5 Cara Membangun Talent Pool: Jangkau “Kandidat Emas” Pasif

Meidiana Aprilliani
Meidiana Aprilliani
July 28, 2022
5 Cara Membangun Talent Pool: Jangkau "Kandidat Emas” Pasif

Membangun talent pool menjadi krusial mengingat lebih dari 70% kandidat adalah pelamar pasif hingga fenomena tech talent war yang membuat talent market kian sengit. Merupakan investasi SDM jangka panjang, nyatanya membangun talent pool yang besar bukanlah pekerjaan satu malam. 

Karena itu, berikut Glints for Employers rangkum 5 cara membangun talent pool dan alasan penting mengapa Anda harus segera membuatnya. 

5 Cara Membangun Talent Pool: Jangkau "Kandidat Emas” Pasif

Pengertian Talent Pool: Apakah Sama dengan Talent Pipeline

Talent pool secara sederhana adalah database kandidat potensial dan berkualitas yang dibangun oleh perusahaan sebagai sumber perekrutan karyawan. Talent pool menjadi salah satu metode efektif untuk memperoleh karyawan terbaik melalui kurasi kandidat di pasar tenaga kerja.”

Glints

Talent pool memungkinkan organisasi untuk membina hubungan dengan pekerja yang keterampilan dan keahliannya selaras dengan kompetensi dan nilai perusahaan. Basis data talent pool yang baik akan berisi informasi profil setiap kandidat seperti keterampilan mereka, peran potensial yang dapat mereka isi, seberapa cocok mereka dengan budaya perusahaan, dan sebagainya.

Meski sekilas terdengar sama, talent pool berbeda dengan talent pipeline. Talent pipeline terdiri dari kandidat yang telah dianggap memenuhi syarat untuk posisi tertentu. Sedangkan, talent pool adalah kelompok kandidat yang lebih luas dan belum melalui proses pemeriksaan penuh yang diperlukan untuk memasuki talent pipeline. 

Baca Juga: Pengertian Talent Pool dan Manfaatnya

Apa Manfaat Membangun Talent Pool? 

Seperti yang disebutkan di atas, talent pool membantu kita mendapatkan data profil kandidat berkualitas. Artinya, Anda tidak perlu memulai proses perekrutan dari nol. Setiap kali ada posisi terbuka, Anda sudah memiliki kumpulan kandidat berkualifikasi tinggi yang sudah mengenal dan tertarik dengan organisasi Anda untuk direkrut.

Melansir survei Aihr, 73% pekerja adalah jenis pelamar pasif. Artinya, mereka berpotensi sebagai kandidat berkualitas yang tidak mudah Anda temukan melalui strategi rekrutmen pasif. Karenanya, keberadaan talent pool akan menjadi cara baik untuk menggapai mereka. 

Tidak berhenti di sana, menginvestasikan waktu untuk membangun talent pool juga mampu mengurangi hampir semua sumber daya tradisional yang digunakan untuk perekrutan. Hal ini juga melindungi perusahaan dari biaya kerugian akibat posisi yang tidak terisi dalam jangka waktu yang lama. 

Baca Juga: Remote Hiring Solusi Keterbatasan Tech Talent Lokal

5 Cara Membangun Talent Pool: Bukan Hanya Eksternal, Namun Juga Internal

1. Simpan Profil Kandidat Potensial Meski Tidak Sesuai Kebutuhan Terkini

Cara satu ini terbilang sederhana untuk membangun talent pool perusahaan. Setiap kali Anda menemukan kandidat dengan kompetensi apik namun tidak sesuai dengan posisi sedang dibuka, maka Anda tetap dapat menambahkan mereka dalam database talent pool. Tujuannya, untuk lebih mudah menjangkau kandidat potensial ini saat posisi yang relevan dengan kompetensi mereka dibuka. 

Dalam fase ini, penting juga untuk memastikan interaksi antara perusahaan dan calon kandidat tetap terjalin. Misalnya melalui weekly newsletter, grup komunitas, hingga acara eksternal seperti webinar. 

2. Buat Laman Informasi dan Bangun Interaksi Komunitas

Halaman karir perusahaan adalah media yang ideal untuk menciptakan komunitas bagi kebutuhan talenta perusahaan. Untuk memulainya, Anda dapat membuat laman profesional di LinkedIn, Facebook, bahkan website karier perusahaan. Melalui laman ini, Anda dapat membentuk employer branding dan meningkatkan interaksi dengan talenta potensial yang lebih luas. 

“Kandidat menginginkan informasi eksklusif di balik layar tentang perusahaan, employee spotlight, dan budaya perusahaan. Kirim pembaruan melalui buletin elektronik atau berikan informasi tentang kemajuan karier dalam bentuk blog, webinar, video, atau konten lainnya yang dapat dibagikan. Adakan kontes atau undang pengikut untuk memberikan pendapat tentang topik tertentu dan kompilasi kutipan mereka ke dalam bentuk blog. Terhubung di situs media sosial juga merupakan cara yang bagus untuk mempertahankan engagement dari talent community.”

Kes Thygese, Pendiri RolePoint

3. Pikirkan Kembali Kandidat yang Gagal Sebelumnya

Terlibat kembali dengan kandidat yang pernah melamar sebelumnya adalah cara mudah lainnya untuk mengisi talent pool Anda. Namun, pastikan bahwa Anda juga telah mempertimbangkan tentang pengalaman rekrutmen yang positif pada kandidat yang gagal di masa lalu. 

Seperti memberikan umpan balik tentang tahap rekrutmen kandidat, mengomunikasikan ekspektasi perusahaan dengan hasil wawancara bersama kandidat, menepati waktu yang dijanjikan, dan lain-lain. Pengalaman rekrutmen yang positif di masa lalu akan membuat kandidat di masa lalu kembali tertarik untuk mencoba peluang karier di perusahaan Anda. 

4. Berdayakan Talenta Muda

Membentuk talent pool adalah tentang perencanaan SDM perusahaan di masa depan. Jadi, cara apa yang lebih baik untuk melakukannya selain dengan melibatkan tenaga kerja masa depan: mahasiswa dan fresh graduate?

Mahasiswa umumnya lebih tertarik mencari pekerjaan paruh waktu, baik untuk mencari uang maupun mulai mengeksplorasi apa yang ingin mereka lakukan ketika mereka memasuki dunia kerja. Sementara, fresh graduate cenderung mencari kesempatan kerja yang menarik setelah menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.

Media sosial adalah platform yang ideal untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana rasanya bekerja di perusahaan Anda dan apa yang Anda miliki untuk mereka. Buat konten-konten relevan seperti tanya jawab memulai karier, gambaran peran populer di perusahaan, office tour, dan sebagainya. Anda juga bisa membuat program magang dengan peluang rekrutmen karyawan tetap dengan menarik talenta potensial selama program ini. 

5. Masukkan Talenta Internal dalam Talent Pool untuk Posisi Senior

Rekrutmen menjadi lebih sulit, mahal, dan memakan waktu lebih lama jika level posisi yang dicari semakin tinggi. Karenanya, mengapa tidak membuatnya lebih efisien dan efektif dengan merekrut talenta internal?

Melansir Recruitee, kandidat eksternal dilaporkan 61% lebih mungkin dipecat dari pekerjaan baru mereka dibandingkan kandidat internal. Hal ini dapat dikaitkan dengan bagaimana kandidat internal sudah lebih dulu menjadi bagian dari budaya perusahaan dan bagaimana mereka memahami pekerjaan pada posisi tersebut. 

Karena itu, dorong manajer untuk memberi tahu Anda jika ada karyawan yang memiliki kualifikasi diperlukan untuk mendapatkan promosi. Memasukkan talenta internal berkualitas ke dalam talent pool akan menandai mereka menjadi urutan yang teratas ketika dibutuhkan peran untuk posisi senior. 

Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.