teknik aplikasi makeup, hingga cara menyesuaikan riasan sesuai kebutuhan klien. Misalnya untuk acara pernikahan, pemotretan, atau tampil di atas panggung.

10. Teknisi AC

Teknisi AC bertugas memasang, memperbaiki, dan memelihara sistem pendingin udara di rumah, kantor, atau fasilitas komersial. Pekerjaan ini memerlukan keahlian teknis dan pemahaman sistem mekanis.

Kelebihan dan Kekurangan Merekrut Tenaga Kerja Terdidik dan Tenaga Kerja Terlatih

tenaga kerja terlatih

Masih bingung merekrut pekerja terdidik atau terlatih untuk perusahaan Anda? Tenang, simak penjelasan mengenai keuntungan dan kekurangan merekrut pekerja terdidik atau terlatih berikut ini:

1. Kelebihan merekrut tenaga kerja terdidik

Ada beberapa keuntungan merekrut tenaga kerja terdidik, yaitu:

  • Memiliki pengetahuan mendalam tentang teori dan prinsip yang mendasari bidang pekerjaan mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk memberikan solusi berbasis analisis mendalam sehingga hasil pekerjaan lebih berkualitas.
  • Punya keterampilan berpikir kritis yang lebih baik. Mereka mampu menganalisis masalah kompleks dan memberikan alternatif solusi lebih inovatif, yang menjadi aset penting bagi perusahaan.
  • Mampu beradaptasi lebih mudah terhadap perkembangan teknologi atau perubahan sistem dengan cepat.
  • Memiliki kapasitas untuk terus belajar dan berkembang. Mereka lebih berpotensi untuk mengisi posisi manajerial di masa depan, sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam jangka panjang.

2. Kerugian merekrut tenaga kerja terdidik

Berikut beberapa kerugian yang perlu Anda ketahui dalam merekrut tenaga pekerja terdidik:

  • Perusahaan perlu memberikan gaji lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja terlatih.
  • Pekerja terdidik mungkin memiliki keterbatasan pengetahuan dalam keterampilan praktis saat bekerja di lapangan karena lebih banyak belajar secara teoretis.
  • Tenaga kerja terdidik yang sudah berpengalaman bisa jadi memiliki daya tawar lebih tinggi dalam hal gaji dan benefit.
  • Perusahaan perlu merencanakan program pelatihan dan pengembangan untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan. Hal ini diperlukan biaya dan waktu tambahan.

3. Kelebihan merekrut tenaga kerja terlatih

Berikut beberapa keuntungan merekrut pekerja terlatih:

  • Punya keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Mereka tidak memerlukan waktu pelatihan tambahan yang panjang.
  • Bekerja lebih efisien dan akurat. Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang tugas-tugas tertentu dan mampu menyelesaikannya dalam waktu lebih singkat dibandingkan dengan tenaga kerja tanpa pelatihan intensif.
  • Perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk memberikan pelatihan dasar atau membekali karyawan dengan keterampilan teknis dari awal. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran perusahaan.
  • Tenaga kerja sudah terbiasa dengan prosedur dan teknik terbaik di bidangnya. Ini dapat membantu perusahaan mempertahankan atau meningkatkan kualitas produk atau layanan.
  • Perusahaan tidak perlu banyak memberikan persyaratan akademik sehingga proses rekrutmen bisa berlangsung lebih cepat.

4. Kekurangan merekrut tenaga kerja terlatih

Sementara itu, berikut beberapa kekurangan pekerja terlatih:

  • Kurang memahami konsep teori yang mendasari pekerjaan mereka. Hal ini bisa menjadi kendala ketika perusahaan membutuhkan pemecahan masalah yang memerlukan analisis atau pendekatan berbasis pengetahuan mendalam.
  • Sulit menangani tugas-tugas di luar keahlian utama mereka. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan fleksibilitas tinggi.
  • Cenderung fokus pada prosedur yang telah diajarkan selama pelatihan atau pengalaman kerja sebelumnya. Akibatnya, mereka mungkin kurang inovatif atau sulit adaptasi dengan perubahan mendadak yang membutuhkan solusi kreatif.
  • Perlu pelatihan tambahan jika perusahaan memperkenalkan teknologi baru yang belum mereka kuasai. Hal ini dapat menyebabkan biaya tambahan bagi perusahaan.
  • Dalam beberapa kasus, tenaga kerja terlatih memerlukan pengawasan lebih untuk memastikan bahwa pekerjaan mereka sesuai standar perusahaan. Hal ini dapat membebani manajemen, terutama jika tenaga kerja tersebut baru pertama kali terjun di industri tertentu.

Demikian penjelasan mengenai apa itu tenaga kerja terdidik dan tenaga kerja terlatih. Perlu diingat bahwa kedua jenis pekerja ini memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberhasilan perusahaan.

Penting pula memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis tenaga kerja, agar perusahaan dapat membangun tim yang solid dan produktif. 

Untuk merekrut pekerja terdidik atau terlatih, pastikan Anda perlu mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik posisi yang tersedia. 

Sedang cari karyawan tenaga kerja terdidik atau tenaga kerja terlatih untuk perusahaan Anda? Yuk, pasang lowongan kerja gratis di Glints sekarang!

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.