Mengapa Pengalaman Melamar Kerja Karyawan Penting dalam Rekrutmen?

Syiti Rommalla
Syiti Rommalla
August 2, 2020

Salah satu tips sukses merekrut top talent untuk perusahaan Anda adalah memberikan mereka pengalaman melamar kerja yang positif dan menyenangkan. Setidaknya, cara ini mencegah pelamar potensial di perusahaan Anda menjadi “kandidat hantu”.

Pernahkah Anda mengundang wawancara, tetapi yang bersangkutan tidak muncul di hadapan Anda? Atau pernahkah kandidat yang mengesankan dan Anda nilai pantas untuk sebuah posisi di perusahaan Anda tiba-tiba tidak bisa dihubungi setelah wawancara?

Anda tidak sendiri. Para HR dan perekrut profesional juga mengeluhkan apa yang disebut sebagai perilaku ghosting dalam proses melamar kerja. Istilah ini merujuk pada pelamar yang tertarik terhadap pekerjaan di sebuah perusahaan, namun tiba-tiba memutuskan kontak, menghilang tanpa kabar, dan tak bisa dihubungi lagi.

Kandidat tidak mau mengangkat telepon, membalas email, dan mengabaikan seluruh pesan yang diterima dari perekrut. Perilaku tidak sopan ini diidentifikasi berasal dari kebiasaan di media sosial dan jejaring pertemanan/kencan online yang kini telah menyebar ke dalam hubungan profesional.

Ada beberapa teori yang berusaha menjelaskan penyebab ghosting. Sebagian percaya bahwa orang-orang muda kekurangan tata krama dengan tidak memberitahu bahwa mereka tidak tertarik lagi terhadap pekerjaan yang mereka lamar.

Tetapi, perilaku kandidat ini bisa secara tidak langsung “diajarkan” oleh kebiasaan perusahaan atau perekrut yang tidak memberitahu pelamar tentang kelanjutan proses lamaran kerja. Kandidat yang sudah berharap dan optimistis tidak mendapat kabar apa pun setelah wawancara atau skill test, bahkan mereka tidak tahu harus mengontak ke mana untuk sekadar menanyakan apakah dirinya lolos atau tidak. Dengan pengalaman melamar kerja yang tidak berkesan ini, kandidat menganggap bahwa ghosting dan tidak memberi kabar merupakan hal biasa.

Jika demikian, Anda seharusnya mendesain proses rekrutmen yang singkat, mudah, tidak berbelit, dan menyenangkan. Ini akan memberikan pengalaman melamar kerja yang mengesankan bagi kandidat dan dapat meminimalkan perilaku ghosting.

Ceritakan singkat pengalaman karyawan Anda

Bagian karier di website organisasi Anda seharusnya tidak hanya berisi tentang lowongan kerja untuk peran-peran yang dibutuhkan perusahaan, tetapi juga memasukkan informasi dan cerita singkat tentang seperti apa rasanya menjadi karyawan di perusahaan Anda. Beritahu apa nilai dari employer brand, seperti apa tempat kerja Anda, apa saja benefit karyawan yang Anda tawarkan, dan informasi lain yang membuat perusahaan Anda berbeda dari yang lain. Cerita pengalaman karyawan perusahaan akan membuat kandidat terbaik tertarik melamar.

Banyak berkomunikasi

Anda seharusnya tetap aktif berkomunikasi dengan kandidat sepanjang proses rekrutmen. Tidak hanya memastikan untuk memberi tahu lewat telepon atau email mengenai tahap selanjutnya, tetapi Anda juga perlu mengirimkan informasi terbaru mengenai proses yang sedang berlangsung.

Misalnya, menjelang hari Jumat dan Anda masih menunggu hasil evaluasi skill test dari tim perekrut, Anda dapat mengirimkan email kepada para kandidat tentang update tersebut sehingga mereka dapat beristirahat di akhir pekan dengan nyaman.

Buat keputusan cepat

Proses rekrutmen dari awal hingga akhir rata-rata memakan waktu 42 hari menurut studi SHRM. Bagi kebanyakan kandidat, ini merupakan waktu yang panjang untuk menunggu. Jika mereka melamar ke banyak perusahaan, kemungkinan kandidat akan mempertimbangkan yang paling cepat prosesnya di antara lainnya. Jika kandidat terbaik sudah bergabung dengan perusahaan lain mungkin mereka menghilang dan tidak akan membalas informasi apa pun dari Anda.

Baca Juga: 3 Strategi Rekrutmen Setelah Pandemi COVID-19

Karena itu, buat keputusan lebih cepat dan persingkat proses rekrutmen agar membuat kandidat terbaik tetap bersama Anda selama seleksi. Berikan kesan bahwa perusahaan Anda sangat menghargai waktu dengan tidak mengulur-ulur proses yang tengah berjalan.

Selesaikan masalah kompensasi di awal

Mintalah kandidat menyebutkan gaji yang mereka inginkan di form lamaran kerja atau pada saat screening lewat telepon. Ini akan membantu Anda mengeliminasi kandidat yang tidak sejalan dengan tawaran perusahaan Anda. Kandidat juga mengetahui lebih cepat jika mereka tidak lanjut ke tahap berikutnya karena masalah gaji. Ini lebih baik ketimbang Anda membiarkan mereka menunggu sampai proses akhir sementara pada akhirnya tawaran Anda di bawah ekspektasi mereka.

Lakukan wawancara penuh hormat

Wawancara mengungkapkan banyak hal tentang organisasi Anda. Jika seorang kandidat pergi dengan perasaan kecewa atau tersinggung, mungkin Anda tidak akan pernah mendengar kabar darinya lagi. Wawancara yang saling menghormati bukan berarti Anda tidak boleh mengajukan pertanyaan sulit, tetapi justru itu perlu Anda lakukan. Anda hanya perlu mempertimbangkan waktu dan usaha mereka untuk datang memenuhi undangan, sehingga, sedapat mungkin, buat wawancara menjadi percakapan yang menyenangkan dan membuat mereka merasa nyaman.

Beritahu mereka sebelumnya berapa lama wawancara akan berlangsung dan dengan siapa mereka akan bertemu. Beritahu pula lokasi dan arah ke tempat kerja Anda serta pakaian wawancara yang sesuai. Terakhir, yang tak kalah penting, latihlah pewawancara Anda mengajukan pertanyaan efektif dengan cara yang penuh hormat.

Tetap terhubung dengan karyawan baru

Meskipun sebagian besar ghosting terjadi selama proses rekrutmen, beberapa perekrut mengeluhkan mereka tidak mendapatkan karyawan baru di hari pertama. Ini merupakan pukulan besar bagi organisasi yang baru saja menginvestasikan begitu banyak sumber daya dalam proses rekrutmen.

Seorang kandidat yang telah menjalani tahap akhir wawancara dan direkrut sebagai karyawan baru ternyata tidak muncul di tempat kerja Anda. Ada banyak faktor penyebab, seperti rasa cemas dengan peran baru dan bertemu atasan serta kolega baru, atau atasan di tempat kerja lama membujuk agar ia tetap tinggal.

Karena itu, tetaplah berhubungan dengan calon karyawan sebelum mereka mulai bekerja. Jika perlu, jadwalkan makan siang dengan rekan kerja baru atau undang ke kantor untuk memperkenalkan semua orang dalam suasana santai. Mengirimkan email yang memberi tahu calon karyawan bahwa Anda tengah menyiapkan meja kerjanya dan berharap bertemu dengannya minggu depan adalah bentuk penegasan komitmen perusahaan Anda.

Memberikan pengalaman melamar kerja yang menyenangkan tak hanya mengurangi kemungkinan Anda kehilangan kontak tiba-tiba dengan mereka, tetapi juga meninggalkan kesan positif tentang organisasi Anda. Sekalipun kandidat tidak bekerja untuk Anda, mereka tetap melihat perusahaan Anda sebagai tempat yang tepat untuk bekerja dan akan membagikan pengalaman mereka ke orang lain.

Beri kandidat pengalaman positif dengan proses rekrutmen yang singkat dan cepat. Jika perusahaan Anda kekurangan sumber daya perekrut, Anda dapat menggunakan Glints TalentHunt yang membantu perusahaan Anda merekrut kandidat hanya dalam 2-3 minggu saja. Teknologi rekrutmen terkini dan tim profesional bekerja menyeleksi puluhan ribu top talent di database dan mencari yang paling sesuai dengan kualifikasi yang Anda inginkan.

Anda khawatir karyawan baru tidak muncul di kantor saat hari kerja pertama? Glints memberikan jaminan penggantian kandidat baru gratis jika dalam waktu 90 hari kandidat yang direkomendasikan tidak memenuhi ekspektasi Anda.

Glints adalah job portal dan platform rekrutmen digital terdepan di Asia yang membantu perusahaan menemukan talenta terbaik untuk membangun tim di organisasi Anda.

Pasang Iklan Lowongan Kerja - Rekrutmen Online - Job Portal | Glints

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!
Mulailah perjalanan perekrutan Anda bersama kami hari ini dengan konsultasi gratis. Cukup isi formulir dan tim Glints akan segera menghubungi Anda.