4 Manfaat Job Analysis bagi Perusahaan

©️ Pexels

Setiap jabatan dalam organisasi memiliki peran dan tanggung jawab berbeda yang diuraikan secara jelas dalam deskripsi pekerjaan, dari staf hingga CEO. Job analysis atau analisis jabatan diperlukan untuk mendefinisikan setiap pekerjaan (jabatan) yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan rencana bisnis dan mencapai tujuan organisasi.

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah, analisis jabatan merupakan proses untuk memperoleh dan mengolah data menjadi informasi jabatan yang dituangkan dalam bentuk uraian jabatan.

Identifikasi jabatan ini juga dibutuhkan untuk membedakan sebuah pekerjaan dengan yang lainnya, terutama untuk jenis pekerjaan yang saling terkait, misalnya product designer, senior product designer, dan product manager.

Apa saja manfaat job analysis?

Mencegah konflik di dalam tim

Konflik bisa bermula dari tanggung jawab peran yang tumpang-tindih dan berujung pada kekacauan proses kerja. Contohnya saja, saling lempar tanggung jawab atau berebut kewenangan. Bahkan, ini bisa terjadi antar departemen dan bisa membuat tim tidak solid.

Penguraian tanggung jawab dan daftar tugas secara rinci berguna untuk mencegah kemungkinan konflik antar karyawan akibat ketidakjelasan deskripsi pekerjaan. Setidaknya, dengan penggambaran jabatan yang jelas di dalam organisasi, potensi konflik dapat ditekan sejak dini.

Memudahkan penilaian kinerja

Setiap peran punya sasaran yang berbeda dan disesuaikan dengan rencana bisnis perusahaan. Analisis jabatan membantu manajemen perusahaan menetapkan tujuan, target, atau hasil yang harus dicapai dalam setiap pekerjaan. 

Job analysis juga memudahkan HR dalam menentukan standar kerja dan kriteria evaluasi yang terukur berdasarkan daftar tugas dan sasaran setiap jabatan. Inilah yang kemudian menjadi dasar penilaian kinerja karyawan.  

Mendukung kebijakan kompensasi yang adil

Permenaker No 1 Tahun 2017 mewajibkan setiap perusahaan menyusun struktur dan skala upah, yaitu susunan tingkat upah dari yang terendah sampai tertinggi dan memuat kisaran nominal upah untuk setiap golongan jabatan.

Analisis jabatan merupakan bagian dari penyusunan struktur dan skala upah yang adil. Kebijakan kompensasi yang adil dan didasarkan pada tanggung jawab jabatan akan mencegah kesenjangan upah dalam organisasi.

Memperoleh kandidat yang tepat

Job analysis berguna dalam rekrutmen karyawan. Hal ini perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang peran yang dibutuhkan, kriteria jabatan, dan bagaimana perusahaan mendapatkan kandidat ideal.

Tanpa analisis jabatan, perumusan job description tidak detail atau tidak akurat, sehingga proses rekrutmen kurang optimal dan hanya menghasilkan kandidat dengan kualitas rata-rata atau jauh dari apa yang dibutuhkan perusahaan.

Sebaliknya, deskripsi pekerjaan yang jitu akan menarik orang-orang yang tepat, yang memiliki keterampilan dan pengalaman paling relevan dengan kebutuhan organisasi. 

Manfaatkan jasa platform rekrutmen untuk mengisi peran yang dibutuhkan di perusahaan

Untuk merekrut peran yang sulit, gunakan jasa Glints TalentHunt. Layanan rekrutmen online ini membantu Anda merekrut kandidat yang tepat untuk jabatan spesifik secara efisien, sehingga Anda memperoleh kandidat lebih cepat.

Kami memiliki tim rekruter spesialis berdedikasi yang mampu menyeleksi ribuan top talent dengan menggunakan teknologi screening AI machine learning. Kami merekomendasikan beberapa kandidat paling sesuai dengan kriteria jabatan yang diberikan hanya dalam waktu kurang dari 3 minggu.

Anda dapat mewawancarai kandidat sebelum membuat keputusan untuk merekrut mereka. Kami memberikan garansi 90 hari untuk penggantian kandidat secara gratis apabila karyawan yang kami rekomendasikan tidak cocok untuk peran yang dibutuhkan.

Selain layanan rekrutmen TalentHunt, Anda dapat merekrut lewat job portal Glints secara gratis. Buat akun lebih dulu di https://talenthunt.glints.id dan posting iklan lowongan kerja Anda. Siapkan tim untuk menangani lamaran dan menyeleksi kandidat yang Anda inginkan.

(Penulis: Ari Susanto)

Anggita Dwinda

Recent Posts

Mitos “Kandidat Sempurna”: Bagaimana Proses Rekrutmen yang Terlalu Lama Bisa Merugikan Perusahaan

Banyak perusahaan masih terjebak dalam mitos "kandidat sempurna". Mereka yakin dengan menunggu cukup lama, kandidat…

1 year ago

Kerja Sama Glints dan vOffice, Penuhi Kebutuhan Rekrutmen dan Ruang Kerja yang Fleksibel

Pada Selasa, 18 Februari 2025 di Jakarta, Glints & vOffice baru saja menandatangani kerja sama.…

1 year ago

Cepat & Tepat: Kunci Sukses Rekrut Kandidat selama Ramadan

Temuan Utama Kandidat paling aktif cari kerja pada 2 minggu sebelum Ramadan. Ini waktu terbaik…

1 year ago

PHK: Langkah, Aturan, Contoh Surat Pemutusan Hubungan Kerja

Menyampaikan keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada seorang karyawan, baik melalui surat pemberhentian kerja alias…

1 year ago

Apa Itu NIB? Begini Cara Daftar dan Cara Ceknya!

Apakah bisnis atau perusahaan Anda sudah memiliki NIB? Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas pelaku…

1 year ago

Human Capital: Arti, Contoh, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya

Human capital atau modal manusia adalah metode untuk menarik dan mempertahankan karyawan terbaik dengan cara…

1 year ago