975 views

Buruh Harian Lepas: Pengertian, Dasar Hukum, Jenis, dan Tips Merekrut

Intan Aprilia
Intan Aprilia
31 December 2024
buruh harian lepas

Untuk mencapai tujuan efisiensi, kadang perusahaan perlu merekrut buruh harian lepas. Namun, Anda tidak boleh asal mempekerjakan karyawan harian lepas. Pahami dulu seluk-beluk aspek hukum dan skema pembayaran upah mereka.

Pada artikel ini, Glints akan membahas secara menyeluruh tentang pengertian, jenis, dan upah buruh harian lepas, serta beberapa tips perekrutannya. Simak selengkapnya di bawah ini!

Pengertian dan Dasar Hukum Buruh Harian Lepas 

Pasal 10 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (KEPMEN No. 100 Tahun 2004) menjelaskan bahwa buruh harian lepas merupakan pekerja yang melakukan pekerjaan yang berubah-ubah dalam hal waktu dan banyaknya pekerjaan. Upah bagi pekerja harian lepas diberikan berdasarkan kehadiran pekerja. 

Menurut KEPMEN No. 100 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021 (PP No. 35 Tahun 2021), buruh harian lepas hanya boleh bekerja kurang dari 21 hari selama 1 bulan. 

Jika perusahaan mempekerjakan karyawan harian lepas melebihi waktu tersebut atau karyawan sudah bekerja selama 3 bulan berturut-turut, surat perjanjian kerja harian tidak lagi berlaku dan harus diubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). 

Surat perjanjian kerja buruh harian lepas harus dibuat secara tertulis dan setidaknya mengandung komponen berikut: 

  • Nama dan alamat perusahaan atau pemberi kerja. 
  • Nama dan alamat pekerja/buruh. 
  • Jenis pekerjaan yang dilakukan. 
  • Besarnya upah dan imbalan lainnya. 

Pada PP No. 35 Tahun 2021 juga menyebutkan bahwa pengusaha wajib memenuhi hak-hak pekerja harian lepas, termasuk hak atas program jaminan sosial.

Dalam hal ini, perusahaan wajib mendaftarkan karyawan harian lepas sebagai peserta BPJS Bukan Penerima Upah (BPU), yakni program perlindungan untuk karyawan tanpa ikatan kerja. 

Perbedaan Pekerja Harian Lepas dan Freelancer

Buruh harian lepas dan freelancer sering kali dibandingkan karena keduanya memiliki fleksibilitas dalam bekerja. Namun, ada perbedaan signifikan di antara keduanya, antara lain: 

1. Keterikatan dengan Perusahaan

Buruh harian lepas bekerja secara langsung di bawah pengawasan perusahaan, menerima upah harian, dan memiliki jam kerja tetap. 

Pekerja harian lepas harus mengikuti seluruh aturan perusahaan, mulai dari dresscode, durasi kerja dalam sehari, aturan keterlambatan, dan lainnya. 

Sementara itu, freelancer adalah pekerja independen yang menawarkan jasa profesional kepada berbagai klien. 

Freelancer dapat mengatur waktu kerja sendiri selama deadline terpenuhi. Mereka juga biasanya dibayar berdasarkan project

2. Rekan Kerja 

Karyawan harian lepas umumnya bekerja langsung di bawah pengawasan perusahaan. Mereka akan berinteraksi dengan rekan kerja lain di tempat kerja, memberikan laporan pada atasan, dan dilibatkan dalam kerja sama tim. 

Sedangkan, freelancer bekerja secara mandiri dan lebih banyak berinteraksi langsung dengan klien. 

3. Pembayaran Upah 

Sistem pembayaran upah buruh harian lepas dan freelancer pun berbeda. Pekerja harian lepas menerima upah yang dihitung dari jumlah hari atau jam bekerja. 

Pembayaran untuk pekerja harian lepas diterima secara rutin sesuai dengan kesepakatan, contohnya upah harian, mingguan, atau bulanan. 

Freelancer menerima pembayaran berdasarkan project yang telah mereka selesaikan. Nominalnya bisa tergantung dengan jumlah project atau tingkat kesulitannya. 

Skema Penghitungan Upah Buruh Harian Lepas 

Berdasarkan RPP Pengupahan, upah ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan/atau satuan hasil. Satuan waktu berupa upah per jam, harian, atau bulanan. 

Oleh sebab itu, bila karyawan dipekerjakan harian, maka mereka bisa mendapatkan upah secara harian. 

Pasal 17 RPP Pengupahan mengatur perhitungan upah harian sebagai berikut: 

  • Bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 25; atau
  • Bagi perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 hari dalam seminggu, upah sebulan dibagi 21

Agar lebih terbayang, mari kita hitung dengan studi kasus seorang pekerja harian lepas sebagai event organizer yang diberikan upah bulanan Rp4.000.000 sebulan dengan waktu bekerja 5 hari seminggu. Berikut penghitungannya: 

  • Upah per hari Rp4.000.000 ÷ 21 = Rp190.476

Berdasarkan penghitungan tersebut, Anda harus membayar pekerja Rp190.476 per hari. 

Sistem upah dapat dilakukan harian, mingguan, atau bulanan, sesuai dengan kesepakatan Anda dan pekerja. Selalu tuliskan jumlah upah dan waktu pembayaran agar tetap transparan.

Jenis Pekerja Harian Lepas

Ada beberapa jenis karyawan harian lepas yang umum di dunia kerja. Apa saja? Berikut contoh-contohnya!

1. Tenaga Retail 

Di industri retail, seringkali ditemui tenaga harian lepas seperti kasir, penata stok barang, atau  sales assistant yang bertugas mendampingi konsumen berbelanja. 

Mereka biasa direkrut untuk membantu pelanggan yang membludak ketika musim liburan, launching produk baru, atau ketika sedang ada event potongan harga besar-besaran.

2. Pekerja Event 

Pekerja harian di bidang event bisa berperan sebagai kru tiket, usher, penjaga stand makanan, atau liaison officer

Biasanya mereka dibutuhkan untuk membantu selama jalannya acara seperti konser, festival, pameran, seminar, atau konferensi.

3. Tenaga Konstruksi 

Pengusaha atau perusahaan dapat merekrut pekerja konstruksi secara lepas tergantung dengan kebutuhan proyek pembangunan. Misalnya, sebuah tim membutuhkan tenaga tambahan untuk melakukan renovasi gedung. 

4. Pekerja Perkebunan 

Pekerja harian di perkebunan dibutuhkan untuk membantu pekerjaan musiman, seperti memanen sayur atau buah, menanam benih pada awal musim tanam, memangkas tanaman, atau melindungi tanaman dari hama dan penyakit.

5. Pekerja Gudang 

Di industri logistik dan transportasi, kurir, pekerja gudang, dan tenaga pengemasan sering bekerja dengan sistem harian untuk mengelola fluktuasi pekerjaan, terutama saat event potongan harga bulanan di berbagai ecommerce. 

6. Petugas Hotel atau Restoran 

Sektor hospitality kerap kali membutuhkan karyawan lepas harian untuk membantu hotel, restoran, atau kafe yang sedang ramai. Biasanya ini terjadi di akhir pekan, musim liburan, atau event spesial seperti nobar. 

Hotel dan restoran umumnya mempekerjakan pelayan, barista, asisten di dapur, penyambut tamu, dan bartender. 

7. Tenaga di Industri Hiburan 

Industri hiburan kadang membutuhkan tenaga tambahan selama produksi film, serial, atau acara TV. 

Pekerja lepas bisa berupa talent aktor, penari, koreografer, atau figuran. Selain itu, ada juga pekerja di belakang layar seperti kru kamera, penata cahaya, set designer, atau penata properti.

8. Petugas Kebersihan 

Perusahaan merekrut petugas kebersihan sebagai buruh harian lepas untuk bisa menyesuaikan dengan keperluan kebersihan, misalnya ketika membutuhkan tenaga tambahan atau pengganti sementara. 

Petugas kebersihan dibutuhkan oleh berbagai industri, seperti rumah sakit, perkantoran, hotel, restoran, bandara, mal, fasilitas umum, proyek pembangunan, bahkan di event tertentu. 

Keuntungan dan Kekurangan Merekrut Karyawan Harian Lepas 

Selayaknya perjanjian kerja lainnya, merekrut karyawan harian lepas memiliki keuntungan dan kekurangannya sendiri. Apa saja? Ini penjelasannya. 

Keuntungan Merekrut Karyawan Harian Lepas 

1. Fleksibilitas 

Salah satu keuntungan utama dalam merekrut pekerja harian adalah fleksibilitas kerja. Hal ini semakin menguntungkan khususnya bagi bisnis dengan permintaan yang naik turun tergantung pada jumlah pengunjung atau kondisi musiman. 

Fleksibilitas ini berarti perusahaan atau bisnis Anda bisa merekrut pekerja berdasarkan kebutuhan, dibanding membayar karyawan secara bulanan padahal pekerjaannya tidak selalu dibutuhkan setiap hari. 

2. Menghemat Biaya 

Bagi usaha kecil dengan anggaran rekrutmen terbatas, mempekerjakan staf harian lepas dapat menjadi solusi efektif untuk menutup kekurangan karyawan tanpa mengeluarkan gaji tetap. 

Pekerja harian hanya dibayar berdasarkan pekerjaan yang mereka lakukan. Anda pun bisa mempekerjakan pekerja lepas ketika kondisi keuangan bisnis Anda memungkinkan untuk melakukannya.

3. Mendapat Keterampilan yang Beragam 

Dengan merekrut staf harian lepas, Anda bisa mendapatkan pekerja dengan kemampuan yang beragam untuk mengisi kebutuhan musiman atau mengganti karyawan yang sedang absen. 

Dilansir dari BrightHR, karyawan harian lepas juga cenderung bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja baru dan menyesuaikan dengan jadwal kerja sesuai dengan kebutuhan. 

Kekurangan Merekrut Karyawan Harian Lepas 

1. Risiko Kesalahan Penghitungan Upah 

Anda harus benar-benar memahami cara pembayaran upah bagi pekerja harian lepas untuk terhindari dari kesalahan penghitungan.

Bila ada banyak pekerja harian di bisnis Anda, Anda memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menghitung kompensasi mereka, terutama bila upah dihitung secara manual. 

2. Sulit Mempertahankan Karyawan 

Ada kemungkinan karyawan lepas yang bekerja harian akan mencari pekerjaan tetap atau mencari pekerjaan lepas di tempat lain. 

Akibatnya, Anda akan kesulitan mempertahankan karyawan, padahal mungkin Anda sudah cocok dengan kinerja pekerja tersebut. 

Anda pun harus terus melakukan training ulang pada setiap staf harian baru, sehingga akan menyita waktu. 

3. Sulit Membangun Tim yang Solid 

Kerugian merekrut banyak buruh harian lepas selanjutnya adalah kesulitan menerapkan budaya perusahaan dan membangun tim yang solid. 

Karyawan lepas biasanya tidak akan bekerja dalam jangka waktu lama, sehingga mereka tidak memiliki keterikatan dengan karyawan lainnya. 

Namun, hal ini tidak akan menjadi masalah bila pekerjaan yang mereka lakukan kebanyakan dikerjakan seorang diri.

Tips Merekrut Pekerja Harian Lepas 

Merekrut staf harian lepas dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan sementara atau proyek spesifik di bisnis Anda.

Penting untuk melakukan proses rekrutmen yang efektif untuk memastikan Anda mendapatkan kualitas pekerja terbaik. Berikut beberapa tips merekrut pekerja harian lepas yang bisa Anda terapkan:

1. Buat Iklan Lowongan Kerja

Sebelum mencari buruh harian, pastikan Anda sudah mengetahui posisi apa yang dibutuhkan. 

Buat iklan lowongan pekerjaan yang mendeskripsikan detail pekerjaan, termasuk tanggung jawab pekerjaan, kualifikasi dan syarat, jam kerja, durasi kerja, dan upah kerja. 

Membuat job description yang jelas dan spesifik akan mencegah miskomunikasi dan memastikan kedua belah pihak mengetahui ekspektasi masing-masing. 

Anda dapat memasarkan lowongan pekerjaan lewat website perusahaan, media sosial, atau online platform seperti Glints.

Memasang lowongan kerja di Glints akan membantu Anda mendapatkan talenta berbakat dengan lebih mudah dan cepat. Coba sekarang!

2. Tentukan Gaji yang Kompetitif 

Berbeda posisi pekerjaan tentunya akan berbeda pula gajinya, sehingga Anda perlu menentukan upah yang kompetitif berdasarkan standar industri. Sesuaikan upah dengan jam kerja karyawan. 

Jangan sampai Anda memberikan upah di bawah rata-rata karena akan mempersulit Anda mendapatkan kandidat berkualitas.

3. Lakukan Orientasi dan Pelatihan

Buruh harian yang bekerja lepas juga membutuhkan orientasi dan pelatihan. Pastikan Anda memberikan penjelasan mengenai perusahaan dan pekerjaan yang akan mereka lakukan. 

Pelatihan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan kerja dan agar mereka bisa memenuhi ekspektasi perusahaan.

4. Pantau Kinerja Karyawan 

Untuk menjaga kualitas kerja, Anda perlu memantau kinerja pekerja harian lepas. Berikan feedback dan evaluasi untuk bisa meningkatkan performanya. 

5. Pastikan Kepatuhan Hukum 

Seperti dijelaskan di atas, ada dasar hukum yang melindungi karyawan harian lepas. Perusahaan atau bisnis wajib mematuhi peraturan ketenagakerjaan dan undang-undang yang berlaku. 

6. Bangun Hubungan Baik

Agar tetap bisa membangun tim yang solid meski mempekerjakan karyawan harian lepas, Anda perlu membangun hubungan yang positif. 

Perlakukan mereka selayaknya pekerja tetap karena mereka merupakan aset yang berharga bagi bisnis Anda. 

Hubungan yang baik bisa mempermudah Anda untuk merekrut mereka kembali di kemudian hari. 

Di atas merupakan penjabaran lengkap mengenai buruh harian lepas. Dengan merekrut pekerja harian, perusahaan dapat meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi biaya. 

Strategi ini memungkinkan perusahaan memanfaatkan sumber daya manusia yang tepat untuk kebutuhan tertentu tanpa perlu mengeluarkan biaya tetap. Selain itu, perusahaan juga dapat menambah keterampilan yang lebih beragam dan spesifik.

Namun, selalu ingat untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku demi menjaga hubungan transparan dan adil dengan karyawan harian. 

Apa Anda tertarik mempekerjakan karyawan harian lepas? Yuk, mulai eksplor jutaan kandidat di Glints! 

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.