Aptitude Test adalah Tes Potensi Karier Kandidat, Ini 9 Jenis & Contohnya

Meidiana Aprilliani
Meidiana Aprilliani
August 25, 2022
Aptitude Test adalah Tes Potensi Karier Kandidat, Ini 9 Jenis & Contohnya
Aptitude Test adalah Tes Potensi Karier Kandidat, Ini 9 Jenis & Contohnya

Saat ini, berbagai perusahaan menerapkan tes penilaian kepribadian seperti aptitude test untuk memperkuat keputusan rekrutmen. Dengan ini, perusahaan akan melihat kesesuaian antara jenis pekerjaan dan bakat alami kandidat sekaligus membaca potensi karier mereka kedepannya. 

Memiliki berbagai jenis yang umum digunakan, sudah Anda mengetahui apa saja jenis aptitude test yang ada? Simak penjelasan lengkap yang telah Glints for Employers rangkum berikut ini. 


Apa Itu Aptitude Test dalam Rekrutmen?

Aptitude test adalah tes kemampuan atau bakat bawaan yang membantu seseorang mencapai keberhasilan tentu. Misalnya, bakat alami menggambar yang membuat seseorang unggul di industri kreatif. 

“76% organisasi dengan lebih dari 100 karyawan mengandalkan recruitment assessment seperti aptitude dan personality test untuk kandidat eksternal,  utamanya pada posisi senior.”

HBR

Jadi, aptitude test adalah penilaian profesional yang dapat digunakan perusahaan untuk mengukur kemampuan calon karyawan di berbagai bidang industri mereka. Tes ini akan membuat perusahaan mengetahui bakat alami kandidat dan membantu Anda memahami bagaimana membantu mereka di posisi tertentu. 

Baca juga: Cara Mengenali Karakteristik Kandidat dari Tes DISC


Bagaimana Skema Soal Tes Aptitude?

Umumnya, aptitude test akan menghadapkan kandidat pada skenario simulasi di tempat kerja. Test ini umumnya berbentuk pilihan ganda dengan skor pada tiap nomornya. Pertanyaan dalam tes ini akan menguji berbagai kemampuan kognitif seperti problem-solving, komunikasi, hingga membuat prioritas. Meski begitu, aptitude test memiliki beberapa jenis dengan skema tes yang berbeda-beda. 

Baca juga: Apakah MBTI merupakan Tes yang Tepat untuk Menilai Kepribadian Kandidat?


9 Jenis Aptitude Test yang Umum Digunakan


1. Verbal Reasoning Test

Tes ini didesain untuk mengukur kemampuan analitis verbal kandidat. Keterampilan ini menuntut kandidat untuk cepat mengidentifikasi kesimpulan atau data penting dari sebuah tulisan atau laporan secara logis. Jika mereka dapat menemukan poin yang paling penting dengan cukup cepat, maka kemungkinan besar kandidat tersebut memiliki keterampilan analistis verbal yang tinggi.

Contoh:

Banyak organisasi merasa mempekerjakan siswa selama musim panas adalah hal yang menguntungkan. Alasannya, karena karyawan sering ingin mengambil cuti liburan selama masaini. Selain itu, tidak jarang perusahaan mengalami beban kerja yang tinggi di musim panas, sehingga membutuhkan staf tambahan. Kesempatan ini juga bisa membuat siswa potensial untuk bergabung dengan perusahaan ketika mereka telah menyelesaikan pendidikan. 

Pertanyaan:

Apakah memungkinkan untuk karyawan tetap yang mengambil cuti dapat memberikan pekerjaannya kepada siswa?

Jawaban:

a) benar b) Salah c) Netral


2. STEM (Science, Technology, Engineering, and Maths) Aptitude

Jika Anda membutuhkan kandidat yang mahir memecahkan persamaan matematika atau memahami ide-ide yang kompleks, maka pastikan untuk menggunakan aptitude test satu ini. STEAM Aptitude umuknya digunakan untuk rekrutmen di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Memiliki bakat di bidang ini bisa sangat berguna dalam karier yang membutuhkan pemikiran dan penalaran logis.

Contoh:

Apa suku berikutnya dalam barisan aritmatika: 2, 13/4, 9/2. 23/4

a) 7

b) 29/4

c)15/2

d)31/4


Sub-disiplin Teknik Mesin apa yang berfokus pada desain dan pengujian kendaraan?

a) Architectural Engineering

b) Automotive Engineering

c) Geothermal Engineering

d) Biomedical Engineering


3. Abstract Reasoning Test

Juga disebut penalaran konseptual, tes ini memiliki desain yang unik. Abstract Reasoning Test adalah tes non-verbal yang fokus pada bentuk dibandingkan teks untuk mengukur kecerdasan logis kandidat. Setiap pertanyaan tes mencakup serangkaian bentuk dengan aturan logika umum. Kecerdasakan kandidat kemudian akan diukur dengan jumlah jawaban yang benar (identifikasi bentuk yang tepat berdasarkan aturan logis) dalam waktu tertentu. 

Contoh:

Aptitude Test adalah Tes Potensi Karier

Apa bentuk selanjutnya?


4. Artistic Aptitude Test

Aptitude test satu ini digunakan untuk mengukur kemampuan membuat hasil seni yang dapat dinikmati untuk dilihat maupun didengar. Kandidat dengan bakat artistik bawaan cenderung menjadi pembelajar visual yang baik. Tes ini juga akan memperlihatkan hasil konkret apakah kandidat tersebut cocok untuk bekerja di sebuah industri, contohnya bidang kreatif. 

Contoh:

Gambar komposisi berikut: (1:1, hitam putih) 

  1. Pasar malam
  2. Hari hujan
  3. Bandara yang ramai

5. Numerical Reasoning Test

Tes berwaktu ini digunakan untuk mengukur keterampilan analitis numerik kandidat. Dalam tes ini, keterampilan yang dilihat mencakup kecepatan mengidentifikasi masalah kritis dari data numerik seperti grafik dan tabel. Selain itu, kapasitas menggunakan data numerik untuk pekerjaan sehingga membuat keputusan yang efektif juga diperhitungkan. 

Penting untuk dicatat, keterampilan penalaran numerik dalam Numerical Reasoning Test tidak mengukur kemampuan matematika kandidat.

Contoh:

Berapa rasio perbedaan penjualan aktual dengan target penjualan di Thailand dan Indonesia selama kuartal keempat?


6. Psychometric Test

Kata ‘psikometri’ dibentuk dari kata Yunani yakni “mental” dan “pengukuran”. Tes penilaian psikologis ini juga dikenal sebagai tes penilaian situasional, karena kandidat akan diukur kemampuannya dalam memahami skenario situasional dan strategi pengambilan keputusan. Semakin efisien jawaban kandidat dalam pemecahan masalah, semakin tinggi skor yang ia dapatkan. 

Contoh:

Di masa lalu, sistem pemanas rumah dioperasikan menggunakan berbagai sumber energi seperti kayu, listrik, dan minyak tanah. Tapi in tergolongi mahal jika dibandingkan dengan sumber daya terbarukan, energi matahari. Energi matahari merupakan alternatif, tetapi penerapannya sebagai pemanasan terbatas pada sejumlah peralatan kecil. Namun, kesulitan mendapatkan energi matahari akan terjadi saat musim dingin, saat ketika kebutuhan pemanas justru paling dibutuhkan. 

Pertanyaan: Apakah energi matahari hampir tidak tersedia di musim dingin?

Penjelasan & Jawaban: (Benar/Salah/Netral) (Penjelasan)


7. Physical Aptitude Test

Jika Anda membutuhkan tenaga kerja untuk pekerjaan yang memerlukan kekuatan fisik yang baik, maka jenis aptitude test satu ini akan ideal. Physical Aptitude Test adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan kandidat dalam menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan kekuatan, kecepatan, atau koordinasi yang baik. 

Contoh:

– Tes Ketegangan Otot 

– Tes Kekuatan Otot 

– Tes Daya Tahan Otot 

– Tes Ketahanan Kardiovaskular

– Tes Fleksibilitas 


8. Organizational aptitude

Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan kandidat dalam mengorganisir dan mengoperasikan sesuatu dengan efisien dan disiplin. Misalnya, kemampuan mengerjakan beberapa tugas dalam waktu berdekatan dengan membuat prioritas kerja yang baik. 

Contoh:

Kolega saya di tempat kerja sebelumnya seringkali menunggu saya karena saya tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 

a. Sangat Sering

b. Cukup Sering

c. Terkadang

d. Pernah

e. Tidak Pernah


9. Logical Reasoning Test

Terakhir, ada jenis Logical Reasoning Test. Tes penilaian ini digunakan untuk mengukur kemampuan kandidat dalam menginterpretasikan informasi dan menerapkan pemikiran logis untuk memecahkan masalah serta menarik kesimpulan yang relevan. Aptitude test satu ini dapat digunakan sebagai bagian dari proses penyaringan pra-kerja untuk menentukan kebutuhan pelatihan dan pengembangan yang ideal bagi karyawan.

Contoh:


Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.