1,084 views

Masalah HR yang Sering Dihadapi Perusahaan

Syiti Rommalla
Syiti Rommalla
August 9, 2020

HRD merupakan divisi dengan pekerjaan paling kompleks dalam sebuah organisasi bisnis. Karena mengelola manusia, tanggung jawab HRD sangat luas, dari soal administrasi karyawan, hukum ketenagakerjaan, perekrutan, hingga peran vital dalam pengembangan SDM perusahaan. 

Dengan tanggung jawab yang luas inilah, masalah HR menjadi cukup beragam. Berikut ini yang paling umum dihadapi banyak perusahaan:

Penggajian Karyawan

Perhitungan gaji karyawan merupakan pekerjaan administrasi yang menguras waktu apabila dikerjakan secara manual. HR dituntut cermat dan teliti menghitung berbagai komponen slip gaji, dari upah, tunjangan, lembur, iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, hingga pajak penghasilan (PPh 21) karyawan.

Pekerjaan ini punya risiko human error tinggi yang berdampak pada salah hitung. Belum lagi jika gaji terlambat dibayarkan, HR akan menjadi orang pertama yang menerima komplain dari karyawan. Masalah ini bisa dipecahkan dengan penggunaan aplikasi payroll yang kini banyak ditawarkan oleh pengembang software.

Retensi dan Turnover Karyawan

Retensi karyawan yang rendah berakibat perputaran (turnover) karyawan yang tinggi. HR tidak hanya bertanggung jawab mencari dan menempatkan karyawan sesuai peran yang dibutuhkan perusahaan, tetapi juga menahan mereka agar betah, loyal, dan tidak gampang tergoda untuk berhenti (resign) dan berpindah ke perusahaan lain. 

HR harus benar-benar mengerti kebutuhan karyawan. Kompensasi, seperti gaji, tunjangan, dan bonus, sering menjadi solusi meningkatkan retensi. Tetapi itu saja tidak cukup. Ada alasan lain yang membuat karyawan bertahan, seperti lingkungan kerja yang nyaman, budaya perusahaan yang sesuai dengan kepribadian karyawan, reputasi perusahaan (employer brand) dan keuntungan non-finansial seperti masa depan karier, jam kerja pendek, cuti lebih banyak, dan lainnya.

Motivasi dan Produktivitas Karyawan

Masalah HR selanjutnya berkaitan dengan motivasi karyawan yang menurun dan berdampak pada merosotnya produktivitas. Persoalan ini dialami semua perusahaan selama mereka masih mempekerjakan manusia yang punya pikiran dan perasaan, bukan robot dan mesin. 

Tugas HR bukan sekadar memantau dan mengevaluasi kinerja serta tingkat produktivitas, tetapi juga tak kalah penting adalah menjaga agar karyawan tidak mengalami demotivasi. HR sebaiknya punya cara-cara kreatif untuk terus membakar semangat kerja karyawan, meningkatkan moral, dan membuat mereka tetap terlibat (engaged) dengan pekerjaan maupun tim.

Baca Juga: 6 Action Plan untuk Meningkatkan Leadership Skill Para Manajer

Selain itu, HR juga mesti mencari tahu apa penyebab menurunnya produktivitas, seperti faktor kelelahan (burnout), kebosanan karyawan karena tidak ada tantangan baru, konflik antar-personal, masalah rumah tangga, dan lainnya. HR dapat memberikan solusi yang tepat agar masalah tidak berlarut-larut.

Pengembangan Skill Karyawan

Tak jarang pemimpin perusahaan mengeluhkan kurangnya skill karyawan dalam menjalankan tugas meski HR telah memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan karyawan. Ini artinya program tersebut kurang berdampak atau hanya sedikit memberikan pengaruh pada kontribusi karyawan.   

Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan investasi perusahaan yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas karyawan dalam pekerjaan sehari-hari. Karena itu, HR semestinya punya strategi pengembangan karyawan yang tepat, sehingga tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga selaras dan mendukung pengembangan diri dan karier karyawan.

Rekrutmen Karyawan

Masalah HR yang gampang-gampang susah adalah merekrut karyawan baru. Mencari karyawan yang punya skill dan pengalaman mungkin tidak sulit, tetapi menemukan karyawan yang sejalan dengan perusahaan tidaklah mudah. Banyak HR yang telah menghabiskan waktu dan biaya hanya untuk mendapatkan kandidat dengan profil yang mengesankan sesuai dengan job description, tetapi akhirnya karyawan baru tersebut hanya bertahan kurang dari tiga bulan.

Karyawan baru resign di bulan-bulan awal mereka masuk kerja merupakan masalah jamak. Selain proses onboarding karyawan yang tidak berjalan mulus, faktor umum yang menjadi penyebab adalah tidak adanya keselarasan antara karyawan dengan cara kerja, nilai, dan budaya organisasi.

Merekrut bukan hanya mencari karyawan terbaik, tetapi juga mempertahankannya. Jika kehilangan karyawan baru, dampaknya bukan hanya mengulang proses dari awal, tetapi juga pembengkakan biaya rekrutmen.

Jika Anda juga pusing dengan masalah rekrutmen seperti di atas, Anda dapat menggunakan jasa perekrut eksternal Glints TalentHunt. Anda tidak hanya mendapatkan top talent yang sesuai dengan kualifikasi peran yang Anda cari, tetapi juga jaminan penggantian kandidat gratis apabila dalam 90 hari Anda tidak puas dengan kinerjanya atau kandidat tidak cocok dengan perusahaan Anda.

TalentHunt adalah layanan perekrutan profesional dari job portal dan marketplace nomor satu di Asia, Glints, yang membantu perusahaan membangun tim secara efisien. Dengan tim berpengalaman, teknologi rekrutmen berbasis AI, dan database lebih dari 100.000+ top talent, pekerjaan merekrut karyawan menjadi lebih mudah.

Bagaimana dengan biaya rekrutmen? Glints membebankan biaya yang lebih rendah dibanding jika Anda melakukan rekrutmen sendiri. Anda hanya akan membayar saat kandidat mulai bekerja di perusahaan Anda. Selama pandemi, Glints juga memberikan diskon biaya perekrutan untuk membantu perusahaan Anda tetap survive menghadapi krisis.

Pasang Iklan Lowongan Kerja - Rekrutmen Online - Job Portal | Glints

Rekrut secara Tepat Lebih Cepat bersama Glints!
Bangun tim Anda lebih mudah mulai hari ini! Temukan kandidat berkualitas sesuai kualifikasi Anda dengan efisien bersama Glints. Jadwalkan konsultasi gratis dengan mengisi formulir ini.