5 Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement, Ini Kata Goto-Bibit

Meidiana Aprilliani
Meidiana Aprilliani
July 28, 2022
5 Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement

Pandemi yang belum berakhir dan stabilitas ekonomi yang membuat situasi penuh ketidakpastian bukan hanya berdampak pada kesehatan bisnis perusahaan, namun juga kesehatan psikologis karyawan. Sebagai human capital yang turut menentukan profitabilitas perusahaan, penting untuk memastikan employee engagement terbangun dengan kuat.

Sebelum bergerak untuk meningkatkan keterikatan antara karyawan dan perusahaan, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi employee engagement. Apa sajakah itu? Simak ulasan yang telah Glints for Employers rangkum berikut ini. 

5 Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement

Mengapa Employee Engagement Semakin Penting Pasca Pandemi?

“Organisasi perlu serius menyentuh hati karyawan, mulai dari kandidat yang melamar bahkan hingga karyawan pensiun. Dengan memetakan touchpoint yang dapat terjadi dan bagaimana memanfaatkannya untuk memberikan pengalaman pribadi yang berkesan, engagement karyawan dengan perusahaan akan semakin erat.”

Tren & Prediksi HR di Indonesia 2021, Glints

Saat pandemi Covid-19 menghantam ekonomi, perusahaan bergulat dengan model bisnis baru, transformasi digital, regulasi, hingga sistem kerja agile dan remote. Perubahan-perubahan ini kemudian membawa perubahan budaya organisasi dan lingkungan kerja yang tentunya berdampak pada pengalaman kerja karyawan. 

Pada situasi ini, Deloitte menyebut tanggung jawab ada pada manajemen untuk memperkenalkan metode dan kebijakan kerja yang memelihara hubungan emosional antara karyawan dan perusahaan. Manajemen juga bertanggung jawab untuk memotivasi karyawan untuk tetap berkomitmen pada perusahaan untuk jangka panjang.

GoTo Group jadi salah satu perusahaan yang menyadari bahwa ada banyak adaptasi baru yang menantang dilakukan karyawan mereka. 

“Banyak orang menjadi orang tua selama pandemi. Sebagai ibu dari dua anak laki-laki sendiri, saya tahu kembali bekerja dapat menjadi pengalaman mengisolasi bagi orang tua baru, terutama ketika Anda bekerja dari jarak jauh dan bahkan tidak bisa keluar rumah.”

“Jadi kami meluncurkan inisiatif dukungan kesehatan mental, seperti saluran telepon 24/7 dan saluran bagi karyawan untuk berbicara dengan seseorang jika mereka perlu melakukannya.”

Tanah Sullivan, Kepala Departemen Sustainability GoTo.

Baca juga: Apa Itu Employee Engagement dan Cara yang Dipakai Perusahaan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Employee Engagement

1. Kekuatan Kepemimpinan

Faktor-faktor yang mempengaruhi employee engagement salah satunya adalah kekuatan kepemimpinan dalam tim. Menurut ​​Laurie Sudbrink, pendiri Unlimited Coaching Solution, Inc, pemimpin memiliki peran signifikan dalam membentuk employee engagement. 

“Kemampuan seorang pemimpin untuk secara otentik membangun hubungan dengan anggota tim, tingkat self-awareness mereka, rasa tanggung jawab mereka, serta kesehatan dan kesejahteraan mereka, semuanya dapat berdampak signifikan pada employee engagement.”

Pernyataan ini kemudian diperkuat penilitian Gallup yang mengatakan bahwa durasi masa kerja karyawan terutama ditentukan oleh kualitas hubungan dengan direct manager mereka. Artinya, pemimpin harus mempertimbangkan kualitas kepemimpinannya dalam upaya menciptakan hubungan kerja yang konstruktif, positif, dan sejalan dengan nilai-nilai perusahaan. 


2. Budaya Peduli dan Saling Mendukung

Menunjukkan kepedulian, dukungan, dan penghargaan dapat membuat karyawan merasa bahwa pekerjaannya berkontribusi pada kesuksesan perusahaan. Hal ini pun akan menciptakan pengalaman kerja positif yang kemudian meningkatkan skor employee engagement. 

“Aspek sosial pekerjaan sangat penting bagi saya. Manusia tidak bisa benar-benar bekerja sendiri. Memiliki lingkungan yang mendukung dan rekan kerja yang ramah, mudah diajak bicara yang suka bertukar ide atau pendapat sangat membantu saya.”

-Salsabila Sofiya Fatin, KYC Specialist Bibit

Senada dengan Salsabila, Felicia Grace Stephanie selaku Auditor Internal Bibit pun mengakui bahwa perasaan dihargai dari lingkungan kerja menyalurkan energi positif dalam kinerjanya. 

“Karyawan dengan kepuasan kerja yang tinggi cenderung menganggap pekerjaannya sebagai aktivitas yang menyenangkan karena mereka bekerja tanpa paksaan. Di Bibit, saya pribadi merasa puas dengan pekerjaan yang saya lakukan. Saya merasa nyaman dan dihargai, sehingga saya dapat meningkatkan kinerja saya dan mengeluarkan potensi penuh saya.”


3. Kejelasan Visi Misi Perusahaan

Survei Porter Novelli menunjukkan 70% karyawan mengatakan tidak akan bekerja untuk perusahaan tanpa tujuan yang kuat dan 90% karyawan yang bekerja di perusahaan dengan tujuan yang kuat merasa lebih terinspirasi, termotivasi, dan loyal. 

Ketika karyawan merasakan tujuan yang sama dengan rekan kerja mereka dan memiliki komitmen yang kuat terhadap misi, visi, dan nilai-nilai perusahaan, maka employee engagement akan terbangun kuat. Hal ini juga akan kinerja, kepercayaan, moral, kepuasan kerja, hingga persentase retensi secara menyeluruh. 

Baca juga: 5 Tips Memulai Survei Employee Engagement


4. Umpan Balik dan Penghargaan 

Jika perusahaan ingin membangun dan meningkatkan employee engagement, maka mereka harus mengolah feedback secara aktif. Komunikasi yang baik antara karyawan dan manajemen merupakan komponen penting dalam employee engagement. Karenanya, membangun sistem feedback dalam perusahaan Anda adalah cara yang baik untuk mengasah keterampilan komunikasi tersebut.

85% karyawan mengambil lebih banyak inisiatif ketika mereka menerima feedback

73% karyawan adalah kolaborator yang lebih baik ketika mereka menerima feedback

48% karyawan lebih peduli dengan pekerjaan mereka ketika mereka menerima feedback

20 Essential Employee Feedback Statistic, Zippia 

Dalam proses pemberian feedback, ada komponen ‘penghargaan’ yang juga memegang peranan penting. Untuk membuatnya efektif, penghargaan diberikan atas pencapaian spesifik sehingga karyawan mengetahui peran individu mereka turut berkontribusi atas kesuksesan perusahaan dan membuat mereka merasa dihargai. 


5. Peluang Pengembangan Karier

Peluang pengembangan karier adalah salah satu yang dari faktor-faktor yang mempengaruhi employee engagement. Melansir HBR, karyawan yang mendapatkan peluang pengembangan karier 15% lebih terlibat dan memiliki retensi 34% lebih tinggi daripada mereka yang tidak. 

Saat Anda memberikan peluang untuk karyawan fokus pada pengembangan karier mereka, perusahaan akan memetik tren positif pada employee engagement. Adanya peluang ini akan membuat karyawan tetap berada di organisasi karena mereka dapat mengembangkan karier dan mendorong mereka memberikan kinerja di tingkat yang lebih tinggi.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang bagaimana perusahaan terkemuka seperti GoTo, Lazada, hingga Bibit mengelola dan maksimalkan potensi talenta mereka pasca pandemi?

Klik di sini untuk mengunduh ebook terbaru Glints secara GRATIS. 


Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!
Mulailah perjalanan perekrutan Anda bersama kami hari ini dengan konsultasi gratis. Cukup isi formulir dan tim Glints akan segera menghubungi Anda.