7 Tren HR 2022-2023 untuk Siap Hadapi Resesi

Meidiana Aprilliani
Meidiana Aprilliani
October 26, 2022
tren HR 2022-2003 strategi rekrutmen 2023

Tren HR 2022-2023 — Di penghujung 2022 ini, pemberitaan masih diramaikan oleh deretan PHK masal di Tanah Air. Sebut saja Shopee yang pada pertengahan September lalu mengumumkan gelombang kedua efisiensi SDM-nya hingga 3% dan terbaru dari Binar Academy yang terpaksa memangkas 20% karyawan pada bulan ini.  

Adapun ajakan kembali ke kantor oleh perusahaan dengan frekuensi lebih tinggi yang memunculkan perdebatan terkait kesepadanan gaji dan kompensasi dengan biaya transportasi. Fenomena-fenomena ini kemudian kian diperkeruh pemberitaan tentang potensi resesi global pada waktu dekat.

Lalu, bagaimana ini semua mempengaruhi tren HR 2022-2023? 


tren HR 2022-2003 strategi rekrutmen 2023

Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Melemah, Bukan Negatif (Resesi)

Ekonom senior Chatib Basri berpandangan 2023 akan menjadi tahun yang tidak mudah bagi Indonesia. Meski begitu, ketika ditanyakan apakah Indonesia akan mengalami resesi, Chatib memberikan prediksi yang lebih positif.

“Saya tidak melihat kemungkinan Indonesia untuk mengalami pertumbuhan negatif, mungkin pertumbuhan ekonomi akan melemah, tetapi tidak negatif.”

Prediksi ini senada dengan laporan International Monetary Fund (IMF) yang mencatatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5%. Angka ini lebih baik dibandingkan beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand (3.7%) dan Malaysia (4.4%). 

Perlu diingat, Indonesia sebelumnya sudah 3 kali ditempa resesi. Tepatnya pada 1963, 1998, dan 2020/2021 dengan penyebab dan dampak yang berbeda. Untuk 2023, ekonomi Indonesia diprediksi tetap kuat karena kontribusi ekspor-impor terhadap PDB yang hanya 25%, konsumsi domestik yang tinggi, serta potensi kenaikan permintaan batu bara karena konflik Rusia-Ukraina. 


Tren HR 2022-2023: Bagaimana HR Leader Siap Hadapi Resesi?

Meski diprediksikan tidak akan segelap gulita yang dibayangkan, tidak ada salahnya untuk Anda bersiap menata manajemen SDM yang tetap prima di tengah pelemahan ekonomi yang terjadi. 

Untuk itu, berikut Glints for Employers rangkum strategi HR untuk bersiap menghadapi 2023 yang menantang. 

1. Jadilah Transparan

Apakah perusahaan Anda akan melakukan efisiensi SDM? Adakah perubahan benefit karyawan? Hingga mungkin perubahan positif seperti kemajuan performa bisnis? 

Menurut Rachel Blank selaku CEO Allara melansir SHRM, jika ada perubahan yang berarti pada bisnis Anda baik positif maupun negatif, penting untuk mengomunikasikannya secara tepat dengan tim. Hal ini penting untuk menjaga pengalaman kerja karyawan dan kondusifitas di dalam perusahaan Anda. 


2. Sertakan DEI Pada Rencana Mitigasi Resesi

Menurut studi Great Place to Work, perusahaan yang berinvestasi pada Diversity, Equity, dan Inclusion (DEI) di lingkungan kerja secara signifikan lebih unggul dibandingkan mereka yang tidak melakukannya selama bahkan bertahun pasca resesi. 

Selain itu, program DEI juga merupakan alat retensi yang kuat bagi perusahaan yang mungkin akan segera membuat beberapa keputusan sulit seputar kompensasi. Dalam wawancara eksklusif Glints bersama GoTo, DEI juga jadi salah satu kunci yang mereka gunakan sebagai strategi talent management yang membuahkan hasil positif. 

Baca selengkapnya: Strategi GoTo Group Wujudkan Inklusivitas Melalui Diversity di Tempat Kerja


3. Kembangkan Skenario SDM yang Paling Ideal

Dalam skenario inflasi yang melampaui produksi dan pertumbuhan bisnis, HR tidak dapat lagi mengandalkan perekrutan individu untuk memecahkan masalah organisasi. Sebaliknya, Anda perlu melihat ke dalam dan memanfaatkan karyawan secara maksimal sebagai investasi. 

Langkah di atas perlu dipertimbangkan sebelum memilih memberhentikan karyawan dengan tujuan penghematan. Padahal, keputusan ini dapat jadi lebih mahal mengingat biaya perekrutan dan pelatihan yang telah dikeluarkan. Jika ini dilakukan, karyawan dapat merasa lebih bersyukur dan menumbuhkan loyalitas jangka panjang dengan keuntungan yang juga besar untuk Anda. 


4. Buka Lowongan Kerja Jika Benar-Benar Dibutuhkan

Resesi mempengaruhi garis bawah bisnis dan tentu profitabilitas. Alasan ini membuat Hector Ruiz selaku COO BBQ Grill Academy dalam SHRM mengatakan pentingnya analisis dan evaluasi setiap lowongan kerja yang Anda unggah. Memastikan apakah peran yang dicari ini benar-benar dibutuhkan akan mencegah potensi pemberhentian mereka selama potensi resesi.

Baca juga: Strategi Rekrutmen 2022-2023 Menarik Kandidat Berkualitas #DariPakar


5. Pastikan Hanya Merekrut Talenta yang Kompeten

Dalam masa-masa krisis, kualitas talenta yang ada dalam tim Anda memengaruhi besaran kontribusi mereka untuk pertumbuhan bisnis. Jadi, jika ada lowongan terbuka, pastikan hanya merekrut kandidat kompeten untuk mengisi skill gap yang ada. Tentu perlu waktu bagi karyawan baru untuk menunjukan kompetensinya, tetapi dalam kebanyakan kasus manajer dapat mengidentifikasi ini dalam 30 hingga 90 hari. 


6. Latih Para Manajer untuk Percakapan Sulit

Cara bertahan dalam potensi resesi selanjutnya adalah melatih manajer untuk setiap perubahan yang mungkin dilakukan. Misalnya, jika perusahaan mencapai titik di mana mereka harus melakukan restrukturisasi, Anda harus secara strategis mempersiapkan mereka untuk mengomunikasikan ini dengan tepat. 

Mengapa demikian? Alasannya karena hal ini nantinya akan mempengaruhi reputasi dan konsekuensi yang diterima atas setiap kebijakan yang diambil. Perlu diingat, komunikasi dan empati krusial pada saat masa sulit seperti resesi. 


7. Berikan Dukungan untuk Tim

Bagi Collin Palfrey, Operations Director JollySEO, semua tingkatan dalam perusahaan akan merasakan tekanan finansial maupun eksternal selama masa krisis seperti resesi. Meski begitu, jangan sampai kehilangan key player dalam tim karena kurangnya dukungan dari eksekutif.

Tunjukkan jika Anda peduli dengan tekanan emosional, mental, dan sosial mereka. Dengan mendukung tim melalui masa-masa yang berpotensi sulit ini, Anda akan dihargai dengan loyalitas dan semangat untuk membangkitkan perusahaan.


Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.