887 views

Karyawan Part Time: Pengertian, Aturan, dan Tips Merekrutnya

Intan Aprilia
Intan Aprilia
4 February 2025
part time

Pekerja part time atau paruh waktu adalah mereka yang bekerja dengan waktu lebih sedikit dibanding karyawan full time. Keputusan untuk merekrut pekerja part time bisa bermacam-macam, misalnya menghemat keuangan atau untuk menggantikan posisi yang kosong sementara waktu.

Di artikel ini, Glints akan menjelaskan mulai dari perbedaan part time, full time, dan freelance, keuntungan dan kelebihan pekerja part time, hingga tips merekrut karyawan paruh waktu. 

Pengertian, Aturan, dan Upah Pekerja Part Time di Indonesia

Pasal 16 Ayat 1 RPP Pengupahan menjelaskan bahwa pekerja part time adalah mereka yang bekerja kurang dari 7 jam sehari dan kurang dari 35 jam seminggu.

Upah pekerja paruh waktu dibayarkan sesuai dengan kesepakatan dengan perusahaan. Namun, kesepakatan ini tidak boleh lebih rendah dari penghitungan upah yang telah diatur di Pasal 16 Ayat 4. 

Ayat tersebut menyatakan upah sebulan dibagi 126. Angka tersebut didapat dari hasil perkalian 29 jam 1 minggu dengan 52 minggu. 52 minggu adalah jumlah minggu dalam 1 tahun, lalu dibagi 12 bulan. Sementara, 29 jam adalah jam kerja karyawan paruh waktu tertinggi dari seluruh provinsi. 

Sebagai contoh, berikut skema perhitungan upah per jam untuk pekerja part-time waitress dengan bayaran Rp40.000 per jam berdasarkan Pasal 16 ayat (4):

  • Jam kerja per minggu: 5 jam/hari × 5 hari = 25 jam/minggu.
  • Total jam kerja 1 bulan: 25 jam/minggu × 4 minggu = 100 jam/bulan.
  • Total upah 1 bulan: 100 jam × Rp40.000/jam = Rp4.000.000.

Berdasarkan rumus penghitungan pada pasal, jika upah bulanan dihitung ulang, Rp4.000.000 ÷ 126 = Rp31.746/jam. Itu artinya upah Rp40.000/jam sudah memenuhi standar. 

Beda Part Time, Full Time, Freelance, dan Magang 

Agar Anda bisa merekrut talenta dengan jenis pekerjaan yang tepat, simak perbedaan part time, full time, freelance, dan magang berikut ini. 

1. Part Time 

Paruh waktu artinya bekerja dengan jumlah waktu yang lebih sedikit dibanding pekerja penuh waktu. 

Pekerjaan part time dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai dengan perjanjian dengan perusahaan, seperti bekerja dengan jumlah jam tertentu per hari, minggu, atau bulan. 

Perusahaan umumnya memilih mempekerjakan karyawan paruh waktu untuk mengisi posisi sebuah project yang bersifat sementara, menggantikan karyawan yang sedang maternity leave, atau untuk menghemat keuangan. 

Beberapa perusahaan dapat memberikan benefit pada pekerja paruh waktu meski keuntungannya tidak sama besar dengan pekerja full time.

2. Full Time 

Waktu bekerja bagi karyawan full time adalah sekitar 35-40 jam per minggu. Pekerja full time memiliki keunggulan seperti asuransi kesehatan, program pengembangan diri, dan peluang promosi karier. 

Pekerja penuh waktu tetap berlanjut kecuali diberhentikan oleh perusahaan atau melakukan resign. 

3. Freelance 

Seorang freelance atau pekerja lepas adalah mereka yang memiliki keahlian tertentu yang menyediakan layanan atau jasa kepada klien atau perusahaan berdasarkan project

Freelancer umumnya memiliki berbagai klien dalam waktu yang sama. Mereka menjalin hubungan baik dengan klien, sehingga mereka bisa mendapatkan project dengan klien yang sama di kemudian hari. Freelancer bisa dibayar per jam, per bulan, atau per project.

4. Magang

Internship atau magang merupakan kesempatan kerja bersifat sementara yang ditawarkan perusahaan kepada mahasiswa atau fresh graduate. Magang bisa dibayar atau tidak dibayar.

Untuk karyawan magang, magang adalah cara untuk mendapatkan pengalaman di bidang atau industri pilihan mereka. 

Bagi perusahaan, karyawan magang dapat memberikan bantuan tambahan dan bisa menjadi cara mencari kandidat full time yang berpotensi. Tidak jarang karyawan magang dengan performa baik akan direkrut menjadi karyawan penuh waktu. 

Contoh Pekerjaan Part Time 

Ada pekerjaan part time yang bisa dilakukan di mana saja, tapi ada juga yang harus datang langsung ke lokasi kerja. 

Remote Part Time 

Berikut beberapa contoh pekerjaan remote part time:

  • Content Writer

Part time content writer memiliki tanggung jawab meriset, menulis, dan mengecek fakta-fakta di tulisan. Pekerja content writer biasanya dibayar berdasarkan jumlah kata per artikel atau jumlah artikel per bulan. 

  • Online Tutor 

Online tutor biasanya berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam. Tugas utamanya adalah membantu murid memahami pelajaran. Umumnya upah online tutor dihitung berdasarkan jam mengajar. 

  • Customer Service 

Posisi customer service membutuhkan komunikasi yang baik karena sebagai representatif perusahaan, mereka perlu menjawab kekhawatiran customer dengan efisien. Komunikasi dengan customer bisa dilakukan via telepon, email, social media, atau website chat. 

  • Graphic Designer 

Graphic designer bertanggung jawab mendesain dan mengedit berbagai materi visual seperti banner, social media post, atau brosur. Upah part time graphic designer bisa dihitung berdasarkan desain yang diselesaikan dalam waktu yang sudah ditetapkan.

On-site Part Time 

Berikut beberapa contoh pekerjaan part time yang perlu datang ke lokasi: 

  • Barista 

Tanggung jawab barista mencakup memperkenalkan dan membuat minuman untuk customer, menjual produk musiman, dan menerima pesanan customer. Part time barista bekerja dalam sistem shift dengan kompensasi termasuk gaji dan tip.

  • Admin 

Tugas admin cukup bervariasi, seperti mengangkat telepon, menjawab email, menjadwalkan meeting, dan mendukung kebutuhan perusahaan lainnya. Admin harus memiliki kemampuan organisasi, multitasking, dan time management yang baik. 

  • Fitness Trainer 

Fitness trainer di gym bertugas membimbing klien mencapai tujuan kebugaran mereka. Fitness trainer juga harus membuat program latihan berdasarkan kondisi fisik dan kesehatan klien. 

  • Florist

Florist bertanggung jawab merangkai dan menjual bunga kepada customer. Pekerjaan ini membutuhkan kreativitas tinggi dalam memenuhi keinginan customer. Penghitungan upah florist biasanya berdasarkan total jam kerja dalam sebulan.

Keuntungan dan Kekurangan Merekrut Pekerja Paruh Waktu 

Apakah Anda sudah mulai tertarik merekrut pekerja part time, tapi masih memiliki sedikit keraguan? Mari kita apa saja keuntungan dan kekurangan mempekerjakan karyawan paruh waktu di perusahaan Anda. 

Keuntungan Merekrut Pekerja Part Time

1. Menghemat Keuangan 

Karyawan paruh waktu dapat menghemat biaya yang signifikan dibandingkan karyawan full time. Karyawan full time membutuhkan gaji yang lebih tinggi, cuti, asuransi, dan tunjangan lainnya. Anda tidak berkewajiban memberikan benefit pada pekerja part time. 

2. Fleksibilitas 

Bila Anda bekerja di industri yang naik turun, merekrut pekerja part time artinya Anda bisa mempekerjakan karyawan dengan keahlian yang Anda butuhkan di saat tertentu. 

Misalnya, Anda membutuhkan tambahan pelayan di restoran saat musim liburan atau akuntan untuk menghitung pajak setiap akhir tahun. 

3. Dukungan Tambahan 

Part time adalah jenis pekerjaan yang ideal bila Anda membutuhkan dukungan tambahan untuk mengisi posisi yang kosong untuk sementara waktu. 

Contohnya, mengisi kekosongan saat ada karyawan yang cuti melahirkan atau menggantikan kekurangan karyawan di shift malam. 

4. Memperluas Pencarian Kandidat 

Tidak semua kandidat mencari pekerjaan full time. Ketika Anda mempertimbangkan untuk merekrut karyawan paruh waktu, Anda membuka kesempatan pada talenta yang mungkin sering terlewatkan.

Misalnya, ibu yang baru kembali memasuki dunia kerja atau lansia yang masih ingin bekerja. 

Kekurangan Merekrut Pekerja Part Time

1. Turnover Tinggi 

Karyawan paruh waktu cenderung lebih sering berganti dibanding karyawan full time. Akibatnya, turnover pun tinggi, sehingga bisa menyebabkan perusahaan mengeluarkan pengeluaran yang lebih besar untuk biaya rekrutmen dan training

Namun, Anda bisa mencegah turnover dengan memberikan tunjangan pada pekerja part time. 

2. Tidak Ada Koneksi dengan Karyawan Lain 

Jumlah waktu bekerja karyawan part time lebih sedikit dibanding full time. Hal itu membuat karyawan full time jarang mengobrol atau bertemu dengan karyawan paruh waktu, sehingga tidak tercipta koneksi antar karyawan. 

3. Sulit Menjadwalkan Jam Kerja

Kadang sulit untuk menetapkan jadwal rutin untuk karyawan paruh waktu karena mereka mungkin memiliki pekerjaan part time lain. Jadwal bekerja perlu disepakati dari awal agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. 

4. Ada Potensi Pekerjaan Tidak Konsisten

Kualitas pekerjaan part time bisa jadi kurang konsisten karena mereka tidak menghabiskan waktu penuh untuk bekerja. 

Persoalan ini bisa dicegah bila Anda telah menjabarkan dengan jelas apa saja tanggung jawab yang perlu mereka lakukan di dalam kontrak. 

Tips Merekrut Pekerja Part Time 

Dengan kebutuhan mencari pekerja part time yang semakin tinggi, Anda harus tahu tips merekrut karyawan paruh waktu yang berkualitas:

1. Buat Job Description Sejelas Mungkin 

Saat mencari pekerja part time, buatlah job description dengan ekspektasi yang jelas. Mulai dari posisi pekerjaan, level pendidikan, pengalaman, dan jadwal kerja. 

Karyawan part time umumnya memilih pekerjaan dengan fleksibilitas tinggi karena mereka punya komitmen lain seperti kuliah, mengurus rumah tangga, atau pekerjaan paruh waktu di tempat lain. 

Oleh sebab itu, tegaskan tentang durasi dan jadwal kerja di lowongan pekerjaan Anda agar bisa menarik lebih banyak kandidat. 

2. Beri Kesempatan pada Berbagai Kandidat

Kadang ada beberapa kandidat yang diabaikan atau dilewati oleh HRD saat sedang melakukan screening karyawan part time. Contohnya, ibu rumah tangga, mahasiswa, atau kandidat yang sempat mengambil rehat sebelum kembali bekerja.

Berikanlah kesempatan yang sama pada kandidat-kandidat tersebut karena bisa jadi mereka memiliki kemampuan yang Anda cari. 

3. Iklankan Lowongan di Situs yang Tepat

Setelah membuat job vacancy, Anda perlu memasarkan lowongan tersebut supaya dilihat banyak kandidat. 

Nah, untuk bisa mendapatkan kandidat terbaik, Anda harus mengiklankan lowongan pekerjaan di situs yang tepat. 

Di Glints, Anda bisa mendapatkan kandidat berkualitas dengan cepat dan efisien, termasuk talenta untuk posisi part time! Terdapat lebih dari 5 juta talenta berbakat yang siap bergabung dengan perusahaan Anda. Yuk, mulai rekrut! 

4. Tawarkan Benefit yang Baik 

Meski tidak sebesar atau sebanyak karyawan full time, tawarkan tunjangan atau benefit pada pekerja part time untuk mencegah turnover tinggi. Misalnya, cuti berbayar, hari libur, atau fasilitas kantor seperti gym membership dan mentorship program. 

Buat skema yang jelas untuk setiap benefit yang Anda berikan. Contoh, bila mereka sudah bekerja minimal sekian jam dalam seminggu, mereka bisa mendapatkan benefit tertentu. 

Memberikan benefit pada karyawan part time juga akan membedakan perusahaan Anda dengan kompetitor dan berpotensi menarik lebih banyak karyawan terbaik. 

5. Gunakan Sistem Referral 

Bila Anda kesulitan mencari karyawan part time, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah menjalani sistem referral. Tanyakan pada karyawan Anda apakah mereka memiliki kenalan yang memenuhi kriteria. 

Karyawan biasanya mengerti kebutuhan perusahaan dan kemampuan yang diperlukan untuk posisi tersebut, sehingga mereka bisa menyarankan kandidat yang sesuai. 

Pekerja part time adalah aset yang sama pentingnya dengan karyawan full time, jadi jangan sampai Anda salah memilih kandidat.

Sudah siap merekrut karyawan part time berkualitas? Lakukan tips-tips di atas dan pasarkan iklan lowongan pekerjaan part time Anda sekarang!

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.