4,627 views

10 Cara Efektif Meningkatkan Employee Engagement 2023: Free Ebook!

Meidiana Aprilliani
Meidiana Aprilliani
September 8, 2023
7 Cara Efektif Meningkatkan Employee Engagement dari Pakar: Free Ebook!

Cara meningkatkan employee engagement menjadi perhatian penting bagi para HR untuk saat ini.

Employee engagement menjadi salah satu faktor penting yang membantu meningkatkan produktivitas, khususnya ditengah guncangan adaptasi bisnis hampir seluruh sektor saat ini. 90% pimpinan pun setuju bahwa keterikatan emosional ini memiliki dampak pada kesuksesan sebuah bisnis. Faktanya, engaged employee disebut mampu meningkatkan keuntungan bisnis 300% lebih baik dibandingkan kompetitor.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan employee engagement yang efektif? Simak uraian yang telah Glints for Employers rangkum berikut ini. 


Pengertian Employee Engagement


7 Cara Meningkatkan Employee Engagement dari Pakar: Free Ebook!

Secara harfiah, employee engagement adalah ikatan komitmen emosional yang dimiliki karyawan pada perusahaan berikut visi misinya. Adanya ikatan emosional ini memaknakan karyawan akan benar-benar peduli dengan tujuan perusahaan, bukan hanya fokus pada hal materil semata.

“Hanya ada tiga jenis matriks untuk mengetahui kinerja organisasi secara keseluruhan: employee engagement, customer satisfaction, dan cash flow. Tidak peduli kecil besarnya perusahaan, Anda hanya bisa menang dalam jangka panjang dengan karyawan yang percaya pada misi perusahaan dan memahami bagaimana mencapainya.”

Jack Welch, CEO General Electric


Mengapa Employee Engagement Semakin Penting Saat Ini?

Dampak employee engagement tak bisa dianggap remeh pada lini bawah perusahaan. Melansir Glints dalam “Panduan Bangun Strategi Employee Engagement Secara Sistematis”, perusahaan dapat menghabiskan hingga Rp50 juta untuk setiap Rp148 juta gaji tahunan seorang disengaged employee. 

“Padahal, adanya engaged employee dalam tim dapat membawa pertumbuhan keuntungan bisnis hingga 300% lebih besar dibandingkan kompetitor.”

Menurut catatan Forbes, 50% HR mengatakan persentase turnover mencatatkan angka tertinggi sejak 2021. Pandemi yang belum berakhir dan ekonomi global yang fluktuatif membuat situasi penuh ketidakpastian. Jika tak ditangani dengan baik, hal ini tentu berdampak pada pengalaman kerja karyawan yang akhirnya menentukan jenis keterikatan mereka: engaged employee atau disengaged employee. 

Tak berhenti disana, engagement pun menjadi ‘tali loyalitas’ di saat perusahaan misalnya saja melakukan efisiensi tim. Keberadaan SDM berkualitas dengan loyalitas tinggi tentu menjadi kunci tetap tercapainya produktivitas tinggi di tengah keterbatasan yang menyelimuti. 


7 Cara Efektif Meningkatkan Employee Engagement dari Pakar: Free Ebook!

7 Cara Efektif Meningkatkan Employee Engagement

1. Menyediakan Infrastruktur yang Memadai

Deloitte dalam “Global Human Capital Trends 2016” menyebut adanya infrastruktur yang memadai sebagai urutan teratas faktor penunjang engagement secara global. Bukan tanpa alasan, tuntutan produktivitas tinggi di tengah kompleksitas bisnis yang meningkat tentu lebih mudah berkat adanya infrastruktur memadai. 

“Khususnya pada perusahaan besar, akan lebih sulit bagi karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya dan ini memengaruhi employee engagement. Bisnis pun semakin kompleks, namun engaged employee harus mampu bekerja lebih cepat untuk beradaptasi pada perubahan secara efektif.”

Don MacPherson, Polymath-in-Training 12 Geniuses 


2. Membangun Employee Resource Groups (ERGs)

Employee Resource Groups (ERGs) adalah komunitas sukarela dalam perusahaan yang mempertemukan karyawan dengan latar belakang atau ketertarikan yang sama. Salah satu perusahaan yang juga membangun ERGs sebagai startegi employee engagement adalah Gojek. 

ERGs dalam Gojek digunakan untuk memfasilitasi hubungan antar rekan kerja. Adapula Employee Assistance Program (EAP) untuk memberikan bantuan preventif dan suportif kepada karyawan dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Baik secara personal maupun profesional.


3. Pelatihan dan Pengembangan Keahlian

“Semakin karyawan merasa perusahaan berinvestasi pada masa depan mereka, semakin tinggi level engagement mereka,” ujar Brad Shuck, Profesor Universitas Louisville. 

Beberapa pemimpin perusahaan seringkali khawatir memberikan pelatihan substansial tidak lagi masuk akal karena karyawan yang sering berpindah-pindah. Padahal, berinvestasi pada karyawan dapat membangun loyalitas serta membantu menarik ‘golden talent’ untuk bergabung. 

Menciptakan budaya yang mendorong pengembangan berkelanjutan lebih dari sekadar membangun keterampilan karyawan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. Hal ini juga merupakan bentuk komunikasi bahwa organisasi menghargai karyawannya dan percaya pada potensi mereka. 


4. Hubungan Sosial yang Positif itu Penting

“Kantor adalah tempat bekerja, bukan tempat mencari teman,” anda mungkin akrab dengan kutipan ini. Padahal, hubungan sosial sangat penting bagi seorang karyawan yang menghabiskan seperempat waktunya di kantor. 

“Hubungan sosial dapat secara positif atau negatif memengaruhi tingkat stres, produktivitas, dan perasaan bahagia karyawan secara umum. Faktor-faktor tersebut tidak hanya mempengaruhi prestasi kerja seorang karyawan, tetapi juga mempengaruhi kesehatan karyawan.”

Forbes

Begitupun yang dirasakan Salsabila Sofiya Fatin, KYC Specialist Bibit. Menurutnya, manusia tidak bisa benar-benar bekerja sendiri. Memiliki lingkungan yang mendukung, rekan kerja yang ramah, mudah diajak bicara, suka bertukar ide atau pendapat sangat membantunya untuk produktif dalam bekerja. 


5. Terbuka, Memberikan, dan Menanggapi Feedback 

Data PWC juga menyebut 60% karyawan ingin feedback diberikan setiap hari. Menariknya, laporan Linkedin menyebut Gen Y lebih suka mendapatkan apresiasi di saat yang sama daripada menunggu penilaian kinerja formal yang umumnya dilakukan satu atau dua kali dalam setahun.

Untuk mewadahi keinginan ini lebih cepat, manajemen dapat menjadwalkan weekly check-in dengan tim. Untuk skala besar dan berjenjang, program performance appraisal tahunan juga dapat dilakukan. 


6. Komunikasi yang Efektif dan Transparan


7 Cara Efektif Meningkatkan Employee Engagement dari Pakar: Free Ebook!

Komunikasi yang efektif adalah pondasi dari employee engagement yang kuat. Terutama, di tengah kerja jarak jauh dalam situasi yang yang tidak menentu. Penting untuk memastikan jalur komunikasi yang tersedia berjalan dua arah, baik dari atas ke bawah maupun sebaliknya.

“Komunikasi yang efektif dan transparan, membantu karyawan agar tidak kehilangan arah,” ujar Feliciana Mariska, People Culture at DANA dalam wawancara eksklusif Glints. 


7.  Pengakuan dan Penghargaan atas Kontribusi Karyawan

Tahukah Anda, perusahaan dengan ‘recognition-rich culture’ memiliki tingkat turnover 31% lebih rendah. Menariknya, Forbes pun menemukan fakta perusahaan yang sering mengatakan “terima kasih” kepada karyawannya memiliki performa lebih tinggi dibanding yang tidak.

Menurut Feliciana pengakuan dan penghargaan atas kinerja karyawan tidak perlu menunggu evaluasi kinerja formal namun juga bisa diberikan melalui ucapan terima kasih, pengakuan di hadapan tim atau cara lain. Dengan begitu, menurut Felicia, ini akan membuat karyawan merasa dihargai sehingga mendorongnya selalu memberikan usaha terbaiknya.


8. Sediakan Infrastruktur yang Efektif dan Memadai

Laporan Deloitte’s Global Human Capital Trends 2016 menemukan bahwa aspek infrastruktur yang memadai adalah salah satuu pendorong engagement tertinggi secara global. 

“Bisnis berkembang lebih kompleks, namun karyawan harus mampu bergerak cepat dan efektif.”

Don MacPherson, Deloitte’s Strategic & Operational Risk Partner

Dalam skenario ini, memastikan seluruh karyawan mengakses alat, media, dan infrastruktur penunjang pekerjaan yang tepat lainnya sangatlah krusial. Lingkungan kerja yang sangat tidak efisien atau birokratis hingga membuat pekerjaan terhambat tentu dapat menimbulkan kerugian jangka pendek maupun panjang. 


9. Dorong Kepercayaan Diri Karyawan


7 Cara Efektif Meningkatkan Employee Engagement dari Pakar: Free Ebook!

Rasa percaya diri nyatanya memiliki porsi dalam membentuk engagement perusahaan pada perusahaannya. Hal ini perkuat data Indeed, dimana 96% responden mengatakan mereka cenderung ingin menetap pada sebuah perusahaan ketika merasa percaya diri. Perusahaan yang menyadari ini dan mendukung peningakatan kepercayaan diri karyawannya pun dapat menekan angka turn over-nya. 

Ada 5 faktor teratas pendorong kepercayaan diri karyawan terhadap prospek karir mereka, antara lain: umpan balik positif dari manajer mereka, kinerja keuangan perusahaan, kenaikan gaji, promosi, dan menjadi bagian dari tim yang hebat.


10. Prioritaskan Kesehatan Fisik dan Mental

Sangat mudah bagi individu untuk merasa terlibat dengan perusahaan dan pekerjannya ketika Anda berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka secara menyeluruh. Program kesehatan karyawan dapat menjadi cara meningkatkan employee engagement yang bagus

Anda bisa menawarkan subsidi untuk program kebugaran agar mendorong gaya hidup sehat di luar kantor. Selain kesehatan fisik, program kesehatan mental seperti meditasi juga dapat menjadi pilihan. 

Ingin melihat insight eksklusif dari berbagai Pakar HR tentang strategi membangun employee engagement yang efektif? 




Unduh Ebook “Panduan Membangun Employee Engagement” Sekarang, Gratis!
Silakan mengisi data diri Anda, ebook akan dikirimkan melalui alamat email Anda segera.