Cara Mengatur Kebijakan Kerja untuk Pekerja Remote

Vania
Vania
January 24, 2022
Courtesy of Unsplash

Sejak masa pandemi, dunia kerja diperkenalkan dengan suatu kebiasaan baru yaitu Work From Home. Seiringnya berjalan waktu, banyak karyawan yang bahkan bekerja dari luar kota atau luar negeri. Mungkin istilah Work from Bali sudah jadi istilah yang sering terdengar akhir-akhir ini. Dari kewajiban untuk bekerja dari satu gedung yang sama, kini bekerja secara remote juga menjadi hal yang lazim. 

Hal ini tentunya juga didukung oleh teknologi yang memadai. Dengan mudahnya akses email, online collaboration software, dan virtual conference memungkinkan untuk para pekerja tetap berkolaborasi dan menjalankan tugas-tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Lalu, apakah pekerja remote bisa menjadi pilihan yang sustainable bagi perusahaan? Berikut pembahasan mengenai keuntungan mempekerjakan pekerja remote dan cara mengatur kebijakan kerja untuk tetap menjaga produktivitas perusahaan.

Kapan dan Mengapa Harus Mempekerjakan Pekerja Remote

Berdasarkan penelitian dari Owl Labs, 83% partisipan merasa level produktivitas bekerja dari rumah lebih tinggi dibandingkan bekerja dari kantor. Hal ini cukup masuk akal, mengingat berkurangnya distraksi seperti mengobrol dengan teman kantor mengenai topik yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan berkurangnya waktu yang dihabiskan di perjalanan. Rasanya, mempekerjakan pekerja secara remote kini menjadi hal yang lazim dan tidak perlu diragukan lagi produktivitas dan kualitas pekerjaan.

Selain itu, mempekerjakan secara remote memberi ruang bagi perusahaan untuk melihat talenta-talent di luar daerah yang mungkin lebih sesuai dengan kriteria yang diinginkan perusahaan. Pemilik perusahaan bisa mempekerjakan siapa saja dan dari mana saja.

Cara Mengatur Kebijakan Kerja untuk Pekerja Remote

Mempekerjakan dan memberlakukan kebijakan bekerja secara remote tentunya akan mengurangi kesempatan untuk mengawasi dan berdiskusi tatap muka secara langsung. Namun, karena teknologi sudah mendukung, Anda sebagai pemilik perusahaan bisa melakukan beberapa hal berikut untuk menjaga komunikasi antar perusahaan dan memastikan proyek perusahaan berjalan sesuai timeline.

Menentukan jam kerja online

Sama seperti bekerja dari kantor, bekerja secara remote juga harus memiliki jam mulai dan selesai yang pasti. Anda menggunakan software absensi online berbasis cloud sebagai upaya untuk memastikan karyawan mengikuti kebijakan yang telah ditentukan. Selain jam kerja, jangan lupa untuk memberikan jam istirahat kepada karyawan selama bekerja remote.

Menjaga komunikasi antar tim 

Komunikasi menjadi hal yang penting untuk menjaga timeline tetap sesuai. Anda bisa melakukan daily check-in bersama setiap tim untuk memastikan kewajiban dilakukan dengan sesuai dan memudahkan para team lead menentukan langkah berikutnya untuk mencapai goal dari perusahaan. Biasanya, daily check-in dilakukan di pagi hari dengan video conference sebelum bekerja. Durasinya pun tidak perlu terlalu lama, selama hal-hal yang baru saja di update sudah dikomunikasikan.

Mengomunikasikan ekspektasi dan melakukan evaluasi

Kinerja tim tentunya akan mengalami naik turun, dan tidak bisa dihindari adanya kesalahan. Maka, penting bagi pemilik perusahaan mengomunikasikan ekspektasi kepada pekerja selama bekerja secara remote. Kejelasan akan deadline dan jobdesk apa saja yang dikerjakan harus dikomunikasikan secara terbuka kepada karyawan. Selain itu, untuk mendukung adanya perkembangan kinerja setiap harinya, lakukan evaluasi untuk menganalisa akan adanya hambatan yang dialami dan bagaimana seluruh tim bisa mendapatkan solusi untuk mengatasinya.

Manfaat Memiliki Kebijakan Kerja yang Baik

Baik bekerja secara remote atau tidak, penting bagi perusahaan  untuk memiliki kebijakan kerja yang baik. Terutama bagi pengaturan kerja jarak jauh, kebijakan bagi pekerja remote menjadi semakin penting demi memastikan produktivitas pekerja.

Hal ini akan mempermudah kedua belah pihak, baik pekerja dan pemilik perusahaan untuk menangani masalah yang kemungkinan timbul dan meminimalisir adanya ketidakadilan di lingkungan kerja. Berikut beberapa manfaat memiliki kebijakan kerja yang baik:

Memungkinan pekerjaan remote berjalan dengan baik

Tanpa adanya kebijakan kerja yang baik, maka perusahaan akan mengeluarkan effort yang lebih untuk memantau dan mengendalikan para pekerja jarak jauh. Perusahaan akan kesulitan untuk melacak tingkat produktivitas pekerja remote. Kebijakan yang baik membantu perusahaan dan karyawan bisa mencapai satu tujuan bersama-sama.

Memberikan kejelasan

Memiliki kebijakan kerja akan memberikan kejelasan bagi pekerja, seperti hal-hal apa saja yang diperbolehkan selama bekerja secara remote. Adanya kejelasan akan membantu seluruh perusahaan berada di pemahaman yang sama.

Mengurangi risiko kerugian

Tanpa adanya kebijakan kerja yang baik, terlebih mengenai hal-hal yang berhubungan dengan payroll dan pajak, Anda bisa menempatkan perusahaan di tempat yang berisiko.

Memberikan pilihan kepada karyawan

Kebijakan kerja secara remote memberikan kesempatan untuk karyawan memilih cara bekerja yang paling efektif dan memiliki produktivitas yang tinggi. Perusahaan Anda bisa memberikan pilihan antara bekerja secara remote atau bekerja dari kantor.


Konsultasikan kebutuhan rekrutmen Anda GRATIS!
Mulailah perjalanan perekrutan Anda bersama kami hari ini dengan konsultasi gratis. Cukup isi formulir dan tim Glints akan segera menghubungi Anda.