5 Strategi Meningkatkan Employee Retention di Industri Manufaktur

Linggar
Linggar
November 18, 2022
5 Strategi Meningkatkan Employee Retention di Industri Manufaktur

Mempertahankan karyawan adalah salah satu indikator penting dalam talent management oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan strategi employee retention. Indikator ini penting untuk mengukur kemampuan perusahaan mempertahankan karyawan terbaiknya.

Dengan melihat indikator ini, perusahaan dapat melakukan evaluasi pada banyak aspek, mulai dari budaya perusahaan, kompensasi dan benefit, bahkan jenjang karir dan evaluasi kinerja. 

Selain itu, employee retention juga dapat meningkatkan efisiensi biaya rekrutmen bagi perusahaan. Pergantian karyawan yang terlalu sering, atau juga sering dikenal sebagai turnover rate, merupakan salah satu cost yang dapat diminimalisir dengan meningkatkan angka employee retention

Di tengah situasi ekonomi yang belakangan terjadi, ditambah prediksi krisis dan resesi yang akan menghadang di tahun depan, mempertahankan karyawan terbaik menjadi salah satu prioritas penting yang tidak dapat diabaikan. 

Dalam artikel ini, akan membahas pengertian employee retention dan strategi apa yang dapat disiapkan dari sisi ini untuk lebih kuat sehingga dapat bangkit lebih hebat pasca krisis, khususnya di industri manufaktur. 

Lanskap industri manufaktur di Indonesia

Tahun 2022, menjadi momentum bangkit untuk beberapa industri termasuk manufaktur yang sempat lesu akibat pandemi lalu. Purchasing Managers’ Index (PMI) menunjukkan peningkatan kegiatan di bidang manufaktur, dari 51,7 di Agustus 2022 naik ke angka 53,7 pada bulan berikutnya. 

Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan industri yang sama di Asia Tenggara. 

Pertumbuhan di level industri ini tentu juga berdampak pada kebutuhan talenta, apalagi untuk industri padat karya seperti manufaktur. Bukan hanya untuk menarik talenta baru, namun juga mempertahankan talenta yang sudah ada sehingga menghasilkan produktivitas yang maksimal. 

Penguatan strategi talenta menjadi semakin urgen mengingat tantangan kondisi ekonomi masih akan berlangsung, apalagi di tengah isu resesi yang diprediksi akan melanda tahun depan. 

Melihat situasi ekonomi yang masih bergejolak, penguatan strategi SDM juga penting untuk memastikan perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk segera bangkit pasca krisis. 

Baca juga: 5 Metode Pengembangan SDM Terbaik, Pilih yang Tepat untuk Perusahaan Anda

Pengertian employee retention

Menurut Sumarni (2011), employee retention atau retensi karyawan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan potensial yang dimiliki perusahaan sehingga dapat tetap loyal pada perusahaan. 

Employee retention adalah faktor yang penting untuk efisiensi bisnis karena pergantian karyawan yang terlalu sering sedikit banyak akan mempengaruhi produktivitas perusahaan. Apalagi ada beban rekrutmen yang harus ditanggung untuk setiap pergantian karyawan. 

Strategi employee retention di tengah ekonomi yang tidak menentu

Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu seperti saat ini, tentu perusahaan sebisa mungkin melakukan penghematan dan efisiensi operasional untuk menjaga stabilitas bisnis. 

Hal ini mungkin juga berpengaruh dalam strategi employee retention yang dijalankan oleh perusahaan. Namun demikian, employee retention bukan selalu tentang uang

Berikut adalah beberapa hal yang penting diperhatikan untuk mengembangkan strategi employee retention di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak:

Komunikasi yang jujur dan transparan

Di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti seperti sekarang ini, kecemasan sangat mungkin dirasakan oleh karyawan. Hal ini mungkin memicu keinginan untuk pindah perusahaan, untuk mencari peluang baru yang dirasa lebih aman. 

Menghindari hal ini terjadi, komunikasi yang jujur dan transparan tentang kondisi perusahaan menjadi sangat penting. Selain komunikasi dari atas ke bawah, pastikan ada jalur yang disediakan untuk menampung suara dari bawah ke atas. 

Memberikan apresiasi kepada karyawan

Apresiasi tidak harus selalu dalam bentuk uang, seperti bonus kinerja misalnya. Seperti halnya apresiasi dalam bentuk tunai, apresiasi secara verbal atau dalam tindakan sama pentingnya bagi karyawan. 

Ungkapan terima kasih dan sampaikan apresiasi di hadapan tim juga penting untuk diperhatikan. 

Berikan jenjang karir yang jelas

Memiliki rencana jenjang karir untuk karyawan dapat menjadi salah satu program employee retention karena kesempatan mengembangkan karir masuk dalam 3 besar kunci employee engagement menurut survei dari Glints

Kesempatan mengembangkan karir dapat menjadi tantangan yang mengurangi alasan turnover karena merasa bosan dengan pekerjaan yang ada. 

Paket kompensasi dan benefit yang menarik

Dalam survei yang dilakukan Glints pada awal tahun lalu, gaji menjadi faktor penting dalam keputusan karyawan memilih tempat kerjanya. 50,7% responden mengaku tidak puas dengan gaji yang diterimanya selama 2021. 

Mengatasi hal ini, penting bagi perusahaan untuk melakukan survei besaran gaji standar di industri. Dalam Tren dan Panduan Gaji 2022, terlihat perbedaan standar gaji untuk masing-masing industri meskipun untuk posisi yang sama. 

Baca juga: 5 Tips Memulai Survei Employee Engagement

Evaluasi program yang sudah berjalan

Implementasi program memang penting, namun yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan adalah proses evaluasi. 

Untuk menganalisa penyebab turnover, ada beberapa metode yang dapat digunakan seperti survei kepuasan karyawan dan juga survei ketika karyawan keluar dari perusahaan (exit survey). 

Evaluasi yang dilakukan secara rutin akan membantu perbaikan program employee retention secara berkelanjutan. 

Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.