Menciptakan Lingkungan Kerja Jarak Jauh yang Inklusif, Belajar dari Pengalaman Lummo

Linggar Arum
Linggar Arum
May 13, 2022
Menciptakan Lingkungan Kerja Jarak Jauh yang Inklusif, Belajar dari Pengalaman Lummo

Studi yang dilakukan oleh Harvard Business Review menyebut bahwa perusahaan yang memiliki keberagaman di atas rata-rata mampu meraup 19% revenue lebih tinggi dari segi inovasi. 

Diversity, equality and inclusion (DEI) menjadi perhatian penting saat ini, baik bagi pengusaha maupun pekerja. Secara statistik, bagi perusahaan, makin tinggi keberagaman di perusahaan di setiap level kepemimpinan meningkatkan inovasi yang bermuara pada meningkatnya pendapatan.

Sebuah studi dari Fast Company, dengan lebih banyak perempuan yang berada di C-level menghasilkan 34% keuntungan untuk para pemegang saham. 

Sementara itu, dukungan perusahaan untuk implementasi DEI besar maknanya untuk karyawan karena 45% pekerja di Amerika mengalami diskriminasi atau pelecehan di tahun 2021 sebut Gallup dalam salah satu studinya. 

Melihat angka ini, tindakan nyata dari perusahaan tentu dinantikan. Lalu bagaimana best-practice menciptakan lingkungan kerja inklusif yang sudah diterapkan oleh salah satu pemenang Glints Best Employer 2022?

Lummo atau yang dulu dikenal dengan BukuKas akan menceritakannya pengalaman membangun ruang kerja inklusif, bahkan dalam pengaturan kerja jarak jauh, untuk Anda. 

Integrasi dan Mendorong Bekerja di Luar Kantor

“The way we work has changed over the past two years, with more companies transforming their teams to work remotely #borderlessworkforce.”

William Hendradjaja

“Tahun lalu, ada satu kejutan menyenangkan yang datang bersamaan dengan kebijakan kerja jarak jauh yang kami terapkan, adalah kami dapat memulai rekrutmen internasional.” 

“Rasanya seperti seluruh dunia menyambut kami. Head of Data kami sekarang bekerja dari sebuah hutan di Finlandia, sepertinya karena dia suka ski. Semuanya tidak masalah–perbedaan waktu, lokasi–kami pastikan kolaborasi ini berhasil.”

Bagi Cindy Sutjiadi, VP of People and Culture Lummo Indonesia, perusahaannya dapat berkembang dengan kolaborasi dan menerima berbagai kandidat. 

“Karena kami tidak membatasi hiring pool, hal ini memudahkan kami menemukan keterampilan spesifik yang sebelumnya sulit bahkan kami pikir tidak tersedia.”

Berkantor pusat di Jakarta, Lummo menawarkan software untuk para pengusaha mengembangkan bisnis mereka secara online. Perusahaan ini berdiri tahun 2019 dengan nama BukuKas dan telah melalui tiga putaran fundraising sebelum kemudian rebranding sebagai Lummo tahun 2022.

Per April 2022, Lummo memiliki 426 orang pegawai dan masih berencana untuk terus mengembangkan hingga 35-40% lagi. Basis pengguna Lummo juga terus berkembang hingga lebih dari 7 juta lebih. 

Hal ini membuktikan peran Lummo sebagai e-commerce dan aplikasi pencatatan keuangan telah membantu memberdayakan UMKM di Indonesia. 

Apalagi ketika pandemi, konsumen lebih banyak pindah dari pusat perbelanjaan fisik ke e-commerce. Di masa ini, Lummo membantu UMKM untuk mulai bangkit dan kembali terhubung dengan pelanggannya, memenuhi pesanan bahkan membangun brandnya. 

LummoSHOP merupakan produk unggulannya, yang diciptakan sebagai Software as a Service (SaaS) yang menyediakan berbagai fitur untuk operasional bisnis. Di aplikasi ini tersedia etalase online untuk bisnis direct-to-customer (D2C), pemesanan, pencatatan keuangan dan program analitik untuk meningkatkan efisiensi bisnis UMKM. 

Selain itu, Lummo juga menyediakan beberapa fitur inovatif untuk meningkatkan customer engagement. Untuk para penjual di dalamnya, Lummo juga menyediakan program pendampingan dan komunitas untuk membantu mereka berkembang di ekosistem e-commerce. 

Baca juga: Strategi GoTo Group Wujudkan Inklusivitas Melalui Diversity di Tempat Kerja

Menarik Tech Talent dari Berbagai Latar Belakang

Founder dan CEO Krishnan Menon menyadari sepenuhnya bahwa Lummo merupakan platform komprehensif yang membutuhkan engineering talent terbaik – mereka yang datang dari beragam latar belakang sehingga hadir memberikan beragam perspektif dan kemungkinan pemecahan masalah. 

Sebagai tambahan untuk tim desainer dan influencer luar biasa di tanah air, Lummo merekrut tech talent-nya dari berbagai negara di Asia dan Eropa dengan masing-masing kepala departemen yang bekerja tidak hanya dari Finlandia namun juga Vietnam, China dan India. 

Dengan pengaturan tanpa batas ini membuat Lummo terus berkembang dan tetap relevan dengan kebutuhan konsumen utamanya yaitu UMKM di Indonesia. 

Bukan hanya beragam dari segi lokasi kerja dan kebangsaan, Lummo juga berusaha untuk menarik lebih banyak pekerja perempuan. Per Februari 2022, rasio pekerja laki-laki dan perempuan di Lummo adalah 55:45. 

“Di dunia teknologi yang didominasi oleh laki-laki, kami ingin melibatkan lebih banyak perempuan yang akan membawa pada pemahaman lebih dalam dan memberikan perspektif yang berbeda pada tantangan yang dihadapi konsumen kami.” 

Baca juga: Contoh Peraturan Perusahaan untuk Mendukung Ibu Bekerja

“Telah banyak inovasi yang lahir dari perempuan di tech team kami – dari data analyst, product manager dan juga engineers.”

Nathania Callysta, Product Designer, menekankan bahwa untuknya penting bekerja di tempat ia merasa didukung, dihormati dan dihargai, baik sebagai individu maupun untuk kontribusi yang ia berikan kepada perusahaan. 

“Saya merasa diperlakukan dengan hormat, ketika saya bicara dalam rapat misalnya, terlepas dari saya yang perempuan, jabatan, usia bahkan kewarganegaraan,” jelas Nathania lebih jauh. 

Kepercayaan dan saling menghormati menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun lingkungan kerja inklusif bagi sumber daya manusia di Lummo yang terdiri dari berbagai latar belakang dari beragam lokasi. 

“Kepercayaan berawal dari saling memahami dan menghormati antar anggota tim dan latar belakang mereka,” kata Henri Ikonen, VP Data & Analytics. Imbasnya tidak berhenti di internal perusahaan namun bahkan sampai ke konsumen. 

tempat kerja jarak jauh yang inklusif

Mengintegrasikan Tim yang Beragam

Sekarang, mungkin Anda penasaran apa yang dilakukan Lummo untuk menciptakan lingkungan kerja inklusif sehingga bisa mengintegrasikan ragam latar belakang timnya. Menurut Cindy, berkat dua hal: tim dan cerita. 

“Pertama, kami membentuk tim rekruter yang andal.” Tim rekruter kami terdiri dari mereka yang memiliki keahlian dan passion untuk menemukan kandidat tepat dan mereka dapat menjadi representasi perusahaan kepada kandidat. 

Representasi di sini artinya mampu menyampaikan cerita Lummo.  Inovasi merupakan jantung kegiatan bisnis kami sehingga diharapkan ia juga dapat menceritakan rencana inovasi yang ingin dicapai hingga produk yang sedang dibangun. 

Dengan metode rekrutmen ini, harapannya dapat menjaring kandidat yang sesuai dengan misi inovasi Lummo dan memahami cerita serta sejarahnya. 

Selesai proses rekrutmen, onboarding juga dilakukan cukup panjang, terdiri dari satu hari untuk memperkenalkan budaya perusahaan dan 3 bulan aklimatisasi. Selama pandemi lalu, semua proses ini dilakukan secara online sebelum akhirnya Lummo beralih ke sistem kerja hybrid.

Sistem ini juga diharapkan dapat melanggengkan kultur positif perusahaan seperti saling percaya, menghormati dan inklusif untuk berbagai latar belakang.

Teknologi mengubah kultur perusahaan

“Cara kita bekerja telah berubah selama dua tahun terakhir. Di pasca-pandemi ini semakin banyak perusahaan berinovasi melalui #borderlessworkforce.”

Sylvanus Hardiyanto

Selama awal pandemi, teknologi menjadi sarana yang menghubungkan semua karyawan dari berbagai belahan dunia. 

“Kami melakukan eksplorasi, teknologi apa yang bisa mendekatkan kami, bukan hanya untuk koordinasi pekerjaan namun juga untuk bersenang-senang – hal yang hilang dari interaksi di kantor,” 

“Tanpa teknologi, saya tidak bisa membayangkannya,” ujar Business Analytics Lead Debby Aurizella. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Henri Ikonen, mengingat pandemi berlangsung hampir seumur dengan Lummo sendiri. “Kami memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sistem yang mendukung komunikasi dan kolaborasi, dari onboarding, perencanaan proyek, hingga pengajuan lembur.”

“Kami memiliki tim dari 12 negara berbeda sehingga yang penting adalah mengakui perbedaan yang ada dan perbedaan itu indah. Kami hanya ingin menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan saling menghormati sehingga semua orang dapat mengekspresikan diri dan perbedaan yang ada,” kata Cindy. 

Ke depan,  Krishnan Menon menargetkan pada 2025, Lummo memiliki 50% perempuan yang duduk di kursi kepemimpinan, dengan attrition rate 5%. Ia juga ingin Lummo menjadi perusahaan dengan tim paling beragam juga perusahaan yang paling diinginkan di Asia Tenggara. 

“Kebangsaan karyawan, jenis kelamin, atau kepercayaan individu bukan halangan untuk membangun karir dan memaksimalkan potensi terbaiknya,” simpul Krishna. 

Lummo merupakan salah satu perusahaan yang berhasil mengubah lanskap rekrutmen menjadi lebih inklusif di masa pandemi sehingga menjadi satu dari 10 pemenang Glints Best Employer Awards. Temukan insight menarik dari para pemenang lainnya di sini!


Bentuk tim jarak jauh impian Anda bersama Glints

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda.

Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!