Strategi Rekrutmen

3 Keahlian Manajemen Seorang Pemimpin

Dalam hierarki organisasi, ada tiga jenjang manajemen yaitu manajemen level bawah, manajemen level tengah, dan manajemen level atas. Ketiganya memiliki ruang lingkup tanggung jawab berbeda. Para pemimpin membutuhkan keahlian manajemen untuk menjalankan tanggung jawab mereka. 

Setidaknya ada tiga jenis keahlian utama yang harus dimiliki seorang manajer di perusahaan untuk sukses dalam peran kepemimpinan, yaitu keahlian konseptual, keahlian interpersonal, dan keahlian teknis.

Pastikan Leaders Kuasai 3 Keahlian Manajemen Ini

1. Keahlian Konseptual

Ini merupakan jenis keterampilan manajemen yang wajib dikuasai oleh manajemen level atas, seperti chief executive officer (CEO), managing director, presiden direktur, dan jabatan sejenis. Keahlian konseptual berhubungan dengan kecakapan seseorang untuk melihat hal-hal besar dan mengambil kebijakan strategis dalam menjalankan perusahaan.

Sebagai pucuk pimpinan, top management melihat gambaran masa depan industri dan kondisi perekonomian, serta memahami kebijakan pemerintah. Lalu, mereka fokus pada bagaimana mengelola perusahaan agar sukses dalam kondisi semacam itu.

Keahlian konseptual berguna untuk menetapkan tujuan organisasi, merumuskan rencana bisnis, menyusun strategi perusahaan, mengorganisir seluruh departemen, mengoptimalkan sumber daya, memperluas pasar, dan menaikkan profit secara berkesinambungan.

“Kemampuan konseptual membantu para manajer untuk melihat di luar tujuan departemen mereka, sehingga mampu mengambil keputusan yang memenuhi tujuan bisnis secara keseluruhan. Kemampuan konseptual sangat penting bagi manajer tingkat atas, kurang kritis bagi manajer tingkat menengah, dan kurang diperlukan bagi manajer tingkat pemula.”
Amon Mahikaho, Founder & Head of Business Operations Hydroponic Farm

2. Keahlian Interpersonal

Jenis keahlian satu ini perlu dimiliki semua level manajemen, terutama untuk manajemen level menengah seperti head of department dan branch manager. Keahlian interpersonal berkaitan dengan kecakapan dalam berinteraksi dengan orang lain dan berkomunikasi secara efektif. Hal ini termasuk memberikan instruksi, saran, dan umpan balik, serta mendengarkan masukan, pendapat, dan keluhan dari karyawan. 

Melansir PFH, keahlian interpersonal memungkinkan manajer untuk menjadi pemimpin yang baik dan dapat memotivasi karyawan untuk mencapai performa yang lebih baik.

Sebagai contoh, keahlian interpersonal dapat memungkinkan manajer untuk membangun hubungan yang baik dengan klien. Dengan mendengarkan lebih banyak daripada berbicara, manajer dapat memahami kebutuhan dan kekhawatiran klien secara lebih mendalam. Hal ini juga dapat memastikan mereka merasa didengar dan dihargai. Keterampilan ini juga membantu manajer dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan membangun lingkungan kerja yang positif dan produktif.


3. Keahlian Teknis

Keterampilan ini wajib dikuasai oleh manajer level bawah, seperti supervisor, kepala seksi, dan manajer kantor. Keahlian teknis juga perlu dimiliki manajer level tengah, tetapi tidak begitu penting bagi top management.

Keahlian teknis berhubungan dengan hal-hal yang sifatnya operasional atau berhubungan langsung dengan pelaksanaan pekerjaan. Keterampilan ini sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas secara efisien serta memecahkan masalah teknis yang menjadi hambatan pekerjaan.

Manajer level bawah sehari-hari berhubungan dengan staf pekerja secara langsung. Sebagai contoh, ketika staf customer service menghadapi keluhan pelanggan yang sulit diatasi, mereka kerap meminta pendapat dari atasan yang bertanggung jawab.

Dengan penguasaan keterampilan teknis yang baik, manajer level bawah dapat memberikan arahan dan saran, mengawasi pekerjaan, dan membantu staf yang mengalami kesulitan.


Strategi Temukan Kandidat Manajerial Berkualitas

Berencana merekrut kandidat untuk peran manajer? Keterampilan teknis dan interpersonal wajib dimasukkan di iklan lowongan kerja, karena terkait langsung dengan pengelolaan pekerjaan dan karyawan.

Namun tak hanya itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana menyesuaikan paket kompensasi agar sesuai dengan standar industri dan ekspektasi karyawan. Informasi ini tidak hanya penting untuk rekrutmen, tetapi juga untuk retensi talenta jangka panjang.

Dengan 22,3% perusahaan yang fokus mencari kandidat dengan skill spesifik di 2024, penting bagi Anda untuk mengetahui benchmark gaji dan memahami tren HR terbaru.

Dapatkan informasi lengkap dan mendalam melalui ebook terbaru dari Glints: “Tren HR & Survei Gaji 2024”. Mulai dari perkembangan industri di pasar kerja sepanjang 2023, proyeksi kenaikan gaji di 2024, hingga strategi merekrut posisi kunci seperti senior dan eksekutif yang lebih efektif.

Unduh dan buat perusahaan selangkah lebih kompetitif!


Anggita Dwinda

Recent Posts

Mitos “Kandidat Sempurna”: Bagaimana Proses Rekrutmen yang Terlalu Lama Bisa Merugikan Perusahaan

Banyak perusahaan masih terjebak dalam mitos "kandidat sempurna". Mereka yakin dengan menunggu cukup lama, kandidat…

1 year ago

Kerja Sama Glints dan vOffice, Penuhi Kebutuhan Rekrutmen dan Ruang Kerja yang Fleksibel

Pada Selasa, 18 Februari 2025 di Jakarta, Glints & vOffice baru saja menandatangani kerja sama.…

1 year ago

Cepat & Tepat: Kunci Sukses Rekrut Kandidat selama Ramadan

Temuan Utama Kandidat paling aktif cari kerja pada 2 minggu sebelum Ramadan. Ini waktu terbaik…

1 year ago

PHK: Langkah, Aturan, Contoh Surat Pemutusan Hubungan Kerja

Menyampaikan keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada seorang karyawan, baik melalui surat pemberhentian kerja alias…

1 year ago

Apa Itu NIB? Begini Cara Daftar dan Cara Ceknya!

Apakah bisnis atau perusahaan Anda sudah memiliki NIB? Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas pelaku…

1 year ago

Human Capital: Arti, Contoh, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya

Human capital atau modal manusia adalah metode untuk menarik dan mempertahankan karyawan terbaik dengan cara…

1 year ago