©Freepik
Menjamin kualitas sebuah produk atau layanan bukan hanya tentang memeriksa hasil akhir. Di situlah peran quality assurance (QA) menjadi penting. Job desk quality assurance fokus untuk memastikan setiap tahapan proses, mulai dari rancangan, produksi, hingga distribusi, memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Agar Anda lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk posisi QA dalam proses rekrutmen, pahami peran, keterampilan, dan contoh job descriptionnya berikut ini.
Quality assurance adalah serangkaian langkah dan prosedur untuk menjamin proses pembuatan produk berjalan sesuai standar.
Tujuannya memastikan bahwa setiap langkah produksi dan pengujian telah memenuhi kriteria mutu, sehingga produk akhir yang dihasilkan tetap konsisten dan aman bagi konsumen.
Metode QA menekankan pada pencegahan kesalahan sejak awal, bukan menunggu hingga cacat ditemukan di produk jadi.
Nah, banyak yang masih bingung perbedaan antara QA dengan QC (Quality Control). Inilah yang membedakan QA dengan QC, di mana QA lebih memprioritaskan pengaturan sistem, sedangkan QC memeriksa output atau hasil akhirnya.
Sederhananya, quality control (QC) cenderung “menangkap” kesalahan setelah proses selesai, sedangkan QA merancang sistem agar kesalahan tidak terjadi sejak awal.
Baca juga: Proses Perencanaan SDM: Tujuan hingga 7 Tahapannya
Kebanyakan industri, baik manufaktur, farmasi, teknologi informasi, maupun jasa, menerapkan QA. Jika dilihat dari job description secara umum, berikut beberapa peran dan tanggung jawab QA:
QA merancang prosedur kerja detail supaya setiap departemen mengikuti standar mutu yang sama. Ketika SOP perlu disesuaikan, misalnya karena perubahan bahan baku, posisi QA-lah yang meninjaunya.
QA kerap mengadakan audit untuk memastikan praktik di lapangan sesuai SOP. Jika ada penyimpangan, QA akan memberi peringatan atau rekomendasi perbaikan.
QA berkoordinasi dengan tim produksi, research & development, hingga departemen lain. Tujuannya agar setiap langkah atau pembaruan proses tetap mengikuti standar mutu yang disepakati.
QA mengumpulkan data seputar proses, seperti waktu produksi, error rate, atau catatan dari tim QC. Data ini mereka pakai untuk mencari akar masalah dan memberi solusi sistemik.
Banyak industri diatur oleh perundang-undangan tertentu (misalnya farmasi, makanan, atau perangkat elektronik). QA memeriksa apakah proses produksi perusahaan sudah memenuhi persyaratan hukum dan sertifikasi terkait.
Bila audit menemukan masalah, QA mengusulkan langkah korektif (Corrective Action) dan pencegahan (Preventive Action). Harapannya, masalah serupa tak muncul di kemudian hari.
Baca juga: 26 Jenis Training Karyawan yang Efektif Bagi Perusahaan di 2025
Untuk menjalankan job desk quality assurance secara efisien, perusahaan umumnya mencari kandidat yang memiliki perpaduan kemampuan teknis dan keterampilan komunikas. :
QA mesti paham standar seperti ISO 9001, HACCP, atau GMP (Good Manufacturing Practice), tergantung jenis industrinya. Mereka juga perlu tahu teknik audit internal dan metode penjaminan mutu lain.
QA berurusan dengan data dan situasi tak terduga. Kemampuan berpikir analitis penting untuk menelusuri akar masalah dan memberikan rekomendasi yang efektif.
Menulis SOP atau kebijakan mutu butuh kerapian dan kejelasan, supaya semua orang paham prosedurnya.
QA berhubungan dengan berbagai tim, seperti produksi, QC, manajemen, hingga R&D. Menyampaikan hasil audit atau memberi arahan butuh komunikasi yang jelas dan lugas.
Mengawasi kepatuhan SOP, memeriksa laporan, dan menginterpretasi data memerlukan ketelitian tinggi. Jika QA kurang disiplin, sistem mutu mudah diabaikan.
Untuk mempermudah gambaran, berikut empat contoh job description QA, masing-masing dua dalam Bahasa Indonesia dan dua dalam Bahasa Inggris. Masing-masing kategori terdiri dari fresh graduate tanpa pengalaman dan karyawan berpengalaman minimal satu tahun.
Contoh job desk quality assurance di bawah ini bisa Anda gunakan sebagai acuan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Judul Pekerjaan: Quality Assurance (Fresh Graduate)
Deskripsi Pekerjaan
Kualifikasi
Job Title: Quality Assurance (Fresh Graduate)
Job Description
Qualifications
Judul Pekerjaan: Quality Assurance (Pengalaman Min. 1 Tahun)
Deskripsi Pekerjaan
Kualifikasi
Job Title: Quality Assurance (Min. 1 Year of Experience)
Quality Assurance Job Description
Qualifications
Salah satu hal yang membantu proses rekrutmen berjalan lancar adalah dengan mendapatkan kandidat-kandidat berkualitas. Nah, untuk mendapatkan calon pelamar yang berkualitas, tentu Anda harus membuat iklan lowongan dengan jobdesk yang jelas.
Berikut tips membuat job desk quality assurance yang jelas dan menarik.
Calon kandidat perlu tahu seberapa luas peran QA di perusahaan Anda. Apakah QA hanya menyusun SOP dan melakukan audit, atau juga terlibat dalam pelatihan karyawan dan pemantauan proses produksi? Informasi ini membantu pelamar memahami pekerjaan mereka sehari-hari.
Jika QA harus bekerja sama dengan tim produksi atau QC, tuliskan di jobdesc. Dengan begitu, kandidat mengerti bahwa tanggung jawab QA tak terbatas pada satu divisi saja.
Banyak perusahaan menjalankan sistem mutu seperti ISO 9001 atau HACCP. Jika Anda menerapkan standar semacam itu, sebutkan dengan jelas di jobdesc. Calon pelamar akan langsung paham bahwa pekerjaan QA di perusahaan Anda menuntut kepatuhan pada aturan dan prosedur tertentu.
Bila ada prosedur internal atau audit mingguan, tuliskan pula. Ini memudahkan kandidat menilai apakah pengalaman dan pengetahuan mereka cocok dengan kebutuhan perusahaan.
Jelaskan bahwa QA perlu mengerti alat pengukur, dokumen mutu, dan terkadang software khusus untuk analisis data. Kemampuan berkomunikasi juga sangat penting, karena QA sering berdiskusi dengan tim produksi atau manajemen tentang temuan audit.
Jika perusahaan ingin QA yang ahli dalam analisis data, sebutkan “bisa memakai Excel tingkat lanjut” atau “mampu membuat laporan harian secara lengkap.” Keterampilan teknis dan kerja sama tim sama-sama mendukung kesuksesan QA.
Banyak orang mengira QA dan QC sama. Terangkan bahwa QA lebih fokus pada pencegahan masalah di awal proses, sementara QC mencari dan memperbaiki cacat di produk akhir. Dengan penjelasan ini, kandidat paham posisi QA tidak hanya memeriksa barang, tapi juga merancang dan mengawasi standar mutu.
Sampaikan bahwa QA bertanggung jawab membuat sistem berjalan sesuai SOP, sedangkan QC mengecek hasil akhirnya. Ini memberi gambaran jelas soal tugas masing-masing tim.
Terakhir, pastikan bahasa yang dipakai mudah dipahami pelamar, terutama bagi fresh graduate yang baru mau menekuni bidang QA. Hindari kalimat panjang dan rumit.
Cukup jelaskan poin penting, misalnya tanggung jawab utama, syarat minimal, dan keahlian yang diharapkan. Dengan begitu, Anda bisa menarik pelamar berkualitas tanpa membuat mereka bingung.
Jika ada sistem kerja shift atau jadwal tertentu yang perlu diketahui, jelaskan sejak awal. Dengan begitu, kandidat bisa menimbang kecocokan jam kerja dengan kebutuhan mereka.
Dengan tips di atas, jobdesc QA yang Anda susun akan ringkas, mudah dipahami, dan menarik minat pelamar berkualitas.
Perusahaan Anda sedang mencari kandidat terbaik untuk posisi quality assurance? Anda bisa pasang iklan lowongan gratis di Glints.
Banyak perusahaan masih terjebak dalam mitos "kandidat sempurna". Mereka yakin dengan menunggu cukup lama, kandidat…
Pada Selasa, 18 Februari 2025 di Jakarta, Glints & vOffice baru saja menandatangani kerja sama.…
Temuan Utama Kandidat paling aktif cari kerja pada 2 minggu sebelum Ramadan. Ini waktu terbaik…
Menyampaikan keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada seorang karyawan, baik melalui surat pemberhentian kerja alias…
Apakah bisnis atau perusahaan Anda sudah memiliki NIB? Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas pelaku…
Human capital atau modal manusia adalah metode untuk menarik dan mempertahankan karyawan terbaik dengan cara…