Perbedaan Talent Acquisition dan Rekrutmen

Syiti Rommalla
Syiti Rommalla
August 12, 2020

Di luar HR generalis yang bertanggung jawab dalam mencari karyawan untuk mengisi peran di seluruh divisi, sejumlah organisasi bisnis juga mempekerjakan HR spesialis yang punya tugas lebih spesifik yang disebut sebagai talent acquisition.

Talent acquisition dan rekrutmen memiliki kesamaan, yaitu jenis pekerjaan HR dalam merekrut dan mencari sumber daya manusia (SDM) untuk sebuah posisi di dalam organisasi. Meski demikian, keduanya punya perbedaan.

Rekrutmen dilakukan secara terbuka, dimulai dari proses penulisan iklan lowongan kerja, menyeleksi pelamar, melakukan wawancara dan assessment, hingga memilih dan menempatkan karyawan. Dalam proses ini, HR memasang iklan lowongan kerja di berbagai media dan platform, dan berharap banyak pelamar mengirimkan aplikasi agar peluang mendapatkan kandidat terbaik semakin besar. 

Dalam perannya sebagai generalis, HR hanya menilai pada kecocokan kandidat berdasarkan pendidikan, pengalaman, dan keterampilan secara umum dengan deskripsi pekerjaan yang dibutuhkan. Pelamar yang paling memenuhi kualifikasi akan lanjut ke tahap berikutnya. 

Sebaliknya, talent acquisition adalah rekrutmen yang bersifat tertutup, seperti dalam model perekrutan pemain sepak bola. Setiap klub besar di Eropa memiliki seorang asisten pelatih pemantau bakat yang andal, yang pekerjaannya mengamati beberapa pemain muda potensial dari klub lain dalam jangka lama. 

Baca Juga: Rekrutmen Ideal Menurut Jeff Bezos dan Amazon

Pemantau bakat ini memonitor perkembangan pemain yang menjadi incaran, mencatat skill dalam dribbling, passing, shooting, determinasi, kecepatan, kemampuan offensif dan defensif, leadership, hingga mental di lapangan hijau. Lalu, pada saat yang tepat, ia meyakinkan pelatih kepala untuk merekrut pemain tersebut dari klub lamanya.

Begitu juga dengan talent acquisition, HR spesialis punya kemampuan khusus dalam akuisisi karyawan yang sedang bekerja untuk perusahaan lain. Bukan hanya kecakapan observasi mendalam dan penilaian terhadap skill spesifik seorang karyawan, HR spesialis juga cermat dalam mengukur keberhasilan, kekuatan, dan kelemahan karyawan yang menjadi incarannya. 

Talent acquisition dilakukan atas perintah pemimpin perusahaan, yang tujuannya adalah membangun tim yang dapat membuat perubahan bagi perusahaan. Karena itu, profil yang dicari sebagai target akuisisi biasanya kandidat dengan kualifikasi yang sangat istimewa untuk posisi yang spesifik dan strategis, bukan peran fungsional seperti dalam rekrutmen. 

Akuisisi tidak dilakukan dengan memasang iklan lowongan, melainkan melalui proses senyap. Biasanya, perusahaan memantau keberhasilan perusahaan lain atau kompetitornya dan mencari tahu sosok-sosok yang paling berpengaruh di balik kesuksesan tersebut. Dengan demikian, target akuisisi sudah jelas sejak awal.

HR spesialis kemudian mempelajari kandidat yang menjadi target dan mencocokkan dengan deskripsi pekerjaan. Namun, bagian yang tak kalah penting adalah mencocokkan profil kandidat dengan budaya perusahaan. Seorang karyawan bisa sukses karena sejalan dengan budaya perusahaan, tetapi belum tentu pas dengan budaya kerja di perusahaan baru.

Setelah mengamati dan menilai, HR spesialis kemudian melakukan pendekatan dan lobi terhadap kandidat. Karena itu, dalam melakukan akuisisi, HR spesialis harus punya skill negosiasi yang sangat baik, termasuk dalam tawaran kompensasi agar berhasil memengaruhi dan membujuk target untuk bergabung bersamanya.

Jika dirangkum, perbedaan talent acquisition dan rekrutmen seperti berikut:

  • Akuisisi bersifat tertutup, sedangkan rekrutmen terbuka
  • Akuisisi untuk kandidat dengan posisi strategis, sedangkan rekrutmen untuk peran fungsional dalam organisasi
  • Akuisisi menggunakan observasi mendalam, sedangkan rekrutmen melalui seleksi dan wawancara
  • Akuisisi menyasar karyawan dengan kualifikasi langka dan spesifik, sedangkan sasaran rekrutmen adalah kandidat dengan kualifikasi umum

Meski demikian, rekrutmen tak selamanya lebih mudah. Faktanya, mencari kandidat untuk mengisi posisi terbuka bukan pekerjaan sederhana bagi HR, apalagi jika posisi itu termasuk jenis hard-to-fill role. Perusahaan bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan kandidat yang sesuai, termasuk mengulang-ulang proses rekrutmen, seperti pasang iklan lowongan kerja di situs pencarian kerja dan seleksi pelamar.

Tetapi beda ceritanya jika Anda menggunakan layanan perekrut eksternal Glints TalentHunt yang akan membantu Anda menemukan peran yang sulit diisi sekalipun. Selain bekerja singkat dan cepat dengan tim berpengalaman dan teknologi AI, yang hasilnya berupa rekomendasi kandidat dalam waktu 2-3 minggu, Anda juga lebih hemat biaya dibandingkan merekrut kandidat sendiri.

TalentHunt adalah jasa rekrutmen profesional dari Glints, yang memberi Anda fleksibilitas dalam anggaran rekrutmen. Anda hanya membayar sesuai jumlah kandidat yang akhirnya Anda pekerjakan. Bahkan, jika Anda batal merekrut karena tidak puas dengan profil dan kecakapan kandidat, maka tidak ada biaya pembatalan.

Masih belum yakin dengan kandidat yang Anda dapatkan? Tenang, Glints memberi jaminan 90 hari pertama berupa penggantian kandidat gratis jika karyawan baru Anda tidak sesuai dengan peran yang Anda butuhkan.

Pasang Iklan Lowongan Kerja - Rekrutmen Online - Job Portal | Glints

Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.