5 Tes Kepribadian Prakerja Karyawan

©️ Unsplash

Setiap perusahaan menginginkan calon karyawan yang tidak hanya terampil dan kompeten, tetapi juga memiliki kepribadian yang cocok untuk peran yang akan dijalankan. Untuk itu, memberikan tes kepribadian menjadi salah satu syarat prakerja karyawan.

Kepribadian berkaitan dengan minat personal dan memengaruhi keberhasilan dalam pekerjaan. Sebagai contoh, seorang yang berkepribadian introvert belum tentu bisa menunjukkan performa yang optimal untuk jenis pekerjaan yang banyak berhubungan dengan klien atau pelanggan, seperti marketing atau sales

Tes kepribadian menilai karakter kepribadian seseorang melalui serangkaian tes tertulis. Dengan penilaian ini, HR mempersempit pencarian kandidat melalui pencocokan kepribadian kandidat dengan jenis peran yang ditawarkan perusahaan.

Berikut ini contoh tes psikologi yang biasa digunakan HR untuk mengenali kepribadian kandidat dalam seleksi karyawan.

Big Five Test

Tes Big Five membagi individu ke dalam 5 karakter utama, yakni: 

  • Extraversion, yaitu jenis kepribadian yang lebih antusias bila berinteraksi dengan banyak orang. Ciri-cirinya antara lain bersemangat, pandai bersosialisasi, berani menyatakan pendapat, dan ekspresif.
  • Agreeableness, yaitu kepribadian yang hangat, bersahabat, berhati lembut, simpatik, mudah bekerja sama.
  • Openness to experience, yaitu kepribadian yang terbuka terhadap sesuatu yang berbeda atau hal-hal baru, dan cenderung kreatif, imajinatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.
  • Conscientiousness, yaitu kepribadian yang teratur, terorganisir, ambisius, disiplin, dan fokus pada pencapaian.
  • Neuroticism, yaitu kepribadian yang sering merasa khawatir, takut, murung, tidak percaya diri, dan memiliki emosi yang tidak stabil.

Myers-Briggs

Tes Myers-Briggs merupakan tes kepribadian yang populer untuk seleksi prakerja. Tes yang memberikan sekitar 90 pertanyaan dengan dua pilihan jawaban ini mengelompokkan kepribadian berdasarkan indikator:

  • Extrovert (E) atau Introvert (I), tentang bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain.
  • Sensing (S) atau Intuition (N), tentang bagaimana seseorang mengakses informasi.
  • Thinking (T) atau Feeling (F), tentang bagaimana seseorang membuat keputusan.
  • Judging (J) atau Perceiving (P), tentang bagaimana seseorang melihat dunia.

Terdapat 16 tipe kepribadian dari kombinasi indikator di atas, misalnya ENFJ, ISTP, ESTJ, INFP, dan seterusnya. Sebagai contoh, jika HR mencari pemimpin, maka ENFJ lebih cocok karena memiliki kepribadian Extrovert, Intuition, Feeling, dan Judging yang mampu memengaruhi dan menginspirasi orang lain.

Predictive Index (PI) Behavioral Assessment

PI Behavioral Assessment mengharuskan kandidat mengisi daftar atau checklist yang jawabannya akan dianalisa berdasarkan lembar kerja Persyaratan Kinerja (Performance Requirement Options Worksheet). Lembar kerja ini membantu memahami sikap kandidat yang dapat menunjukkan kinerja paling efektif di sebuah posisi tertentu. 

PI Behavioral Assessment didesain untuk menentukan perilaku kerja yang paling menonjol dari seorang kandidat. Tes yang tersedia dalam 70 bahasa ini diklaim telah divalidasi secara ilmiah dan digunakan di banyak industri di seluruh dunia.

16Personalities

16Personalities berasal dari 2 filosofi berbeda, yaitu bapak psikoanalisis Carl Gustav Jung dan dikotomi Myers-Briggs. 

Tes 16Personalities hampir sama dengan kombinasi empat karakteristik berbeda yang menentukan kepribadian seseorang. Namun, tes ini tidak berkaitan dengan istilah umum, melainkan langsung ke inti permasalahan dengan menanyakan bagaimana subjek bereaksi terhadap situasi tertentu di lingkungan kerja.

Misalnya, dalam mengambil keputusan di tempat kerja, apakah kandidat menggunakan perasaan atau logika. Daftar pertanyaan dalam tes tersebut mengelompokkan kandidat ke dalam 16 tipe kepribadian. 

Keirsey Temperament Sorter

Keirsey Temperament Sorter merupakan tes kepribadian yang didasarkan atas teori Keirsey Temperament yang mengatur ulang indikator dari tes kepribadian Myers-Briggs ke dalam 4 temperamen kepribadian yakni Rational, Guardian, Idealist, dan Artisan. 

Masing-masing dari 4 temperamen kepribadian tersebut dibagi lagi menjadi 4 sub kepribadian, sehingga total keseluruhan adalah 16 tipe temperamen kepribadian. 

Tes Keirsey Temperament Sorter memberikan gambaran mengenai bagaimana kandidat berkomunikasi dengan orang lain dan menentukan kecenderungan tindakan yang akan diambil.

Sebagai contoh, kandidat bertemperamen Supervisor Guardian cenderung bertanggung jawab, pekerja keras, dan dapat diandalkan. Supervisor Guardian adalah tipe pemimpin yang berorientasi pada komunitas dan dapat memberikan perintah dengan baik.

Anda bisa memilih salah satu tes kepribadian di atas untuk seleksi prakerja di perusahaan. Namun, pastikan dulu bahwa Anda menyeleksi kandidat yang berkualifikasi atau menguasai keterampilan yang sesuai peran, bukan sekadar memiliki kepribadian yang cocok.

Anda dapat menjaring kandidat terampil melalui aplikasi lowongan kerja Glints. Selain memiliki banyak pencari kerja berbakat, job portal ini tersedia gratis untuk memasang ikan lowongan kerja tanpa batas. Posting iklan Anda di https://employers.glints.id dan rekrut kandidat sesuai kriteria Anda. 

Ingin merekrut lebih efisien? Anda dapat menggunakan Glints TalentHunt. Layanan rekrutmen profesional ini telah membantu banyak organisasi bisnis menemukan kandidat tepat untuk peran spesifik.

TalentHunt menggabungkan tim profesional berpengalaman dan teknologi rekrutmen berbasis AI untuk menyeleksi dan merekomendasikan kandidat terbaik sesuai job description dan kualifikasi yang Anda inginkan.

Selain proses yang relatif singkat, yakni 2–3 minggu, biaya rekrutmen Glints terjangkau dan lebih hemat dibanding Anda merekrut sendiri. Anda hanya dikenai fee pada saat mulai mempekerjakan kandidat atau pada saat penandatanganan kontrak kerja.

TalentHunt memberikan garansi 90 hari penggantian kandidat gratis apabila karyawan baru tersebut tidak cocok untuk peran yang Anda tawarkan. Jadi, Anda bebas dari risiko kerugian biaya dan kehilangan kandidat.

(Penulis: Khairina)

Anggita Dwinda

Recent Posts

Mitos “Kandidat Sempurna”: Bagaimana Proses Rekrutmen yang Terlalu Lama Bisa Merugikan Perusahaan

Banyak perusahaan masih terjebak dalam mitos "kandidat sempurna". Mereka yakin dengan menunggu cukup lama, kandidat…

1 year ago

Kerja Sama Glints dan vOffice, Penuhi Kebutuhan Rekrutmen dan Ruang Kerja yang Fleksibel

Pada Selasa, 18 Februari 2025 di Jakarta, Glints & vOffice baru saja menandatangani kerja sama.…

2 years ago

Cepat & Tepat: Kunci Sukses Rekrut Kandidat selama Ramadan

Temuan Utama Kandidat paling aktif cari kerja pada 2 minggu sebelum Ramadan. Ini waktu terbaik…

2 years ago

PHK: Langkah, Aturan, Contoh Surat Pemutusan Hubungan Kerja

Menyampaikan keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada seorang karyawan, baik melalui surat pemberhentian kerja alias…

2 years ago

Apa Itu NIB? Begini Cara Daftar dan Cara Ceknya!

Apakah bisnis atau perusahaan Anda sudah memiliki NIB? Nomor Induk Berusaha (NIB) adalah identitas pelaku…

2 years ago

Human Capital: Arti, Contoh, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya

Human capital atau modal manusia adalah metode untuk menarik dan mempertahankan karyawan terbaik dengan cara…

2 years ago