Strategi GoTo Group Wujudkan Inklusivitas Melalui Diversity di Tempat Kerja

Meidiana Aprilliani
Meidiana Aprilliani
May 13, 2022

Inisiatif perusahaan untuk mendorong lingkungan kerja yang inklusif, atau yang kemudian dikenal sebagai Diversity, Equity, dan Inclusivity (DEI), terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini dilihat dari fakta bahwa 83% dari 656 perusahaan mengatakan bahwa mereka telah mengambil tindakan inisiatif untuk implementasi DEI pada 2021. Angka ini meningkat 13% dari tahun 2020.


Apakah Diversity Penting bagi Perusahaan?

“Satu hal yang tidak berubah yaitu pertumbuhan dan keberhasilan perusahaan dimulai dari sumber daya manusianya.”

Sylvanus Hardiyanto

Apa definisi diversity (keragaman) di tempat kerja? Kebanyakan orang memahami definisi kesetaraan dan keragaman hanya sampai di batas permukaan, tapi apa artinya ini dalam konteks tempat kerja?

Sederhananya, diversity di tempat kerja berarti bahwa perusahaan mempekerjakan berbagai individu yang beragam. Diversity seringkali disalah artikan sebagai persoalan multikultural semata, namun juga berlaku pada keragaman gender, ras, suku, usia, seksualitas, bahasa, pendidikan, latar belakang, dan sebagainya.

Menurut laporan Deloitte Review: The Diversity and Inclusion Revolution, perusahaan dengan budaya inklusif 2x lebih mungkin untuk mencapai target keuangan, 8x lebih mungkin mencapai hasil bisnis yang lebih baik, serta 6x lebih agile dan inovatif. 

80% anggota tim yang inklusif dan beragam melihat pengalaman kerja mereka secara lebih positif dan merasa mereka bekerja lebih keras karenanya. 

McKinsey & Company juga menyebut, bagaimana perusahaan yang lebih beragam, menjadi lebih mampu memenangkan talenta terbaik, meningkatkan orientasi pelanggan, kepuasan karyawan, dan pengambilan keputusan mereka. 

Maka, bukan tanpa alasan – beberapa perusahaan Nusantara seperti GoTo kemudian berinisiatif mendorong lingkungan kerja yang inklusif dengan mengimplementasikan nilai DEI. 

GoTo atau PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk adalah perusahaan ekosistem digital berbasis teknologi Indonesia, yang dibentuk sebagai penggabungan antara Gojek dan Tokopedia di tahun 2021 lalu. 

Grup GoTo menggarap potensi besar sumber daya di Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Selain itu, dalam lingkup kerjanya, GoTo juga melakukan kolaborasi karyawan dengan kebangsaan beragam dari 30 negara berbeda. 

Ekosistemnya yang semakin besar ini tentu membawa tantangan tersendiri. 

Lantas, bagaimana strategi implementasi DEI yang efektif? Simak kisah sukses pemenang Glints Best Employer Awards 2022, GoTo, dalam menerapkan konsep diversity di lingkungan kerjanya berikut ini. 



Inklusivitas dan Lingkungan Kerja Lintas Negara GoTo

“Memastikan karyawan merasa terlibat, dihargai, dan didukung bisa jadi hal yang rumit saat dilakukan secara remote.” 

– Tanah Sullivan, Group Head of Sustainability di GoTo

“Kami harus fokus pada tenaga kerja remote dan memastikan kami memiliki sistem pendukung untuk membantu mereka secara virtual,” ujar Tanah Sullivan, Group Head of Sustainability di GoTo.

Lalu, bagaimana Goto beradaptasi dengan lingkungan kerja remote di beberapa negara?

Menurut perusahaan yang dibentuk dari merger dua startup terkemuka yakni Tokopedia dan Gojek, lingkungan kerja lintas negara adalah proses yang komprehensif dan menyeluruh yang telah melahirkan banyak kebijakan dan program. 

Di mana, fokus utamanya adalah memastikan seluruh karyawan tahu bahwa mereka dihargai, terlibat dan didukung.


Baca juga: Tips Sukses HR Gojek dalam Mengelola Ribuan Karyawan

Ekosistem GoTo dan Implementasi DEI

“The Success of a company starts with its people.”

Milka Santoso

Gojek sendiri telah membentuk Employee Resource Groups (ERG) yang secara sukarela dipimpin oleh karyawan yang memfasilitasi hubungan antar rekan kerja. Ada pula Employee Assistance Program (EAP) untuk memberikan bantuan preventif dan suportif kepada karyawan baik dalam kebutuhan pribadi maupun profesional.

Pada saat yang sama, Tokopedia juga telah menerapkan sejumlah kebijakan dan program untuk mendukung karyawan perempuan, orang tua, calon ibu, ibu baru, serta karyawan difabelnya. 

Tokopedia menawarkan cuti hamil  90 hari kepada ibu hamil yang dapat mereka gunakan sebelum dan sesudah melahirkan. Program ini juga mempertimbangkan mereka yang mengalami keguguran dengan memberikan cuti keguguran selama 45 hari.

Ekosistem NakaParents Tokopedia mendukung karyawan yang berstatus orang tua dengan adanya fasilitas e-counselling, webinar, virtual playdates, dan imunisasi anak di rumah. 

Ada pun program NakaDifabel yang berfokus pada peluang kerja bagi kandidat penyandang disabilitas.



Tenaga Kerja Remote

“Banyak yang menjadi orang tua selama pandemi; sebagai ibu dari dua anak laki-laki, saya memahami bahwa kembali bekerja dapat menjadi pengalaman yang asing bagi orang tua baru, terutama ketika Anda bekerja dari jarak jauh dan bahkan tidak bisa keluar rumah,”

“Jadi kami meluncurkan inisiatif dukungan kesehatan mental, seperti hotline 24/7 dan saluran bagi karyawan untuk berbicara dengan seseorang jika mereka memerlukannya,” ujar Sullivan.

Program ini termasuk untuk karyawan yang notabene adalah pengasuh anggota keluarga, di mana menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga mereka. Namun, mereka yakin bahwa GoTo menghargai mereka terlepas dari kehadirannya secara fisik di kantor atau tidak.

GoTo juga menyediakan anggaran untuk menyediakan lingkungan kerja jarak jauh yang kondusif bagi karyawannya. Hal ini memungkinkan karyawan untuk membeli peralatan atau meminjam dari kantor untuk membangun ‘kantor’ di rumah mereka sendiri. 

“Itu benar-benar menunjukkan kepercayaan dan rasa hormat yang kami miliki untuk karyawan kami, itulah sebabnya kebijakan kami sebagian besar diterima dengan baik,” kata Sullivan.



Strategi GoTo Mengembangkan DEI

“Terbayang senangnya bisa bekerja di perusahaan yang menghargai perbedaan serta memberikan kesempatan yang sama buat semua karyawannya.”

Fautry Hasfiandy

Jadi, bagaimana GoTo mengembangkan inisiatif DEI-nya?

Sullivan mengatakan itu dimulai dengan proses konsultasi yang ekstensif. Memasuki era pandemi, proses ini pun dilakukan secara virtual melalui focus group discussion (FGD) yang melibatkan karyawan di berbagai divisi dan di berbagai level manajemen. 

“Pertama-tama kami harus memahami apa arti DEI bagi mereka, karena itu akan berbeda dari satu negara ke negara lain — karyawan di Vietnam, Indonesia, India, dan Singapura akan melihat DEI secara berbeda satu sama lain.”

GoTo kemudian mengumpulkan semua masukan dari karyawan untuk membantu mereka membentuk satu visi DEI secara menyeluruh. 

Selanjutnya, GoTo membentuk dewan DEI untuk mengembangkan dan mengelola kebijakan DEI. Di mana, dewan ini diisi oleh perwakilan karyawan dari berbagai divisi di tingkat yang berbeda. 

“Pada prinsipnya, semua orang mendukung DEI. Tetapi untuk membawanya ke tingkat berikutnya, perlu untuk menyiapkan struktur tata kelola dan membuat orang bertanggung jawab pada tujuan tertentu,”

“Ini mengirimkan sinyal ke seluruh perusahaan bahwa bahkan di puncak, kami sangat terlibat dalam membentuk strategi DEI dan KPI karena DEI adalah prioritas bagi kami.”

Setelah membentuk dewan, GoTo mengadakan pertemuan virtual bulanan dengan karyawan untuk mendapatkan umpan balik dan mengatur ERG. Tujuannya, untuk memungkinkan mereka secara kolektif membuat rekomendasi kebijakan dan meminta sumber daya tambahan bila diperlukan.

Customer Experience Lead Tokopedia, Karunia Khairunnisa, mengatakan ekosistem NakaParents adalah “hak istimewa luar biasa” karena membuatnya merasa didukung dan dihargai. 

Ekosistem ini memungkinkannya untuk menyeimbangkan perannya dengan baik di perusahaan dan sebagai seorang ibu pekerja. 

Ulasan positif juga datang dari Product Manager Gojek, Aakanksha Vijayvargiya. Aakanksha mengatakan bahwa dia mendapatkan manfaat menjadi bagian dari ERG Women@Gojek yang telah “menjadi bagian integral” dari kehidupan kerjanya. 

“Hal ini tidak hanya memfasilitasi retensi karyawan dan membantu menarik bakat baru, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan karyawan,” kata Aakanksha. 

Ada pun Senior Engineering Manager GoTo Financial, Giovanni Sakti, yang mengatakan bahwa inisiatif DEI perusahaan telah membantunya tetap berpikiran terbuka saat merekrut engineer. 

“Kami akan merekrut siapa pun yang lulus tes perekrutan kami. Bahkan lulusan sekolah kejuruan ada yang berhasil lulus ujian dan masuk ke dalam tim kami,” ujar Giovanni. 


Teknologi yang Selangkah Lebih Maju

GoTo melihat upaya DEI-nya dalam dua sisi— memastikan semua karyawan memiliki sumber daya dan dukungan yang diperlukan, sambil memastikan teknologi perusahaan dapat diakses oleh seluruh pengguna.

“Sebagai perusahaan digital, kami dapat sedikit lebih cepat dalam memanfaatkan teknologi kami, terutama selama pandemi. Kami telah membangun fitur aksesibilitas ke dalam aplikasi kami untuk memastikan karyawan dapat memenuhi kebutuhannya. Misalnya, pengguna tunanetra dan pengemudi tuna rungu,” kata Sullivan.

GoTo juga telah menyediakan kursus online selama pandemi untuk karyawannya. GoTo melihat ini sebagai investasi yang sangat penting untuk SDM-nya dan konten yang relevan untuk mendukung dan meningkatkan bakat mereka. 


Masa Depan DEI di GoTo

Penerapan DEI oleh GoTo nampaknya akan menemui masa depan cerah. Pasalnya, Goto menyampaikan mereka berencana untuk terus mengidentifikasi dan mengatasi kesenjangan di lingkungan kerjanya. 

Hal ini termasuk isu-isu seperti persamaan dan kesetaraan gender hingga faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi kelompok yang kurang terwakilkan. 

“Kami fokus untuk memastikan mereka yang tidak memiliki keuntungan yang sama dengan yang lain agar dapat tumbuh dan mengakses peluang yang sama di ekosistem perusahaan kami,” 

“Tahun ini, infrastruktur DEI kami akan melampaui dewan pemerintahan untuk memastikan setiap perusahaan operasional dalam grup GoTo memiliki kebijakan dan kerangka kerja yang sama. Sehingga, mereka dapat bekerja menuju target yang sama,” tutup Sullivan.

Simak kisah berbagai perusahaan revolusioner mewujudkan lingkungan kerja yang lebih berkualitas dan lihat daftar pemenang Glints Best Employers Awad 2022 di sini!


Bangun Tim Marketing Hebat Bersama Glints Mulai Hari Ini

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda.

Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!