Mengenal 9 Prinsip Agile Leadership

Anggita Dwinda
Anggita Dwinda
March 16, 2021
Mengenal 9 Prinsip Agile Leadership

©️ Unsplash

Untuk memiliki bisnis yang gesit di tengah situasi dunia yang kompleks dan terus berubah cepat, industri membutuhkan agile leadership yang mampu mengubah organisasi menjadi lebih adaptif, kreatif, dan tangguh. Gaya kepemimpinan agile ini dapat diandalkan untuk menghasilkan keunggulan kompetitif.

Menurut Agile Business Consortium, ada sembilan prinsip agile leadership yang perlu diadopsi para pemimpin bisnis. 

Memberi teladan, bukan sekadar kata-kata

Gaya kepemimpinan yang gesit tidak sekadar menggunakan kata-kata untuk mendorong perubahan. Pemimpin menginspirasi orang lain dengan cara memberi contoh secara aktif. Seorang agile leader akan bekerja lebih dulu sebelum pengikutnya melakukan tindakan yang sama.

Pemimpin tidak bisa hanya menyuruh atau memerintah anggota timnya bekerja sesuai keinginannya tanpa terlibat dalam proses perubahan. Mereka harus tampil di depan dan memulai, kemudian memberi motivasi dan mengembangkan empati kepada pengikutnya.

Menghargai pemikiran berkualitas untuk hasil yang lebih baik

Gaya kepemimpinan agile menghargai pemikiran berkualitas tinggi yang akan menentukan tindakan yang lebih baik. Meluangkan waktu dan menggunakan pendekatan yang penuh pertimbangan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan adalah ciri khas dari agile leadership

Pemimpin yang gesit berusaha melihat masalah yang kompleks dari berbagai perspektif. Ini memungkinkan mereka membuat keputusan yang tepat, serta mengidentifikasi perilaku yang menghambat kinerja individu maupun tim.

Meminta umpan balik yang efektif

Agile leadership membutuhkan umpan balik yang efektif dari orang-orang di sekitarnya. Umpan balik adalah proses komunikasi dua arah yang dapat memperkuat kepercayaan antar-anggota tim dan mengedepankan tujuan bersama. Umpan balik yang efektif berpengaruh terhadap perilaku atau pemikiran individu dan tim. 

Pemimpin yang gesit secara terus-menerus meminta umpan balik dan melakukan tindak lanjut, baik ketika situasi berjalan sesuai rencana atau saat semuanya tidak berjalan baik. Sedangkan pemimpin yang menutup diri dari umpan balik akan menjadi hambatan utama bagi perbaikan organisasi.

Memberikan makna dan tujuan pada pekerjaan

Salah satu faktor yang membuat orang-orang merasa tidak puas dengan pekerjaannya adalah ketiadaan makna dan tujuan dari apa yang mereka lakukan setiap hari. Orang-orang yang merasa pekerjaannya tidak berarti atau tidak penting cenderung mengalami demotivasi, sehingga sulit diharapkan untuk membangun tim yang solid.

Pemimpin yang gesit akan fokus untuk membangun tujuan bersama. Mereka berupaya memberi makna pada aktivitas tim dengan menyelaraskan nilai-nilai individual dengan pekerjaan, sehingga membuat orang-orang merasa lebih bersemangat, termotivasi, dan terinspirasi.

Mengelola emosi untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi

Agile leadership membangun tim dengan kecerdasan emosional (EQ). Suasana hati dan emosi sangat memengaruhi kinerja, kolaborasi, dan pengambilan keputusan dalam organisasi. Emosi positif akan menyebar secara organik ke seluruh organisasi, bahkan hingga ke pelanggan. 

Karena itu, mendorong emosi positif akan membantu individu berkontribusi lebih kreatif dan inovatif untuk efektivitas organisasi. Lingkungan kerja yang cerdas secara emosional memiliki rekam jejak yang baik dalam meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan pemecahan masalah. 

Menerapkan kepemimpinan di seluruh tingkat

Agile leadership harus diterapkan di setiap tingkat dalam organisasi, bukan hanya di pucuk pimpinan. Budaya gesit dikembangkan melalui praktik berkelanjutan oleh para pemimpin tim, departemen, dan organisasi. Ini artinya perubahan membutuhkan komitmen setiap individu.

Pemimpin gesit lebih dekat dengan model kepemimpinan yang melayani (servant leadership), di mana pemimpin dan pengikut berbagi kekuasaan. Para pemimpin mengutamakan kebutuhan orang lain dan membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. 

Mendistribusikan kekuasaan secara tepat

Tidak seperti kepemimpinan tradisional yang menumpuk kekuasaan di puncak piramida, agile leadership mendistribusikan kekuasaan. Mereka melakukan pemberdayaan dan penyerahan tanggung jawab kepada orang-orang yang memiliki otoritas, pengetahuan, dan keterampilan.

Pemberdayaan berarti memercayai kemampuan karyawan untuk menentukan cara yang optimal dalam menyelesaikan suatu masalah. Para pemimpin yang gesit menyadari bahwa orang-orang akan bekerja dengan performa terbaik mereka saat diberikan energi berupa kepercayaan dan otoritas.

Membangun kolaborasi berbasis kepercayaan

Agile leader membangun kolaborasi berdasarkan kepercayaan. Mereka memfasilitasi kolaborasi dan membiarkan setiap individu bekerja secara mandiri sesuai batasan mereka. Untuk sukses, proses ini membutuhkan semangat kerja sama dan saling menghormati.

Para pemimpin yang gesit perlu memahami bahwa kolaborasi bukan solusi tunggal untuk segala masalah organisasi. Namun, kolaborasi berkelanjutan merupakan aspek penting dalam kehidupan organisasi dan sangat menentukan kinerja, kreativitas, dan inovasi.

Memercayai bahwa ide-ide hebat bisa datang dari mana saja

Mitos paling mengganggu dalam organisasi adalah percaya bahwa ide-ide terbaik hanya muncul dari orang-orang yang berada di puncak. Akibatnya, banyak ide dari orang-orang berbakat di bawah terbuang percuma. Individu bisa menjadi frustrasi ketika pemimpin mengabaikan ide-ide mereka. 

Kepemimpinan gesit tidak demikian. Mereka memercayai orang-orang di sekitarnya untuk menghasilkan solusi kreatif atas masalah yang mereka hadapi. Agile leader membuka diri terhadap pengaruh dan gagasan orang lain, terlepas dari status atau posisi. Mereka mendengarkan pemikiran dan ide perbaikan.

Temukan top talent dengan mudah melalui platform rekrutmen online

Untuk mengembangkan agile leadership, Anda perlu dukungan orang-orang tepat untuk menjalankan peran dan tanggung jawabnya masing-masing dalam hubungan kolaboratif. Anda dapat merekrut mereka melalui Glints TalentHunt.

Layanan headhunter ini menyediakan akses ke database talent pool lebih dari 130.000 top talent dengan bermacam pengalaman dan keterampilan yang telah dikurasi dan siap direkrut. TalentHunt menggabungkan tim spesialis berdedikasi dan teknologi screening berbasis AI yang memungkinkan proses rekrutmen lebih efisien dan efektif. Anda dapat mengisi peran hanya dalam 2-3 minggu.

Merekrut dengan TalentHunt juga bebas risiko. Kami memberi garansi 90 hari penggantian kandidat gratis apabila kinerja karyawan baru yang kami rekomendasikan tidak memuaskan. 

Anda  bisa memulai rekrutmen di https://talenthunt.glints.id tanpa membayar di awal dan tanpa biaya komitmen. Lebih dari 30.000 perusahaan telah menggunakan TalentHunt untuk merekrut top talent dan membangun tim yang sukses, dengan tingkat kepuasan layanan 8/10.

(Penulis: Khairina)

Platform Rekrutmen Online - Job Portal Gratis - Headhunter Indonesia | Glints

Bergabung dengan Komunitas untuk Perusahaan!
Berlangganan newsletter kami untuk menerima semua berita dan penawaran terbaru kami yang dikirimkan langsung ke email Anda.