7 Pengaruh Lingkungan Kerja Positif Terhadap Kinerja Karyawan

Linggar
Linggar
December 8, 2022

Lingkungan kerja dan atmosfer yang positif sehingga mendukung pekerjaan memiliki pengaruh banyak terhadap kinerja karyawan maupun perusahaan

Lihat saja e-commerce Amazon dengan bangunan The Spheres di Seattle, gedung kantor unik berbentuk gelembung dengan hutan tropis yang terdiri atas 40.000 tanaman di dalamnya. Atau Googleplex, kantor milik Google di Mountain View dengan beragam fasilitasnya yang legendaris. 

CEO kedua perusahaan raksasa tersebut percaya bahwa lingkungan kerja yang nyaman akan membuat karyawan lebih kreatif dan produktif. Apalagi, mereka mempekerjakan banyak anak-anak muda yang begitu peduli dengan suasana kantor yang nyaman dan kekinian.

Lingkungan kerja meliputi lingkungan fisik dan nonfisik. Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan bangunan dan fasilitas untuk menunjang pekerjaan di kantor, seperti ruangan kerja, cahaya, sirkulasi, kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan tingkat kebisingan. 

Sedangkan lingkungan nonfisik mencakup budaya perusahaan, struktur organisasi, pola kerja, kepemimpinan, sistem promosi dan jenjang karier, dan sebagainya.

Pengaruh lingkungan kerja positif terhadap kinerja karyawan

Mendorong motivasi kerja

Bekerja di ruang yang nyaman dengan segala fasilitas tentu menyenangkan bagi karyawan. Tapi yang tak kalah penting adalah sistem kerja yang baik, seperti penilaian kerja yang transparan dan budaya penghargaan terhadap keberhasilan.

Perusahaan yang mengembangkan budaya menghargai setiap pencapaian tim akan memiliki karyawan yang lebih bersemangat dan termotivasi. Ini berbeda ketika perusahaan tidak menciptakan lingkungan yang menghargai hasil kerja, karyawan juga akan bekerja seadanya hanya untuk memenuhi target, tidak lebih.

Meningkatkan produktivitas

pengaruh lingkungan kerja positif

Rata-rata, karyawan milenial membutuhkan tempat kerja yang dapat membuat dirinya produktif. Menurut survei dari Deloitte, 75% dari 7.700 pekerja milenial menginginkan sistem kerja fleksibel agar mereka dapat menentukan tempat bekerja yang produktif.

Perusahaan teknologi berusaha mengatasi masalah ini dengan berlomba-lomba menciptakan tempat kerja yang nyaman, modern, dan lengkap dengan sejumlah fasilitas, dari kantin dan kafe gratis, tempat olahraga, daycare, hingga ruang bersantai. Tempat kerja yang nyaman mencegah stres, membuat mood lebih baik sepanjang hari, dan meningkatkan fokus bekerja.

Tak lupa, lingkungan nonfisik juga berpengaruh. Tim kerja yang suportif, atasan yang inspiratif, serta peluang promosi jabatan yang terbuka, juga akan memicu produktivitas yang lebih baik. 

Meningkatkan engagement dan loyalitas

Lingkungan kerja yang positif membuat karyawan betah, bahagia, terlibat (engaged), dan akhirnya meningkatkan loyalitas mereka. Konsep engagement yang diperkenalkan Gallup Consultant mengacu pada antusiasme dan keterlibatan karyawan dengan pekerjaan dan organisasi.

Engaged employee adalah mereka yang seringkali bersemangat, punya ide baru, memberikan lebih untuk perusahaan, dan tidak lagi berorientasi pada target pekerjaan melainkan pada tujuan organisasi. Sayangnya, masih menurut Gallup, karyawan tipe ini hanya 13% di dunia, dan sebagian besar adalah not engaged (bekerja rata-rata sebagai rutinitas untuk memenuhi target).

Engagement secara nyata berpengaruh pada produktivitas. Menurut konsultan manajemen Hay Group, perusahaan yang memiliki engagement karyawan yang tinggi membukukan pertumbuhan pendapatan 2,5 kali lebih tinggi dibanding perusahaan yang memiliki engagement karyawan lebih rendah.

Baca Juga: Dampak Negatif Micro Management bagi Perusahaan

Meningkatkan kepuasan kerja karyawan

Data menunjukkan lingkungan kerja yang positif dapat meningkatkan kebahagiaan karyawan hingga 33%. Hal ini juga yang pada gilirannya akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. 

Hal ini tentu menjadi faktor yang penting dalam mendorong produktivitas karyawan secara individu maupun perusahaan. 

Menurunkan angka turnover 

Turnover menjadi permasalahan yanng cukup serius bagi HR. Hal ini karena dengan adanya pergantian karyawan yang terus-menerus terjadi maka ada kebutuhan rekrutmen yang juga harus terus berjalan. 

Rekrutmen membutuhkan sumber daya, baik manusia, finansial maupun waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu, mempertahankan karyawan menjadi salah satu tugas HR. 

Dengan memiliki lingkungan kerja yang positif, data menunjukkan penurunan angka turnover yang cukup signifikan bahkan hingga mencapai 58% di beberapa kasus. 

Mengurangi angka ketidakhadiran karyawan

Sebuah fakta unik, pengaruh lingkungan kerja yang positif juga berpengaruh pada aspek kesehatan fisik karyawan. Hal ini karena dengan tingkat stres yang lebih terkendali akan mencegah atau bahkan mengurangi kemungkinan cuti sakit yang panjang. 

Faktor ini juga yang turut memperbesar peluang meningkatnya produktivitas, baik perusahaan maupun karyawan sebagai individu.

Secara tidak langsung, dapat mendorong kepuasan pelanggan

Semua hal yang terjadi secara internal di perusahaan juga akan berpengaruh pada pelanggan. Termasuk pengaruh lingkungan kerja positif yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. 


Menyukai artikel di atas? Tersedia ratusan insight membangun seputar HR untuk Anda. Mari berlangganan newsletter kami untuk jadi yang pertama mengetahui tren HR terkini!


Mulai merekrut dari mana saja bersama Glints

Artikel di atas dipersembahkan oleh Glints for Employers, mitra rekrutmen terpercaya untuk startup dan perusahaan di Asia Tenggara dan Taiwan. Lebih cepat dan hemat, pakar kami yang dibekali dengan teknologi siap membantu Anda terhubung dengan talenta terbaik di sekitar Anda.

Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!

Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.