Perbedaan Merekrut Milenial vs. Gen Z

Anggita Dwinda
Anggita Dwinda
February 12, 2021
Perbedaan Merekrut Milenial vs. Gen Z

©️ Pexels

Sebagai generasi yang tumbuh jadi digital native, generasi milenial dan generasi Z kerap dianggap sama dalam banyak hal, misalnya sama-sama butuh akses internet 24/7. Namun, jika bicara soal perekrutan, maka merekrut milenial dan merekrut Gen Z membutuhkan strategi dan pendekatan yang berbeda. Hal ini karena kedua generasi ini punya perbedaan dalam hal ekspektasi terhadap pekerjaan, apa yang menarik bagi mereka, serta apa yang diinginkan dari tempat kerja. 

Contohnya, jika bicara soal jurusan pendidikan yang disukai, generasi milenial yang lahir antara tahun 1981–1996 lebih menyenangi bidang studi sains, bisnis, dan kesehatan. Sementara itu, Gen Z yang lahir antara tahun 1997–2012 biasanya lebih menyukai sains, kesehatan, psikologi, ilmu sosial, dan teknik. Kaum milenial cenderung menyukai pekerjaan di bidang pendidikan, pelatihan, perpustakaan, komputer, matematika, serta bisnis dan keuangan. Sementara bagi Gen Z, yang menarik adalah pekerjaan seni, desain, dan media. 

Berikut ini perbedaan utama dalam merekrut milenial dan Gen Z.

Memilih sumber rekrutmen

Meski milenial dan Gen Z sama-sama dapat direkrut melalui referral atau rujukan karyawan, mereka punya preferensi berbeda.

Milenial paling menyukai job board atau job portal untuk mencari lowongan pekerjaan, sedangkan Gen Z paling tertarik pada hiring event, terutama rekrutmen di kampus, career center di sekolah, dan situs web perusahaan. 

Memberikan apa yang penting bagi kandidat

Gaji dan work-life balance menjadi yang paling diinginkan kandidat milenial maupun Gen Z. Namun, dalam mempertimbangkan tawaran perusahaan, milenial lebih melihat pada kesempatan untuk mengembangkan karier di perusahaan tersebut, sementara Gen Z lebih mempertimbangkan tugas dan tanggung jawab dari pekerjaan yang ditawarkan. 

Jika ingin merekrut milenial, tawarkan kepastian karier dan promosi di tempat kerja Anda. Sedangkan jika ingin menarik Gen Z, soroti kontribusi peran mereka dalam organisasi serta apa yang akan mereka capai dalam beberapa bulan ke depan di perusahaan Anda.

Membangun reputasi perusahaan

Baik milenial maupun Gen Z melakukan penelusuran online untuk mencari tahu reputasi perusahaan yang akan menjadi tempat kerja mereka. Milenial lebih suka mendengarkan testimoni dari karyawan atau mantan karyawan di perusahaan tersebut, sedangkan Gen Z lebih tertarik mengunjungi situs web perusahaan.

Membangun employer brand agar menarik Gen Z lebih tepat dilakukan dengan membangun situs perusahaan, meningkatkan kemudahan akses, dan memperbaiki tampilan dan konten branding. Jika ingin menampilkan citra perusahaan di depan milenial, Anda dapat menggunakan karyawan sebagai duta perusahaan dalam menyampaikan cerita positif.

Menawarkan benefit yang dibutuhkan

Milenial dan Gen Z sama-sama membutuhkan benefit dalam bentuk asuransi kesehatan, cuti berbayar, dan tabungan pensiun. Selain itu, milenial juga menginginkan bonus dan insentif, sedangkan Gen Z lebih tertarik pada cuti melahirkan dan cuti ayah. 

Tawarkan benefit sesuai keinginan mereka, sehingga Anda lebih mudah untuk memikat kandidat agar memilih perusahaan Anda.

Lebih cermat saat merekrut milenial dan Gen Z

Di luar perbedaan di atas, milenial dan Gen Z memiliki kesamaan yang sangat berpengaruh pada kesuksesan Anda merekrut. Hal ini berkaitan dengan teknologi dan pengalaman rekrutmen.

Mayoritas dari kedua generasi ini tidak akan melamar ke perusahaan yang masih menerapkan cara-cara manual, bahkan setengah dari mereka akan melamar pekerjaan dari smartphone dan perangkat mobile.

Keduanya juga setuju bahwa semakin cepat proses rekrutmen maka akan semakin baik. Pengalaman negatif dalam rekrutmen dapat membuat mereka meninggalkan rekrutmen atau ghosting, misalnya saat prosesnya berlarut-larut tanpa informasi jelas.

Glints TalentHunt membantu Anda dengan teknologi AI machine learning yang memungkinkan proses rekrutmen hanya berlangsung 2–3 minggu. Platform rekrutmen ini juga menyediakan lebih dari 130.000 top talent di database yang mencakup milenial dan Gen Z.

Setelah merekrut, kami tetap bersama Anda selama 90 hari dan akan memberikan jaminan penggantian kandidat gratis apabila kinerjanya tidak memuaskan.

TalentHunt tidak memungut biaya lain-lain di luar cost per hire yang dibayar saat Anda mempekerjakan kandidat kami. Tak ada biaya komitmen di awal dan tak ada biaya pembatalan apabila Anda tidak menemukan kandidat ideal yang Anda cari.

TalentHunt telah melayani lebih dari 30.000 perusahaan untuk merekrut kandidat yang tepat, dengan tingkat kepuasan klien 8 dari 10. Anda dapat mencoba layanan platform rekrutmen ini di https://talenthunt.glints.id.

(Penulis: Ari Susanto)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!
Mulailah perjalanan perekrutan Anda bersama kami hari ini dengan konsultasi gratis. Cukup isi formulir dan tim Glints akan segera menghubungi Anda.