5 Alasan Millennial Jadi Kandidat ‘Kutu Loncat’

Anggita Dwinda
Anggita Dwinda
November 30, 2020
5 Alasan Millennial Jadi Kandidat ‘Kutu Loncat’
5 Alasan Millennial Jadi Kandidat 'Kutu Loncat'

©️ Pexels

Karyawan millennial sering dianggap kurang loyal, gampang berpindah dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya, dan yang paling ekstrem adalah berganti jenis pekerjaan. Karena itulah kelompok pekerja yang lahir di rentang awal dekade 1980-an hingga pertengahan dekade 1990-an ini sering dicap sebagai ‘kutu loncat’.

Mari kita lihat apa yang ditemukan Deloitte, firma audit dan konsultan yang paling rajin melakukan survei terhadap karyawan millennial di seluruh dunia. Dari data Deloitte Millennial Survey 2018 yang melibatkan 10.455 millennial di 36 negara, termasuk Indonesia, dengan rentang kelahiran 1983-1994, terungkap bahwa loyalitas millennial tergolong rendah.

Sebanyak 43% responden mengaku akan meninggalkan pekerjaannya dalam 2 tahun, dan hanya 28% yang akan bertahan dengan pekerjaannya lebih dari 5 tahun. Angka ini tak bergeser banyak dari tahun 2016, di mana yang ingin pindah kerja 44% dan yang ingin bertahan 27%.

Jadi, apa yang membuat mereka menjadi ‘kutu loncat’?

Mencari gaji yang menarik

Imbalan dan benefit menjadi faktor paling penting bagi millennial dalam memilih pekerjaan dan perusahaan tempat bekerja. Setidaknya, 60% dari responden dalam survei Deloitte di atas mengatakannya demikian.

Apabila karyawan millennial tidak mendapatkan kompensasi yang memuaskan saat ini, mereka akan mencari pekerjaan atau perusahaan baru yang menawarkan gaji dan tunjangan lebih menarik.

Budaya kerja yang tidak sesuai

Sebanyak 52% responden menyebutkan budaya organisasi sebagai alasan memilih pekerjaan. Perbedaan budaya kerja dengan generasi yang lebih tua, Baby Boomers dan Gen X, yang mendominasi organisasi kerap membuat millennial dianggap sebagai karyawan yang paling sulit dipahami dan kurang bisa diterima. Ini akan membuat mereka tidak betah dan ingin pindah ke perusahaan lain.

Tidak menawarkan fleksibilitas

Sebanyak 50% responden mengaku fleksibilitas waktu dan tempat kerja menjadi pertimbangan penting sebelum melamar pekerjaan. Ini bukan rahasia lagi bahwa millennial menginginkan jam dan lokasi kerja fleksibel lebih banyak dari yang ia dapat saat ini. Jadi, jika ada perusahaan yang menawarkan kerja fleksibel lebih banyak, seperti startup misalnya, ia akan berpikir untuk pindah ke sana.

Mencari kesempatan untuk belajar dan berkembang

Survei di atas juga mengungkap 48% millennial akan mencari perusahaan yang dapat memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Jika perusahaan sekarang tidak memiliki program pengembangan karyawan dan tidak menawarkan karier yang jelas, maka mereka akan memilih resign dan mencari tempat lain untuk bekerja.

Mencari keseimbangan hidup dan pekerjaan

Program kesejahteraan dianggap penting oleh 33% responden dalam memilih pekerjaan. Ini menyangkut kebutuhan millennial untuk menyeimbangkan antara hidup dan pekerjaan (work-life balance). Mereka akan meninggalkan perusahaan yang hanya menuntut hasil kerja dan mengejar profit. Sebaliknya, mereka akan mencari perusahaan yang memberikan insentif, cuti, dan perlindungan karyawan (kesehatan dan keselamatan kerja) yang lebih baik.

Tips merekrut karyawan millennial

Di luar anggapan sebagai ‘kutu loncat’, karyawan millennial pada umumnya merupakan pekerja keras, ambisius, kaya akan ide, dan sangat kreatif. Jika mampu memahami mereka, maka Anda dapat meningkatkan loyalitas karyawan millennial yang punya energi besar untuk mendorong pertumbuhan organisasi Anda.

Untuk merekrut kandidat millennial terbaik, Anda bisa menggunakan job portal Glints yang memiliki ratusan ribu pencari kerja millennial dan Gen Z. Selain itu, posting iklan lowongan kerja di sini sepenuhnya gratis dan tanpa batasan.

Anda hanya perlu membuat akun pengguna di https://employers.glints.id untuk dapat menggunakan layanan tak berbayar ini. Selanjutnya, pasang iklan dan temukan kandidat terbaik Anda.

Glints juga menyediakan layanan rekrutmen TalentHunt, headhunter Indonesia yang membantu Anda merekrut top talent secara efisien dan efektif. Ceritakan apa yang menjadi kebutuhan Anda dan tim profesional kami akan menyeleksi kandidat yang paling tepat dalam waktu 3 minggu.

Dengan dukungan teknologi algoritma machine learning dan database kumpulan bakat lebih dari 100.000 top talent, kami akan menyaring dan membuat peringkat kandidat, serta merekomendasikan yang terbaik untuk Anda wawancarai.

Untuk membantu Anda menghindari risiko salah rekrut, kami memberikan jaminan 90 hari masa percobaan. Apabila kinerja kandidat tidak memuaskan atau tidak cocok untuk peran yang Anda butuhkan, tim kami akan mencari penggantinya tanpa biaya.

(Penulis: Ari Santoso)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.