514 views

Afiliator: Pengertian, Keuntungan dan Bedanya dengan Influencer

Avinash Singh
Avinash Singh
March 15, 2024
Afiliator adalah

Afiliator adalah — Afiliator, atau yang lebih dikenal dengan istilah affiliate marketer, merupakan individu atau entitas yang mempromosikan produk atau layanan milik orang lain dan mendapatkan komisi berdasarkan penjualan atau tindakan tertentu yang dihasilkan dari promosinya.

Uniknya, dunia afiliasi marketing ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, pencarian untuk “affiliate marketing” di Google lebih dari dua kali lipat antara tahun 2015 hingga 2021, menandakan meningkatnya minat pada bidang ini.

Pengertian Afiliator

Afiliator, dalam konteks pemasaran, adalah individu atau perusahaan yang mempromosikan produk atau layanan milik pihak lain dengan tujuan untuk mendapatkan komisi.

Istilah ini sering digunakan dalam dunia pemasaran afiliasi. Dalam skema ini, afiliator akan memperoleh komisi berdasarkan penjualan, klik, atau tindakan spesifik lainnya yang dihasilkan dari tautan afiliasi mereka.

Afiliator menggunakan berbagai metode untuk mempromosikan produk atau layanan ini, termasuk blog, situs web, atau platform media sosial. Praktik ini menjadi semakin populer sebagai strategi monetisasi online, dengan banyak afiliator berhasil menghasilkan pendapatan yang signifikan.

Metode ini memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan pemasarannya melalui jaringan afiliator yang beragam, sementara memberikan peluang bagi afiliator untuk mendapatkan penghasilan dari audiens atau jaringan mereka sendiri.

Afiliator vs Influencer: Apa Perbedaannya?

Perbedaan antara afiliator dan influencer terletak pada fokus utama dan metode promosi mereka. Afiliator, menurut Forbes, biasanya fokus pada pemasaran produk atau layanan untuk menghasilkan penjualan atau tindakan tertentu, mendapatkan komisi berdasarkan konversi yang dihasilkan dari tautan afiliasi mereka.

Kemudian, mereka memanfaatkan berbagai saluran seperti blog, situs web, dan email marketing untuk mendorong trafik ke tautan afiliasi tersebut.

Di sisi lain, influencer, seperti yang dijelaskan oleh Influencer Marketing Hub, lebih berfokus pada penciptaan kesadaran merek dan keterlibatan dengan audiens mereka.

Mereka cenderung menggunakan pengaruh mereka di media sosial untuk membangun keterlibatan dan kepercayaan dengan pengikut mereka, seringkali melalui konten yang lebih berfokus pada gaya hidup dan kurang langsung berfokus pada pemasaran produk.

Perbedaan lainnya adalah pada model pembayaran.

Sementara afiliator dibayar berdasarkan tindakan (seperti penjualan atau klik), influencer biasanya dibayar berdasarkan jumlah pengikut, jangkauan, atau tingkat keterlibatan yang mereka hasilkan, dan bukan secara langsung berdasarkan konversi penjualan.

Kedua peran ini memiliki tempatnya masing-masing dalam strategi pemasaran, dengan afiliator lebih cocok untuk tujuan pemasaran langsung dan influencer lebih efektif untuk membangun kesadaran dan keterlibatan merek.

Berikut ini adalah perbandingan antara afiliator dan influencer dalam tabel:

AspekAfiliatorInfluencer
Fokus UtamaMendorong penjualan dan konversi untuk mendapatkan komisi (sumber: Forbes).Menciptakan kesadaran merek dan keterlibatan dengan audiens (sumber: Influencer Marketing Hub).
Metode PromosiMenggunakan blog, situs web, dan email marketing untuk mengarahkan trafik ke tautan afiliasi.Menggunakan media sosial untuk membangun keterlibatan dan kepercayaan melalui konten gaya hidup.
Model PembayaranBerdasarkan tindakan seperti penjualan atau klik dari tautan afiliasi.Biasanya berdasarkan jumlah pengikut, jangkauan, atau tingkat keterlibatan, bukan konversi penjualan langsung.
Saluran UtamaDapat berbagai saluran digital, terutama yang mendukung tautan dan trafik web.Platform media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok.
Tujuan AkhirMeningkatkan penjualan produk atau layanan afiliasi.Membangun dan memelihara reputasi merek dan keterlibatan dengan audiens.

Apa Keuntungan menjadi Afiliator?

Kemudian, menjadi seorang afiliator memiliki beberapa keuntungan, yang menjadikannya pilihan populer bagi banyak orang yang mencari pendapatan tambahan atau bahkan sebagai pekerjaan utama. Berikut adalah beberapa keuntungan utama:

  1. Pendapatan Pasif: Afiliator dapat menghasilkan pendapatan pasif. Sekali mereka menyiapkan tautan afiliasi di platform mereka, pendapatan dapat terus mengalir tanpa perlu intervensi konstan.
  2. Biaya Awal Rendah: Untuk memulai dalam pemasaran afiliasi, biaya awalnya relatif rendah. Anda hanya memerlukan platform (seperti blog atau akun media sosial) dan waktu untuk membuat konten yang menarik.
  3. Kerja dari Mana Saja: Afiliator memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari mana saja asalkan ada akses internet. Ini memberikan kebebasan untuk bekerja sesuai dengan gaya hidup masing-masing.
  4. Pilihan Produk Luas: Sebagai afiliator, Anda dapat memilih produk atau layanan yang ingin dipromosikan sesuai dengan niche atau minat pribadi Anda, memberikan kebebasan untuk bekerja dengan brand yang sesuai dengan nilai dan kepercayaan Anda.
  5. Meningkatkan Keterampilan Pemasaran: Terlibat dalam pemasaran afiliasi juga membantu dalam mengasah keterampilan pemasaran digital, yang berharga di era teknologi saat ini (sumber: Forbes).
  6. Risiko Rendah: Dibandingkan dengan memulai bisnis sendiri, menjadi afiliator memiliki risiko yang lebih rendah karena tidak perlu mengurus logistik, inventaris, atau layanan pelanggan.
  7. Pendapatan Berdasarkan Kinerja: Dalam pemasaran afiliasi, pendapatan Anda berkorelasi langsung dengan usaha yang Anda berikan. Semakin efektif strategi pemasaran Anda, semakin tinggi potensi pendapatan.

Keuntungan-keuntungan ini menjadikan pemasaran afiliasi sebagai pilihan yang menarik bagi banyak orang yang ingin memasuki dunia pemasaran digital atau mencari cara untuk mendapatkan pendapatan tambahan.

Tantangan menjadi Afiliator

Selanjutnya, meski menjadi afiliator menawarkan berbagai keuntungan, ada juga beberapa tantangan yang mungkin dihadapi:

  1. Persaingan Tinggi: Dengan banyaknya afiliator di pasar, membangun kredibilitas dan mendapatkan trafik yang signifikan bisa jadi menantang.
  2. Ketergantungan pada Program Afiliasi: Pendapatan Anda bisa terpengaruh jika program afiliasi mengubah syarat, komisi, atau bahkan berhenti beroperasi.
  3. Perubahan Algoritma Pencarian: Perubahan pada algoritma mesin pencari dapat berpengaruh pada trafik situs dan, secara langsung, pada pendapatan afiliasi.
  4. Pembayaran yang Tertunda atau Tidak Konsisten: Tidak semua program afiliasi membayar tepat waktu atau memiliki syarat pembayaran yang konsisten, yang dapat mengganggu aliran pendapatan.
  5. Tidak Ada Jaminan Pendapatan: Tidak seperti pekerjaan dengan gaji tetap, pendapatan dari afiliasi dapat bervariasi dan tidak selalu terjamin.

Cara Kerja Afiliator

Cara kerja afiliator melibatkan beberapa langkah penting. Berikut ini uraiannya, simak di bawah ini!

Memilih Niche dan Produk

Afiliator pertama-tama perlu menentukan niche atau pasar spesifik yang ingin mereka fokuskan. Pilihan ini penting karena akan menentukan jenis produk atau layanan yang akan dipromosikan. Neil Patel menekankan pentingnya memilih niche yang sesuai dengan minat dan keahlian afiliator, karena hal ini akan memudahkan dalam membuat konten yang menarik dan relevan.

Mendaftar pada Program Afiliasi

Setelah menemukan produk yang cocok, langkah berikutnya adalah mendaftar di program afiliasi yang sesuai. Seperti yang dijelaskan oleh OptinMonster, setiap program afiliasi memiliki proses dan persyaratan pendaftaran yang berbeda. Setelah diterima, afiliator akan menerima tautan afiliasi unik yang akan digunakan untuk melacak penjualan.

Membuat dan Menyebarluaskan Konten

Dengan tautan afiliasi di tangan, afiliator kemudian membuat konten untuk mempromosikan produk atau layanan tersebut. Forbes menggambarkan bahwa konten ini bisa dalam bentuk artikel blog, ulasan video, atau postingan media sosial, dan harus dirancang untuk menarik audiens target.

Strategi Penarikan Trafik

Langkah krusial selanjutnya adalah menarik pengunjung ke konten yang berisi tautan afiliasi. Menurut Search Engine Journal, ini dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti SEO, pemasaran media sosial, iklan berbayar, atau email marketing.

Konversi dan Penghasilan Komisi

Proses terakhir adalah konversi pengunjung menjadi pembeli. Authority Hacker menjelaskan bahwa setiap kali pengunjung mengklik tautan afiliasi dan melakukan pembelian, afiliator akan mendapatkan komisi. Program afiliasi melacak penjualan ini dan mengatributkannya ke afiliator berdasarkan tautan unik yang digunakan.

Penerimaan Komisi

Setelah mencapai batas minimum pembayaran yang ditetapkan oleh program afiliasi, seperti yang dijelaskan oleh Awin, afiliator akan menerima komisi mereka. Proses ini bisa berbeda antar program, dengan beberapa menawarkan pembayaran bulanan, kuartalan, atau berdasarkan capaian tertentu.

Proses ini menunjukkan bahwa menjadi afiliator memerlukan kombinasi dari pemilihan strategi yang tepat, pembuatan konten yang menarik, serta upaya pemasaran dan promosi yang efektif untuk menarik trafik dan menghasilkan penjualan.

Syarat Menjadi Afiliator, Apa Saja?

Pemahaman Tentang Pemasaran Digital

Seorang afiliator perlu memahami dasar-dasar pemasaran digital dan SEO. Keterampilan ini penting untuk meningkatkan visibilitas dan efektivitas promosi produk yang dijual. Neil Patel, seorang ahli pemasaran digital, menekankan pentingnya memiliki pengetahuan ini untuk memaksimalkan peluang di dunia pemasaran afiliasi.

Kepemilikan Platform Digital

Mempunyai platform seperti blog, situs web, atau profil media sosial dengan audiens yang aktif adalah kunci. Platform ini digunakan untuk membagikan tautan afiliasi. Menurut OptinMonster, memiliki platform yang kuat dan terenggagement adalah aset berharga dalam pemasaran afiliasi.

Keterampilan dalam Membuat Konten

Kemampuan untuk menciptakan konten yang menarik dan relevan sangat penting. Forbes menyatakan bahwa afiliator harus dapat menarik dan mempertahankan audiens dengan konten yang berkualitas.

Pemilihan Niche

Memilih niche yang sesuai dengan minat dan pengetahuan afiliator sangat penting. Memilih niche yang tepat membantu dalam memilih produk yang relevan untuk dipromosikan.

Analisis dan Strategi

Afiliator harus mampu menganalisis kinerja kampanye mereka dan mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan hasil.

Kesabaran dan Konsistensi

Menjadi afiliator membutuhkan waktu dan usaha yang konsisten. Kesuksesan di bidang ini sering kali tidak datang dengan cepat.

Pendaftaran pada Program Afiliasi

Afiliator perlu mendaftar pada program afiliasi yang relevan. Awin mencatat bahwa proses pendaftaran ini sering melibatkan pemenuhan persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh program.

Kepatuhan Terhadap Regulasi dan Etika

Mematuhi hukum dan standar etika, termasuk keterbukaan tentang penggunaan tautan afiliasi, adalah wajib. Ini tidak hanya memperkuat kepercayaan audiens tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Jenis-Jenis Afiliasi

Jenis-jenis program afiliasi beragam, masing-masing menawarkan model kerja dan pendekatan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis utamanya:

  1. Afiliasi Pay-Per-Sale (PPS): Ini adalah jenis afiliasi paling umum. Dalam model ini, afiliator mendapat komisi ketika pengunjung yang mereka referensikan melakukan pembelian. Besarnya komisi biasanya merupakan persentase dari harga jual produk atau layanan.
  2. Afiliasi Pay-Per-Click (PPC): Di model ini, afiliator dibayar berdasarkan jumlah pengunjung yang mereka bawa ke situs web merchant melalui tautan afiliasi, tidak peduli apakah pengunjung tersebut melakukan pembelian atau tidak.
  3. Afiliasi Pay-Per-Lead (PPL): Afiliasi mendapat komisi berdasarkan lead atau prospek yang dihasilkan. Biasanya ini melibatkan pengunjung yang mengisi formulir atau melakukan tindakan tertentu di situs web merchant setelah diarahkan oleh afiliator.
  4. Afiliasi Pay-Per-Click (PPC): Afiliasi dibayar berdasarkan jumlah klik yang dihasilkan oleh tautan afiliasi mereka, tanpa memperhatikan apakah klik tersebut menghasilkan penjualan atau tidak.
  5. Afiliasi Berbasis Konten: Ini adalah afiliator yang menggunakan konten (seperti blog atau video) untuk mempromosikan produk. Mereka memberikan informasi dan ulasan mendalam tentang produk untuk menarik pembeli.
  6. Afiliasi Berbasis Pencarian: Afiliasi ini menggunakan SEO dan pemasaran pencarian berbayar untuk mengarahkan lalu lintas ke tautan afiliasi mereka.
  7. Afiliasi Pengaruh atau Influencer: Ini adalah individu yang memiliki pengaruh besar di media sosial atau dalam komunitas online tertentu dan menggunakan pengaruh tersebut untuk mempromosikan produk atau layanan.
  8. Afiliasi Email Marketing: Afiliasi jenis ini menggunakan email sebagai sarana utama untuk mempromosikan produk dan mengarahkan lalu lintas ke tautan afiliasi.

Setiap jenis afiliasi memiliki keunikannya tersendiri dan memerlukan strategi yang berbeda untuk dapat berhasil. Afiliasi harus memilih model yang paling sesuai dengan keahlian, sumber daya, dan target audiens mereka.

Bagaimana Memulai Bisnis Afiliasi?

1. Pilih Niche yang Tepat

Langkah pertama yang penting dalam memulai bisnis afiliasi adalah menentukan niche yang tepat. Tentukan pasar spesifik atau topik yang akan Anda fokuskan dalam promosi produk atau layanan. Pemilihan niche yang tepat akan mempengaruhi keberhasilan campaign afiliasi Anda.

2. Riset Produk atau Layanan untuk Dipromosikan

Setelah menentukan niche, langkah berikutnya adalah melakukan riset untuk menemukan produk atau layanan yang ingin Anda promosikan kepada audiens Anda. Lakukan riset secara menyeluruh untuk memahami kebutuhan audiens Anda, kemudian cari produk atau layanan yang relevan dan berkualitas.

3. Daftar di Program Afiliasi

Setelah menemukan produk atau layanan yang tepat, langkah selanjutnya adalah mendaftar di program afiliasi yang menawarkan produk tersebut. Pilihlah program afiliasi yang memiliki reputasi baik, menawarkan komisi yang menguntungkan, dan sesuai dengan niche Anda.

4. Buat dan Kembangkan Platform Anda

Setelah Anda mendaftar di program afiliasi, langkah berikutnya adalah membangun dan mengembangkan platform afiliasi Anda. Ini bisa berupa blog, website, atau akun media sosial yang memiliki audiens yang relevan dengan niche Anda.

5. Buat Konten Berkualitas

Buatlah konten yang informatif, relevan, dan menarik untuk audiens Anda. Ini bisa berupa artikel blog, video, ulasan produk, atau postingan media sosial. Pastikan konten Anda memberikan nilai tambah bagi pembaca dan mempromosikan produk atau layanan dengan cara yang persuasif.

6. Promosikan Tautan Afiliasi Anda

Setelah konten Anda siap, promosikan tautan afiliasi Anda di seluruh platform Anda. Gunakan teknik pemasaran digital seperti SEO, media sosial, email marketing, dan iklan berbayar untuk meningkatkan visibilitas dan menarik pengunjung ke tautan afiliasi Anda.

7. Analisis dan Optimalkan Kinerja Anda

Terakhir, pantau dan analisis kinerja campaign afiliasi Anda secara teratur. Identifikasi apa yang berhasil dan apa yang tidak, lalu optimalkan strategi Anda berdasarkan hasil analisis tersebut. Teruslah menguji dan mengembangkan strategi Anda untuk meningkatkan konversi dan menghasilkan pendapatan yang meningkat.


Mulai merekrut dari mana saja bersama Glints

Temukan layanan lengkap kami untuk mulai membangun tim yang berkualitas hari ini.

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.