3 Tantangan Rekrutmen Perusahaan Manufaktur

Linggar Arum
Linggar Arum
April 18, 2022
3 Tantangan Rekrutmen Perusahaan Manufaktur

Mengutip dari Kompas.com, perusahaan manufaktur adalah sebuah badan usaha atau perusahaan yang memproduksi barang jadi dari bahan baku mentah dalam skala produksi yang besar. Akibatnya, selain membutuhkan mesin produksi yang berkapasitas besar juga tenaga kerja yang banyak. 

Tantangan yang dihadapi industri ini beragam. Dari segi teknologi, tentu industri ini mesti terus mengikuti perkembangan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Selain itu, isu transformasi digital tidak dapat dilepaskan dari industri ini juga. 

Namun yang terpenting tentu saja, tantangan dari segi sumber daya manusia. Hal ini termasuk di dalamnya, proses rekrutmen, pembuatan dan penegakan SOP, hingga terkait dengan employee engagement.

Ditambah lagi, industri ini baru saja bangkit dari terpaan badai akibat pandemi. Menurut Badan Pusat Statistik, industri manufaktur tumbuh 3,39% selama 2021. Angka ini menandai kebangkitan industri ini, sebelumnya di tahun 2022, industri ini mengalami kontraksi 2,93%.

Pengertian perusahaan manufaktur

Perusahaan manufaktur pada dasarnya adalah badan usaha yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi.

Selain mengolah bahan mentah menjadi produk jadi, perusahaan manufaktur juga mencakup perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi setengah jadi maupun setengah jadi menjadi barang jadi. 

Ciri penting lain dari perusahaan manufaktur adalah karena skala produksi yang sangat besar, mereka bergantung pada pelaksanaan dan penegakkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimiliki oleh masing-masing satuan kerja. 

Beberapa bentuk perusahaan manufaktur adalah perusahaan perakitan di bidang elektronik, otomotif, garmen, farmasi, dan barang konsumsi. Namun, ruang lingkup industri manufaktur tidak terbatas di situ saja, industri ini juga termasuk industri dasar dan kimia.

Tantangan bagi perusahaan manufaktur

Menurut riset yang dilakukan oleh Glints, beberapa hal di bawah ini menjadi tantangan bagi perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur:

Merambah digital marketing sebagai kunci transformasi digital 

Terdapat 1.028 lowongan untuk berbagai posisi terkait digital marketing sepanjang 2021.

Perusahaan di bidang manufaktur, umumnya masih mengandalkan rantai pasok konvensional. Mulai dari pabrik, dijual melalui distributor hingga akhirnya ke konsumen akhir. 

Distribusi media beriklan yang digunakan jadi masih lebih banyak menggunakan media konvensional seperti baliho, spanduk dan berbagai iklan luar ruang lain serta televisi. 

Namun demikian, melihat dari semakin banyaknya lowongan yang dibuka untuk berbagai posisi digital marketing, mulai terlihat adanya pergeseran strategi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ini. 

Hal ini menjadi hal yang penting dilakukan mengingat pada tahun 2021 saja, pengguna internet di Indonesia mencapai 201 juta dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi 240 juta pengguna di tahun 2025.

Transformasi digital yang terjadi di dalam tubuh perusahaan tidak hanya berhenti di sana. Posisi- posisi strategis di bidang teknologi dengan keahlian seperti PHP, MySQL, Node.JS juga meningkat permintaannya untuk industri ini. 

Baca juga: Ebook Tren dan Panduan Gaji 

Operasional dan logistik menjadi titik kritis

Ekonomi digital merupakan peluang baru untuk ekspansi pasar. Namun di sisi lain, hal ini juga menjadi tantangan baru terkait dengan operasional dan logistiknya. 

Manajemen logistik dan operasional mulai dari memastikan ketersediaan stok, penyimpanan serta distribusi menjadi titik kritis yang menentukan seberapa jauh perusahaan manufaktur dapat memanfaatkan peluang ini. 

Dalam hal ini, kuncinya adalah tepat dan cepat. 

Teknologi dapat menjadi katalis proses operasional dan logistik sehingga dapat berjalan lebih efektif dan efisien. 

Talenta digital yang tepat

Talenta digital yang tepat akan memastikan teknologi yang digunakan di perusahaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. 

Dalam hal ini, bukan hanya hard skill yang penting, soft skill juga dirasa memiliki peran tak kalah krusialnya. 

Dari data Glints, posisi di bidang teknologi yang dicari adalah:

  • Programer IT
  • Software Developer
  • Full-stack developer

Dilihat dari data tersebut, posisi generalis masih lebih banyak dicari. Untuk memaksimalkan kinerja spesialisasi jelas dibutuhkan. Hal ini akan memastikan talenta yang masuk adalah mereka yang ahli dan fokus di bidangnya sehingga hasil yang diperoleh pun lebih maksimal. 

Tantangan bagi perusahaan manufaktur adalah bersaing mendapatkan talenta digital yang tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan dengan berbagai perusahaan lain, termasuk raksasa-raksasa perusahaan teknologi baik lokal maupun global. 

Talenta digital memang sedang dalam masa high-demand hingga sering diibaratkan perang untuk mendapatkan talenta digital yang tepat. Oleh karena itu, perusahaan mungkin membutuhkan layanan pihak ketiga seperti Glints untuk menemukan talenta yang tepat. 


Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.